<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua MPR: BPKP Jangan Munculkan Kontroversi Baru</title><description>Ketua MPR Hidayat Nurwahid meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menjalankan tugas pokoknya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/30/1/234244/ketua-mpr-bpkp-jangan-munculkan-kontroversi-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/06/30/1/234244/ketua-mpr-bpkp-jangan-munculkan-kontroversi-baru"/><item><title>Ketua MPR: BPKP Jangan Munculkan Kontroversi Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/30/1/234244/ketua-mpr-bpkp-jangan-munculkan-kontroversi-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/06/30/1/234244/ketua-mpr-bpkp-jangan-munculkan-kontroversi-baru</guid><pubDate>Selasa 30 Juni 2009 12:58 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Ketua MPR Hidayat Nurwahid meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menjalankan tugas pokoknya.  &amp;quot;Sewajarnya BPKP berhenti jangan menimbulkan kontroversi baru,&amp;quot; ujarnya kepada wartawan usai menerima delegasi Gema Tabligh India, di Gedung Nusantara 3 DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (30/6/2009).  Dikatakan Hidayat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mengecilkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Presiden telah menyatakan tidak pernah menyuruh BPKP melakukan auditing kepada lembaga yang bermarkas di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta tersebut.  &amp;quot;Akan lebih elegan apabila BPKP bekerja sesuai dengan tugasnya,&amp;quot; tambah Hidayat.  Dia mengimbau BPKP agar menjalankan fungsi tugasnya. &amp;quot;Sudahlah, BPKP bekerja secara fokus pada tugas besar anda dan biarkan KPK diaudit oleh lembaga yang memang berwenang untuk mengaudit itu,&amp;quot; pungkasnya.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Ketua MPR Hidayat Nurwahid meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menjalankan tugas pokoknya.  &amp;quot;Sewajarnya BPKP berhenti jangan menimbulkan kontroversi baru,&amp;quot; ujarnya kepada wartawan usai menerima delegasi Gema Tabligh India, di Gedung Nusantara 3 DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (30/6/2009).  Dikatakan Hidayat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mengecilkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Presiden telah menyatakan tidak pernah menyuruh BPKP melakukan auditing kepada lembaga yang bermarkas di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta tersebut.  &amp;quot;Akan lebih elegan apabila BPKP bekerja sesuai dengan tugasnya,&amp;quot; tambah Hidayat.  Dia mengimbau BPKP agar menjalankan fungsi tugasnya. &amp;quot;Sudahlah, BPKP bekerja secara fokus pada tugas besar anda dan biarkan KPK diaudit oleh lembaga yang memang berwenang untuk mengaudit itu,&amp;quot; pungkasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
