<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penggelapan Mobil Antarkota Tergolong Modus Baru</title><description>Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iriawan mengatakan penggelapan mobil antarkota merupakan modus baru dengan mencari kerja sebagai sopir kepada seorang pengusaha.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/06/1/236180/penggelapan-mobil-antarkota-tergolong-modus-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/07/06/1/236180/penggelapan-mobil-antarkota-tergolong-modus-baru"/><item><title>Penggelapan Mobil Antarkota Tergolong Modus Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/06/1/236180/penggelapan-mobil-antarkota-tergolong-modus-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/07/06/1/236180/penggelapan-mobil-antarkota-tergolong-modus-baru</guid><pubDate>Senin 06 Juli 2009 22:03 WIB</pubDate><dc:creator>Irma Yani</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iriawan mengatakan penggelapan mobil antarkota merupakan modus baru dengan mencari kerja sebagai sopir kepada seorang pengusaha.  &amp;quot;Kejahatan penggelapan kendaraan bermotor yaitu roda empat yang dilakukan oleh seorang sopir yang bernama Wahyu, dengan modus mencari kerja pada seseorang,&amp;quot; terangnya kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (6/7/2009).  Iriawan melanjutkan, setelah diterima bekerja, tersangka Wahyu mempelajari mobil selama satu hingga dua hari. &amp;quot;Setelah itu dibawa lari dan dijual ke beberapa daerah dengan perantara tersangka Danu,&amp;quot; ujarnya.  Dijelaskan Iriawan, Wahyu berhasil mengumpulkan 20 unit mobil dan di lempar ke beberapa daerah seperti Semarang, Lampung, Riau, Solo, dan Yogyakarta. &amp;quot;Dan kami telah menyita 20 mobil dengan beberapa jenis, Avanza, Alphard, dan Innova,&amp;quot; kata dia.  Polisi juga telah menahan tersangka lain yang diungkap di luar Jawa. Kejahatan penggelapan mobil ini telah berlangsung selama lima bulan dengan menggelapkan mobil dalam sebulan ada empat mobil.  &amp;quot;Modus tergolong baru dan cukup rapi dengan pemalsuan KTP, dengan setiap aksi dengan KTP yang berbeda. Makanya tidak ada kecurigaan pada korban,&amp;quot; tukas Iriawan.  Sebagian besar korban merupakan para pengusaha. Setelah mendapatkan 20 mobil, tersangka seolah-olah membuka showroom mobil dan menjualnya dengan harga Rp50 hingga Rp60 juta.  &amp;quot;Kami akan menangkap pelaku pemalsuan surat-surat. Sementara penadahnya di Pekanbaru ada 8 orang, Semarang 5 orang, Solo 5 orang, dan Yogyakarta 5 orang. Kalau korbannya dari Jakarta semua,&amp;quot; kata dia.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iriawan mengatakan penggelapan mobil antarkota merupakan modus baru dengan mencari kerja sebagai sopir kepada seorang pengusaha.  &amp;quot;Kejahatan penggelapan kendaraan bermotor yaitu roda empat yang dilakukan oleh seorang sopir yang bernama Wahyu, dengan modus mencari kerja pada seseorang,&amp;quot; terangnya kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (6/7/2009).  Iriawan melanjutkan, setelah diterima bekerja, tersangka Wahyu mempelajari mobil selama satu hingga dua hari. &amp;quot;Setelah itu dibawa lari dan dijual ke beberapa daerah dengan perantara tersangka Danu,&amp;quot; ujarnya.  Dijelaskan Iriawan, Wahyu berhasil mengumpulkan 20 unit mobil dan di lempar ke beberapa daerah seperti Semarang, Lampung, Riau, Solo, dan Yogyakarta. &amp;quot;Dan kami telah menyita 20 mobil dengan beberapa jenis, Avanza, Alphard, dan Innova,&amp;quot; kata dia.  Polisi juga telah menahan tersangka lain yang diungkap di luar Jawa. Kejahatan penggelapan mobil ini telah berlangsung selama lima bulan dengan menggelapkan mobil dalam sebulan ada empat mobil.  &amp;quot;Modus tergolong baru dan cukup rapi dengan pemalsuan KTP, dengan setiap aksi dengan KTP yang berbeda. Makanya tidak ada kecurigaan pada korban,&amp;quot; tukas Iriawan.  Sebagian besar korban merupakan para pengusaha. Setelah mendapatkan 20 mobil, tersangka seolah-olah membuka showroom mobil dan menjualnya dengan harga Rp50 hingga Rp60 juta.  &amp;quot;Kami akan menangkap pelaku pemalsuan surat-surat. Sementara penadahnya di Pekanbaru ada 8 orang, Semarang 5 orang, Solo 5 orang, dan Yogyakarta 5 orang. Kalau korbannya dari Jakarta semua,&amp;quot; kata dia.    </content:encoded></item></channel></rss>
