<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dipukuli di Mesir, 4 Mahasiswa Ditanya Soal Al-Qaeda</title><description>Sebanyak empat mahasiswa Indonesia di Mesir kerap disiksa saat diinterogasi selama tiga hari. Setiap satu pertanyaan yang dilayangkan, mereka disetrum dengan kondisi tubuh tanpa busana.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/04/1/235583/dipukuli-di-mesir-4-mahasiswa-ditanya-soal-al-qaeda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/07/04/1/235583/dipukuli-di-mesir-4-mahasiswa-ditanya-soal-al-qaeda"/><item><title>Dipukuli di Mesir, 4 Mahasiswa Ditanya Soal Al-Qaeda</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/04/1/235583/dipukuli-di-mesir-4-mahasiswa-ditanya-soal-al-qaeda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/07/04/1/235583/dipukuli-di-mesir-4-mahasiswa-ditanya-soal-al-qaeda</guid><pubDate>Sabtu 04 Juli 2009 09:54 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    PEKANBARU - Sebanyak empat mahasiswa Indonesia di Mesir kerap disiksa saat diinterogasi selama tiga hari. Setiap satu pertanyaan yang dilayangkan, mereka disetrum dengan kondisi tubuh tanpa busana.  &amp;quot;Setiap satu pertanyaan mereka disetrum di sekujur tubuh mereka, termasuk kemaluan adik saya, dan ini terus terjadi selama tiga hari berturut-turut (meskipun) mereka mengaku bukan jaringan Hamas dan Al-qaeda,&amp;quot; kata Raidatul Firdaus kepada okezone, di rumahnya Jalan Pasir Putih, Desa Pematang Berangan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Sabtu (4/7/2009).  Raidatul menambahkan, beberapa pertanyaan yang diajukan polisi di antaranya, &amp;quot;Apakah kamu salat, apakah kamu selalu tinggalkan salat, apa kamu terkait jaringan Al-qaeda, apakah kamu sering bermain bola dengan pihak Mesir&amp;quot;.  Selain disiksa selama tiga hari, Faturrahman, Arzil, Tasrih, dan Sugandi juga tidak diberi makan. Namun akhirnya penderitaan keempat mahasiswa itu berakhir setelah pihak KBRI membebaskan mereka.  &amp;quot;Mereka baru bisa lepas setelah pihak KBRI mendatangi mereka bersama rekan mahasiswa lainnya,&amp;quot; tandasnya.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    PEKANBARU - Sebanyak empat mahasiswa Indonesia di Mesir kerap disiksa saat diinterogasi selama tiga hari. Setiap satu pertanyaan yang dilayangkan, mereka disetrum dengan kondisi tubuh tanpa busana.  &amp;quot;Setiap satu pertanyaan mereka disetrum di sekujur tubuh mereka, termasuk kemaluan adik saya, dan ini terus terjadi selama tiga hari berturut-turut (meskipun) mereka mengaku bukan jaringan Hamas dan Al-qaeda,&amp;quot; kata Raidatul Firdaus kepada okezone, di rumahnya Jalan Pasir Putih, Desa Pematang Berangan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Sabtu (4/7/2009).  Raidatul menambahkan, beberapa pertanyaan yang diajukan polisi di antaranya, &amp;quot;Apakah kamu salat, apakah kamu selalu tinggalkan salat, apa kamu terkait jaringan Al-qaeda, apakah kamu sering bermain bola dengan pihak Mesir&amp;quot;.  Selain disiksa selama tiga hari, Faturrahman, Arzil, Tasrih, dan Sugandi juga tidak diberi makan. Namun akhirnya penderitaan keempat mahasiswa itu berakhir setelah pihak KBRI membebaskan mereka.  &amp;quot;Mereka baru bisa lepas setelah pihak KBRI mendatangi mereka bersama rekan mahasiswa lainnya,&amp;quot; tandasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
