<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bocah 6 Tahun Tembak Mati Ayahnya</title><description>Seorang bocah enam tahun menembak mati ayahnya sendiri, Minggu kemarin. Sang ayah yang merupakan tentara, tewas akibat luka di perut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/22/18/231600/bocah-6-tahun-tembak-mati-ayahnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/06/22/18/231600/bocah-6-tahun-tembak-mati-ayahnya"/><item><title>Bocah 6 Tahun Tembak Mati Ayahnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/22/18/231600/bocah-6-tahun-tembak-mati-ayahnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/06/22/18/231600/bocah-6-tahun-tembak-mati-ayahnya</guid><pubDate>Senin 22 Juni 2009 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/06/22/18/231600/GUDLWOe7XX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi : Getty Image</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/06/22/18/231600/GUDLWOe7XX.jpg</image><title>Foto Ilustrasi : Getty Image</title></images><description>MANILA - Seorang bocah enam tahun menembak mati ayahnya sendiri, Minggu kemarin. Sang ayah yang merupakan tentara, tewas akibat luka di perut.  Penembakan terjadi bersamaan dengan perayaan Hari Ayah di Filipina.  Petugas polisi Hermogenes Capili seperti dikutip Associated Press, Senin (22/6/2009), menceritakan prajurit pertama Apolonio Pacioles meminta anaknya untuk mengambil pistol .45 caliber di rumahnya di kota Quezon, pinggiran Manila.  Sesuai dengan perintah Pacioles, sang anak mengambil pistol itu dan membuka magasinnya. Namun anak itu tidak mengetahui jika masih ada peluru dalam magasin.  Karena merasa aman, anak itu menarik pelatuk dengan jarinya kemudian sebuah letusan senjata terdengar. Tentara yang baru saja ditugaskan mengamankan militan Muslim di Filipina Selatan itu tertembak di bagian perut.  Anak dan ibunya langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.</description><content:encoded>MANILA - Seorang bocah enam tahun menembak mati ayahnya sendiri, Minggu kemarin. Sang ayah yang merupakan tentara, tewas akibat luka di perut.  Penembakan terjadi bersamaan dengan perayaan Hari Ayah di Filipina.  Petugas polisi Hermogenes Capili seperti dikutip Associated Press, Senin (22/6/2009), menceritakan prajurit pertama Apolonio Pacioles meminta anaknya untuk mengambil pistol .45 caliber di rumahnya di kota Quezon, pinggiran Manila.  Sesuai dengan perintah Pacioles, sang anak mengambil pistol itu dan membuka magasinnya. Namun anak itu tidak mengetahui jika masih ada peluru dalam magasin.  Karena merasa aman, anak itu menarik pelatuk dengan jarinya kemudian sebuah letusan senjata terdengar. Tentara yang baru saja ditugaskan mengamankan militan Muslim di Filipina Selatan itu tertembak di bagian perut.  Anak dan ibunya langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.</content:encoded></item></channel></rss>
