<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Park And Ride Busway akan Ditambah</title><description>Pemprov DKI berencana akan menambah lokasi parkir Busway (Park and Ride) di setiap terminal.Ini untuk menambah kapasitas parkir kendaraan pribadi sehingga beralih ke angkutan Transjakarta. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/03/1/235532/park-and-ride-busway-akan-ditambah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/07/03/1/235532/park-and-ride-busway-akan-ditambah"/><item><title>Park And Ride Busway akan Ditambah</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/03/1/235532/park-and-ride-busway-akan-ditambah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/07/03/1/235532/park-and-ride-busway-akan-ditambah</guid><pubDate>Jum'at 03 Juli 2009 22:55 WIB</pubDate><dc:creator>Neneng Zubaidah</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Pemprov DKI berencana akan menambah lokasi parkir Busway (Park and Ride) di setiap terminal.Ini untuk menambah kapasitas parkir kendaraan pribadi sehingga beralih ke angkutan Transjakarta.  Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Riza Hasyim menjelaskan, nantinya park and ride akan terbangun di setiap terminal yang dilewati Busway. Siapa yang mengoperasikannya bisa saja dialihkan ke pihak swasta. Namun mesti dipikirkan lagi model bagi hasil dan sistem pengoperasiannya sehingga ada win-win solution sehingga pemprov tidak dirugikan.  Masalahnya, lanjutÂ  Riza, Dishub masih belum mengetahui lahan mana di sekitar terminal yang akan dijadikan park and ride. Riza menjelaskan, kantung parkir ini dibangun agar para pemilik kendaraan pribadi mau menitipkan kendaraanya dilokasi parkir resmi itu.  Selanjutnya, untuk menuju lokasi tujuan pengendara dapat beralih ke Busway. &amp;quot;Sehingga kendaraan pribadi tidak memadati kawasan dalam kota. Kemacetan pun dapat diminimalisir,&amp;quot; terangnya.  Saat ini, tambah Wakadis, hanya ada tiga kantong parkir yang telah dibangun, yakni di Terminal Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Jakarta Selatan, Terminal Kalideres di Jakarta Barat dan Terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur.Di mana kawasan parkir tersebut telah terintegrasi dengan angkutan masal bus Transjakarta. Penumpang tinggal meminta tiket parkir dan kendaraan pun aman selagi pemilknya menuju ke lokasi tujuan.Â   Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Daryati Asrining Rini menambahkan, seharusnya park and ride dibangun disetiap halte Busway.  &amp;quot;Paling tidak, setiap koridor seharusnya ada dua park and ride. Satu di tempat pemberangkatan, satu di tempat tujuan,&amp;quot; ujar Daryati. Jika sepuluh koridor bisa terealisasi, berarti tahun ini Jakarta membutuhkan 20 park and ride. Dirinya juga setuju kalau kantung parkir ini sangat penting lantaran bisa menjadi solusi bagi pengguna kendaraan pribadi ketika beralih ke angkutan massal.    </description><content:encoded>JAKARTA - Pemprov DKI berencana akan menambah lokasi parkir Busway (Park and Ride) di setiap terminal.Ini untuk menambah kapasitas parkir kendaraan pribadi sehingga beralih ke angkutan Transjakarta.  Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Riza Hasyim menjelaskan, nantinya park and ride akan terbangun di setiap terminal yang dilewati Busway. Siapa yang mengoperasikannya bisa saja dialihkan ke pihak swasta. Namun mesti dipikirkan lagi model bagi hasil dan sistem pengoperasiannya sehingga ada win-win solution sehingga pemprov tidak dirugikan.  Masalahnya, lanjutÂ  Riza, Dishub masih belum mengetahui lahan mana di sekitar terminal yang akan dijadikan park and ride. Riza menjelaskan, kantung parkir ini dibangun agar para pemilik kendaraan pribadi mau menitipkan kendaraanya dilokasi parkir resmi itu.  Selanjutnya, untuk menuju lokasi tujuan pengendara dapat beralih ke Busway. &amp;quot;Sehingga kendaraan pribadi tidak memadati kawasan dalam kota. Kemacetan pun dapat diminimalisir,&amp;quot; terangnya.  Saat ini, tambah Wakadis, hanya ada tiga kantong parkir yang telah dibangun, yakni di Terminal Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Jakarta Selatan, Terminal Kalideres di Jakarta Barat dan Terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur.Di mana kawasan parkir tersebut telah terintegrasi dengan angkutan masal bus Transjakarta. Penumpang tinggal meminta tiket parkir dan kendaraan pun aman selagi pemilknya menuju ke lokasi tujuan.Â   Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Daryati Asrining Rini menambahkan, seharusnya park and ride dibangun disetiap halte Busway.  &amp;quot;Paling tidak, setiap koridor seharusnya ada dua park and ride. Satu di tempat pemberangkatan, satu di tempat tujuan,&amp;quot; ujar Daryati. Jika sepuluh koridor bisa terealisasi, berarti tahun ini Jakarta membutuhkan 20 park and ride. Dirinya juga setuju kalau kantung parkir ini sangat penting lantaran bisa menjadi solusi bagi pengguna kendaraan pribadi ketika beralih ke angkutan massal.    </content:encoded></item></channel></rss>
