<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Kostrad Trauma dengan Sosok Berseragam</title><description>Warga Kostrad yang menjadi korban pengosongan rumah mengaku trauma saat melihat siapa pun yang mengenakan pakaian seragam tentara.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/14/1/229083/warga-kostrad-trauma-dengan-sosok-berseragam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/06/14/1/229083/warga-kostrad-trauma-dengan-sosok-berseragam"/><item><title>Warga Kostrad Trauma dengan Sosok Berseragam</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/14/1/229083/warga-kostrad-trauma-dengan-sosok-berseragam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/06/14/1/229083/warga-kostrad-trauma-dengan-sosok-berseragam</guid><pubDate>Minggu 14 Juni 2009 15:14 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Warga Kostrad yang menjadi korban pengosongan rumah mengaku trauma saat melihat siapa pun yang mengenakan pakaian seragam tentara.  &amp;quot;Kami saat ini merasa takut dan trauma kalau melihat orang berpakaian loreng (tentara),&amp;quot; ujar salah seorang korban penggusuran Dewi Sugeng, Minggu (14/6/2009).  Dewi menambahkan, sudut pandangnya terhadap para aparat berseragam itu kini berubah 180 derajat. &amp;quot;Dulu saya bangga dengan bapak saya saat mengenakan pakaian seragam ABRI, namun sekarang saya trauma dan takut,&amp;quot; ungkapnya.  Menurutnya, pengusiran warga Kostrad dari rumah mereka dan diwarnai dengan tindakan pemaksaan menandatangani surat pernyataan merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia.  &amp;quot;Ketiga jenderal yang akan bertarung dalam pemilu juga seakan mengabaikan. Ketiga jenderal yang akan maju di pemilu besok juga tidak menghiraukan. Jika rumah kami tetap digusur, kami akan memperjuangkan ke jalur hukum,&amp;quot; pungkasnya.  </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Warga Kostrad yang menjadi korban pengosongan rumah mengaku trauma saat melihat siapa pun yang mengenakan pakaian seragam tentara.  &amp;quot;Kami saat ini merasa takut dan trauma kalau melihat orang berpakaian loreng (tentara),&amp;quot; ujar salah seorang korban penggusuran Dewi Sugeng, Minggu (14/6/2009).  Dewi menambahkan, sudut pandangnya terhadap para aparat berseragam itu kini berubah 180 derajat. &amp;quot;Dulu saya bangga dengan bapak saya saat mengenakan pakaian seragam ABRI, namun sekarang saya trauma dan takut,&amp;quot; ungkapnya.  Menurutnya, pengusiran warga Kostrad dari rumah mereka dan diwarnai dengan tindakan pemaksaan menandatangani surat pernyataan merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia.  &amp;quot;Ketiga jenderal yang akan bertarung dalam pemilu juga seakan mengabaikan. Ketiga jenderal yang akan maju di pemilu besok juga tidak menghiraukan. Jika rumah kami tetap digusur, kami akan memperjuangkan ke jalur hukum,&amp;quot; pungkasnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
