<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tiga Warga Medan Positif Flu Babi</title><description>Tiga warga Kota Medan, Sumatera Utara positif terjangkit virus flu A (H1N1) atau flu babi. Mereka adalah VC, 20, WKC,9, dan CV, 17</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/09/1/237026/tiga-warga-medan-positif-flu-babi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/07/09/1/237026/tiga-warga-medan-positif-flu-babi"/><item><title> Tiga Warga Medan Positif Flu Babi</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/09/1/237026/tiga-warga-medan-positif-flu-babi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/07/09/1/237026/tiga-warga-medan-positif-flu-babi</guid><pubDate>Kamis 09 Juli 2009 06:03 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/07/09/1/237026/qxJkXBkf1b.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/07/09/1/237026/qxJkXBkf1b.jpg</image><title></title></images><description>MEDAN - Tiga warga Kota Medan, Sumatera Utara positif terjangkit virus flu A (H1N1) atau flu babi. Mereka adalah VC, 20, WKC,9, dan CV, 17.    Ketiga warga Jalan Japaris Medan itu merupakan pasien suspect flu babi yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan sejak Rabu (1/7). &amp;quot;Ketiganya sudah positif (flu babi). Setelah sampel darahnya diperiksa sejak mereka datang dan Selasa (7/7) kami ketahui hasilnya,&amp;quot; ujar Direktur Medik RSUP H Adam Malik Medan Dr Azwan Lubis di Medan tadi malam.    Ketua Tim Penanganan Flu Babi RSUP H Adam Malik Prof dr Luhur Soeroso SpP membenarkan status ketiga pasien. Menurut dia, tiga pasien positif flu babi itu merupakan satu keluarga suspect H1N1 yang pertama kali di rawat di RSUP H Adam Malik. &amp;quot;Ketiga pasien itu masih satu keluarga dari lima pasien suspect yang pertama masuk,&amp;quot;ungkapnya.    Menurut Soeroso, penetapan status ketiga pasien tersebut merupakan hasil diagnosa dari Litbangkes Departemen Kesehatan (Depkes) yang hasilnya baru diumumkan Selasa (7/7). &amp;quot;Hasil pengujian sampel itu sudah kami terima dan kami baru mengetahui kalau ketiganya positif,&amp;quot;katanya. Guna mengantisipasi penyebaran virus ini terhadap pasien lain, ketiganya saat ini sudah dipisahkan dari ruang isolasi tempat pasien suspect lainnya dirawat. &amp;quot;Pemeriksaan pasien terus kami pantau perkembangannya,&amp;quot; ujarnya.     Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dr Chandra Syafei SpOG menyatakan, ada dua aspek yang saat ini menjadi perhatian pihaknya setelah diketahui ketiga pasien positif terjangkit flu babi.     Pihaknya kini terus melacak keberadaan penumpang maskapai AirAsia AK 456 dan meningkatkan penanganan perawatan medis di RSUP H Adam Malik. Saat ini Dinkes sudah menginstruksikan dinas di kabupaten/ kota untuk mencari warga Sumut yang berada dalam satu pesawat tersebut.    Hal ini diperlukan guna mengetahui kondisi kesehatan penumpang lainnya, selain 12 pasien yang masih dirawat di RSUP H Adam Malik. Terkait status positif flu babi ketiga pasien, dia mengimbau warga Sumut untuk lebih waspada. Namun, dia meminta tidak cemas terhadap penyebaran flu yang bermula dari Meksiko ini.     Menurutnya, penyebaran virus ini tidak berasal dari wilayah Sumut, tapi dibawa dari luar saat pasien satu keluarga tersebut berlibur dari Thailand dan Malaysia. &amp;quot;Tingkat kematian dari dampak penyakit ini juga kecil. Paling penting, masyarakat menjaga kondisi tubuh, memerhatikan perilaku hidup sehat, dan kurangi bepergian ke luar negeri,&amp;quot; paparnya.  </description><content:encoded>MEDAN - Tiga warga Kota Medan, Sumatera Utara positif terjangkit virus flu A (H1N1) atau flu babi. Mereka adalah VC, 20, WKC,9, dan CV, 17.    Ketiga warga Jalan Japaris Medan itu merupakan pasien suspect flu babi yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan sejak Rabu (1/7). &amp;quot;Ketiganya sudah positif (flu babi). Setelah sampel darahnya diperiksa sejak mereka datang dan Selasa (7/7) kami ketahui hasilnya,&amp;quot; ujar Direktur Medik RSUP H Adam Malik Medan Dr Azwan Lubis di Medan tadi malam.    Ketua Tim Penanganan Flu Babi RSUP H Adam Malik Prof dr Luhur Soeroso SpP membenarkan status ketiga pasien. Menurut dia, tiga pasien positif flu babi itu merupakan satu keluarga suspect H1N1 yang pertama kali di rawat di RSUP H Adam Malik. &amp;quot;Ketiga pasien itu masih satu keluarga dari lima pasien suspect yang pertama masuk,&amp;quot;ungkapnya.    Menurut Soeroso, penetapan status ketiga pasien tersebut merupakan hasil diagnosa dari Litbangkes Departemen Kesehatan (Depkes) yang hasilnya baru diumumkan Selasa (7/7). &amp;quot;Hasil pengujian sampel itu sudah kami terima dan kami baru mengetahui kalau ketiganya positif,&amp;quot;katanya. Guna mengantisipasi penyebaran virus ini terhadap pasien lain, ketiganya saat ini sudah dipisahkan dari ruang isolasi tempat pasien suspect lainnya dirawat. &amp;quot;Pemeriksaan pasien terus kami pantau perkembangannya,&amp;quot; ujarnya.     Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dr Chandra Syafei SpOG menyatakan, ada dua aspek yang saat ini menjadi perhatian pihaknya setelah diketahui ketiga pasien positif terjangkit flu babi.     Pihaknya kini terus melacak keberadaan penumpang maskapai AirAsia AK 456 dan meningkatkan penanganan perawatan medis di RSUP H Adam Malik. Saat ini Dinkes sudah menginstruksikan dinas di kabupaten/ kota untuk mencari warga Sumut yang berada dalam satu pesawat tersebut.    Hal ini diperlukan guna mengetahui kondisi kesehatan penumpang lainnya, selain 12 pasien yang masih dirawat di RSUP H Adam Malik. Terkait status positif flu babi ketiga pasien, dia mengimbau warga Sumut untuk lebih waspada. Namun, dia meminta tidak cemas terhadap penyebaran flu yang bermula dari Meksiko ini.     Menurutnya, penyebaran virus ini tidak berasal dari wilayah Sumut, tapi dibawa dari luar saat pasien satu keluarga tersebut berlibur dari Thailand dan Malaysia. &amp;quot;Tingkat kematian dari dampak penyakit ini juga kecil. Paling penting, masyarakat menjaga kondisi tubuh, memerhatikan perilaku hidup sehat, dan kurangi bepergian ke luar negeri,&amp;quot; paparnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
