<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri Minta Penyadapan Susno Tidak Dibesarkan</title><description> Kasus penyadapan terhadap telepon genggam Kabareskrim Komjen Susno Duadji memunculkan spekulasi timbulnya rivalitas antara Polri dan KPK.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/03/1/235422/kapolri-minta-penyadapan-susno-tidak-dibesarkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/07/03/1/235422/kapolri-minta-penyadapan-susno-tidak-dibesarkan"/><item><title>Kapolri Minta Penyadapan Susno Tidak Dibesarkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/03/1/235422/kapolri-minta-penyadapan-susno-tidak-dibesarkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/07/03/1/235422/kapolri-minta-penyadapan-susno-tidak-dibesarkan</guid><pubDate>Jum'at 03 Juli 2009 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAKARTA - Kasus penyadapan terhadap telepon genggam Kabareskrim Komjen Susno Duadji memunculkan spekulasi timbulnya rivalitas antara Polri dan KPK. Â   Kepala Polisi RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri pun nampaknya mulai gerah dengan persoalan tersebut. Kepada media, orang nomor satu di kepolisian ini meminta agar masalah penyadapan tidak perlu dibesar-besarkan.  &amp;quot;Sudah lah jangan terlalu diangkat yang begini-begini, jangan berandai-andai, harus dibuktikan dulu ya, jadi itu hingar bingar, sadap menyadap sudah lah tidak usah diangkat lagi, kalau toh memang ada ya tentu akan kami kroschek duluÂ  kamiÂ  buktikan dulu,&amp;quot; ujarÂ  Bambang usai salat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/7/2009).Â   Sampai saat ini, menurut Bambang, hubungan Polri dan KPK biasa saja, sebab itu dia menolak jika dikatakan antara dua institusi penegak hukum itu tengah terjadi perang dingin.   &amp;quot;Selama ini tidak ada masalah, saling memerkuat kok. Kami tidak sejalan dengan KPK itu tidak benar,&amp;quot; kilahnya.  Jadi apakah benar penyadapan tersebut atas perintah Antasari? Nanti kami dalami dulu apa betul, dicek dulu ya,&amp;quot; jelas Bambang.  Mengenai kasus Antasari, dia menyatakan kemungkinan pekan depan motif sesungguhnya sudah dapat diketahui, termasuk para tersangkanya.  &amp;quot;Pekan depan berkas sudah kami jelaskan, nanti motif juga akan dijelaskan,&amp;quot; jelas dia.Â  Â   Bambang tidak bersedia mengungkapkan apakah akan ada tersangka baru dalam kasus Antasari. Dia hanya menyatakan hal itu bisa dijelaskan bila ada berkas lain yang masuk. &amp;quot;Kita lihat lagi nanti,&amp;quot; katanya.    </description><content:encoded>  JAKARTA - Kasus penyadapan terhadap telepon genggam Kabareskrim Komjen Susno Duadji memunculkan spekulasi timbulnya rivalitas antara Polri dan KPK. Â   Kepala Polisi RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri pun nampaknya mulai gerah dengan persoalan tersebut. Kepada media, orang nomor satu di kepolisian ini meminta agar masalah penyadapan tidak perlu dibesar-besarkan.  &amp;quot;Sudah lah jangan terlalu diangkat yang begini-begini, jangan berandai-andai, harus dibuktikan dulu ya, jadi itu hingar bingar, sadap menyadap sudah lah tidak usah diangkat lagi, kalau toh memang ada ya tentu akan kami kroschek duluÂ  kamiÂ  buktikan dulu,&amp;quot; ujarÂ  Bambang usai salat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/7/2009).Â   Sampai saat ini, menurut Bambang, hubungan Polri dan KPK biasa saja, sebab itu dia menolak jika dikatakan antara dua institusi penegak hukum itu tengah terjadi perang dingin.   &amp;quot;Selama ini tidak ada masalah, saling memerkuat kok. Kami tidak sejalan dengan KPK itu tidak benar,&amp;quot; kilahnya.  Jadi apakah benar penyadapan tersebut atas perintah Antasari? Nanti kami dalami dulu apa betul, dicek dulu ya,&amp;quot; jelas Bambang.  Mengenai kasus Antasari, dia menyatakan kemungkinan pekan depan motif sesungguhnya sudah dapat diketahui, termasuk para tersangkanya.  &amp;quot;Pekan depan berkas sudah kami jelaskan, nanti motif juga akan dijelaskan,&amp;quot; jelas dia.Â  Â   Bambang tidak bersedia mengungkapkan apakah akan ada tersangka baru dalam kasus Antasari. Dia hanya menyatakan hal itu bisa dijelaskan bila ada berkas lain yang masuk. &amp;quot;Kita lihat lagi nanti,&amp;quot; katanya.    </content:encoded></item></channel></rss>
