<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkum HAM: DPR Seperti Main-Main Bahas RUU Tipikor</title><description>Hingga kini Rancangan Undang-undang Pengadilan Tipikor belum juga disahkan oleh DPR. Menanggapi hal ini, Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta menilai tidak ada tindakan progresif dari DPR.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/18/1/230604/menkum-ham-dpr-seperti-main-main-bahas-ruu-tipikor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/06/18/1/230604/menkum-ham-dpr-seperti-main-main-bahas-ruu-tipikor"/><item><title>Menkum HAM: DPR Seperti Main-Main Bahas RUU Tipikor</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/18/1/230604/menkum-ham-dpr-seperti-main-main-bahas-ruu-tipikor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/06/18/1/230604/menkum-ham-dpr-seperti-main-main-bahas-ruu-tipikor</guid><pubDate>Kamis 18 Juni 2009 13:53 WIB</pubDate><dc:creator>Amirul Hasan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Hingga kini Rancangan Undang-undang Pengadilan Tipikor belum juga disahkan oleh DPR. Menanggapi hal ini, Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta menilai tidak ada tindakan progresif dari DPR.  &amp;quot;Saya kok melihatnya DPR seperti main-main. Pertanyaan-pertanyaan tidak substantif, mundur ke belakang,&amp;quot; kata Andi Matalatta di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2009).  Pertanyaan DPR yang dianggap mundur ke belakang, lanjutnya, karena mereka masih menanyakan apa perlunya undang-undang ini.  DPR bahkan sempat menanyakan ruu ini bertentangan dengan UUD 1945. &amp;quot;Karena itu kita perbaiki supaya tidak bertentangan. Kita berharap secepat mungkin bisa diselesaikan,&amp;quot; tuturnya.  Andi Matalatta mengingatkan agar anggota dewan tidak takut apa pun terkait pengesahan ruu tersebut. &amp;quot;Kenapa mesti takut, kecuali kalau tangannya basah. Kalau tangannya kering berarti bersih,&amp;quot; pungkasnya.  </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Hingga kini Rancangan Undang-undang Pengadilan Tipikor belum juga disahkan oleh DPR. Menanggapi hal ini, Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta menilai tidak ada tindakan progresif dari DPR.  &amp;quot;Saya kok melihatnya DPR seperti main-main. Pertanyaan-pertanyaan tidak substantif, mundur ke belakang,&amp;quot; kata Andi Matalatta di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2009).  Pertanyaan DPR yang dianggap mundur ke belakang, lanjutnya, karena mereka masih menanyakan apa perlunya undang-undang ini.  DPR bahkan sempat menanyakan ruu ini bertentangan dengan UUD 1945. &amp;quot;Karena itu kita perbaiki supaya tidak bertentangan. Kita berharap secepat mungkin bisa diselesaikan,&amp;quot; tuturnya.  Andi Matalatta mengingatkan agar anggota dewan tidak takut apa pun terkait pengesahan ruu tersebut. &amp;quot;Kenapa mesti takut, kecuali kalau tangannya basah. Kalau tangannya kering berarti bersih,&amp;quot; pungkasnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
