<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RS Sardjito Rawat Pasien Suspect Flu Babi</title><description>Flu babi dari hari ke hari kian menyebar. Kali ini seorang pelajar perempuan bernisial AR (18) dari Sleman, DIY, diduga suspect flu babi dan harus menjalani perawatan di Ruang Isolasi Kartika RS dr Sardjito. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/10/1/237539/rs-sardjito-rawat-pasien-suspect-flu-babi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/07/10/1/237539/rs-sardjito-rawat-pasien-suspect-flu-babi"/><item><title>RS Sardjito Rawat Pasien Suspect Flu Babi</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/10/1/237539/rs-sardjito-rawat-pasien-suspect-flu-babi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/07/10/1/237539/rs-sardjito-rawat-pasien-suspect-flu-babi</guid><pubDate>Jum'at 10 Juli 2009 13:24 WIB</pubDate><dc:creator>Satria Nugraha</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  YOGYAKARTA - Flu babi dari hari ke hari kian menyebar. Kali ini seorang pelajar perempuan bernisial AR (18) dari Sleman, DIY, diduga suspect flu babi dan harus menjalani perawatan di Ruang Isolasi Kartika RS dr Sardjito.   AR bersama seorang temannya yang telah dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta ini diduga suspect flu babi setelah mengikuti pertukaran pelajar di California AS. &amp;quot;Saat ini AR dirawat di bangsal khusus,&amp;quot; terang Kepala Humas RS dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho, Jumat (10/7/2009).  Heru menjelaskan, AR datang dari California melalui Bandara Sukarno Hatta pada 9 Juli kemarin. Teman AR sendiri telah terdeteksi suspect flu babi sebelum akhirnya dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta. Sementara AR yang langsung ke Yogya melalui bandara Adi Sucipto juga terdeteksi suspect flu babi. Sehingga, dari Bandara kemudian dirujuk ke RS Sardjito.  &amp;quot;AR dibawa dari bandara Adi Sucipto dengan prosedur pengamanan flu babi,&amp;quot; katanya.  Saat ini, kata Heru, AR tengah mendapatkan perawatan secara optimal, dia juga diberikan obat tamiflu. AR mendapat pengawasan ketat dari tim medis. Specimen pasien AR juga telah dikirim ke Balitbangkes di Jakarta untuk bisa dipastikan apakah positif flu babi atau tidak.  &amp;quot;Specimen dikirim kemarin. Kemungkinan hari ini atau besok hasilnya dapat diketahui,&amp;quot; pungkas Heru.    </description><content:encoded>  YOGYAKARTA - Flu babi dari hari ke hari kian menyebar. Kali ini seorang pelajar perempuan bernisial AR (18) dari Sleman, DIY, diduga suspect flu babi dan harus menjalani perawatan di Ruang Isolasi Kartika RS dr Sardjito.   AR bersama seorang temannya yang telah dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta ini diduga suspect flu babi setelah mengikuti pertukaran pelajar di California AS. &amp;quot;Saat ini AR dirawat di bangsal khusus,&amp;quot; terang Kepala Humas RS dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho, Jumat (10/7/2009).  Heru menjelaskan, AR datang dari California melalui Bandara Sukarno Hatta pada 9 Juli kemarin. Teman AR sendiri telah terdeteksi suspect flu babi sebelum akhirnya dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta. Sementara AR yang langsung ke Yogya melalui bandara Adi Sucipto juga terdeteksi suspect flu babi. Sehingga, dari Bandara kemudian dirujuk ke RS Sardjito.  &amp;quot;AR dibawa dari bandara Adi Sucipto dengan prosedur pengamanan flu babi,&amp;quot; katanya.  Saat ini, kata Heru, AR tengah mendapatkan perawatan secara optimal, dia juga diberikan obat tamiflu. AR mendapat pengawasan ketat dari tim medis. Specimen pasien AR juga telah dikirim ke Balitbangkes di Jakarta untuk bisa dipastikan apakah positif flu babi atau tidak.  &amp;quot;Specimen dikirim kemarin. Kemungkinan hari ini atau besok hasilnya dapat diketahui,&amp;quot; pungkas Heru.    </content:encoded></item></channel></rss>
