<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terkubur Lumpur, Petani Terancam Tak Dapat Ganti</title><description>Para petani yang sawahnya terendam lumpur Serang terancam gigit jari karena merugi. Mereka terancam tidak akan mendapat ganti rugi dari Pemerintah Provinsi Banten.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/29/1/233820/terkubur-lumpur-petani-terancam-tak-dapat-ganti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/06/29/1/233820/terkubur-lumpur-petani-terancam-tak-dapat-ganti"/><item><title>Terkubur Lumpur, Petani Terancam Tak Dapat Ganti</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/29/1/233820/terkubur-lumpur-petani-terancam-tak-dapat-ganti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/06/29/1/233820/terkubur-lumpur-petani-terancam-tak-dapat-ganti</guid><pubDate>Senin 29 Juni 2009 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Iskandar Nasution</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    SERANG - Para petani yang sawahnya terendam lumpur Serang terancam gigit jari karena merugi. Mereka terancam tidak akan mendapat ganti rugi dari Pemerintah Provinsi Banten.Menurut informasi yang dihimpun, Dinas Pertanahan Provinsi Banten mengatakan, para petani kemungkinan tidak mendapat ganti rugi karena tidak memiliki sertifikat tanah.  Salah satu petani yang sawahnya terendam, Solihin, mengaku pernah meminta pertanggungjawaban kepada Pemprov Banten. &amp;quot;Dijanjikan akan diganti, tapi kata pihak kelurahan nanti setelah ini bisa ditangani. Jadi saya disuruh menunggu saja,&amp;quot; kata Solihin, Senin (29/6/2009).  Seperti diketahui, akibat semburan lumpur yang keluar sejak Sabtu 20 Juni lalu, sawah seluas hampir satu hektare terendam lumpur. Para petani pun kecewa karena padi di lahan tersebut siap panen.  </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    SERANG - Para petani yang sawahnya terendam lumpur Serang terancam gigit jari karena merugi. Mereka terancam tidak akan mendapat ganti rugi dari Pemerintah Provinsi Banten.Menurut informasi yang dihimpun, Dinas Pertanahan Provinsi Banten mengatakan, para petani kemungkinan tidak mendapat ganti rugi karena tidak memiliki sertifikat tanah.  Salah satu petani yang sawahnya terendam, Solihin, mengaku pernah meminta pertanggungjawaban kepada Pemprov Banten. &amp;quot;Dijanjikan akan diganti, tapi kata pihak kelurahan nanti setelah ini bisa ditangani. Jadi saya disuruh menunggu saja,&amp;quot; kata Solihin, Senin (29/6/2009).  Seperti diketahui, akibat semburan lumpur yang keluar sejak Sabtu 20 Juni lalu, sawah seluas hampir satu hektare terendam lumpur. Para petani pun kecewa karena padi di lahan tersebut siap panen.  </content:encoded></item></channel></rss>
