<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naik di Ngawi, Pemilik Tas Mutilasi Seorang Pria</title><description>Dalam pemeriksaan di Mapolsektabes Umbulharjo, Kondektur Bus Sumber Kecono, Madenan (45) mengaku dirinya sempat dibantu seorang laki-laki yang diduga kuat pemilik tas kain berisi potongan tubuh manusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/11/1/237724/naik-di-ngawi-pemilik-tas-mutilasi-seorang-pria</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/07/11/1/237724/naik-di-ngawi-pemilik-tas-mutilasi-seorang-pria"/><item><title>Naik di Ngawi, Pemilik Tas Mutilasi Seorang Pria</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/11/1/237724/naik-di-ngawi-pemilik-tas-mutilasi-seorang-pria</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/07/11/1/237724/naik-di-ngawi-pemilik-tas-mutilasi-seorang-pria</guid><pubDate>Sabtu 11 Juli 2009 03:27 WIB</pubDate><dc:creator>Daru Waskita</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>YOGYAKARTA - Dalam pemeriksaan di Mapolsektabes Umbulharjo, Kondektur Bus Sumber Kecono, Madenan (45) mengaku dirinya sempat dibantu seorang laki-laki yang diduga kuat pemilik tas kain berisi potongan tubuh manusia.&amp;quot;Sebelum sampai Ngawi, Jawa Timur, ada tas yang hamir terjatuh. Saya mencoba merapikannya dibantu seorang laki-laki yang kemungkinan besar pemilik tas,&amp;quot; kata Madenan di Mapolsektabes Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (10/7/2009).Menurut warga Sumber Agung, Perak, Jombang, Jawa Timur ini, dirinya tidak memperhatikan betul laki-laki yang membantunya. Bahkan lupa dengan warna baju maupun perawakannya karena tidak menaruh curiga sama sekali.&amp;quot;Yang saya ingat adalah pria dan tidak menggunakan jaket seperti penumpang yang lainnya. Saat itu penumpang bus juga sedang ramai,&amp;quot; ujarnyaMadenan memastikan, selama perjalanan dari solo hingga Yogyakarta, busnya tidak menaikkan penumpang. Sehingga kemungkinan pria yang membawa tas tersebut naik sebelum Ngawi, Jawa Timur.&amp;quot;Sejak memasuki Jawa tengah bus tidak lagi menaikkan penumpang, sehingga pria yang membawa tas hitam merupakan penumpang dari Jawa Timur,&amp;quot; tandasnyaLebih lanjut Madenan menambahkan, cara orang mengemas potongan tubuh juga sangat rapi. Karena saat dibuka tas yang berisi tangan dan kepala tidak ada darah yang menetes sama sekali.&amp;quot;Tas itu sangat rapi, tak ada tetesan darah sehingga kita tidak curiga. Setelah dibuka baru diketahui isinya potongan tubuh manusia,&amp;quot; pungkasnya.  </description><content:encoded>YOGYAKARTA - Dalam pemeriksaan di Mapolsektabes Umbulharjo, Kondektur Bus Sumber Kecono, Madenan (45) mengaku dirinya sempat dibantu seorang laki-laki yang diduga kuat pemilik tas kain berisi potongan tubuh manusia.&amp;quot;Sebelum sampai Ngawi, Jawa Timur, ada tas yang hamir terjatuh. Saya mencoba merapikannya dibantu seorang laki-laki yang kemungkinan besar pemilik tas,&amp;quot; kata Madenan di Mapolsektabes Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (10/7/2009).Menurut warga Sumber Agung, Perak, Jombang, Jawa Timur ini, dirinya tidak memperhatikan betul laki-laki yang membantunya. Bahkan lupa dengan warna baju maupun perawakannya karena tidak menaruh curiga sama sekali.&amp;quot;Yang saya ingat adalah pria dan tidak menggunakan jaket seperti penumpang yang lainnya. Saat itu penumpang bus juga sedang ramai,&amp;quot; ujarnyaMadenan memastikan, selama perjalanan dari solo hingga Yogyakarta, busnya tidak menaikkan penumpang. Sehingga kemungkinan pria yang membawa tas tersebut naik sebelum Ngawi, Jawa Timur.&amp;quot;Sejak memasuki Jawa tengah bus tidak lagi menaikkan penumpang, sehingga pria yang membawa tas hitam merupakan penumpang dari Jawa Timur,&amp;quot; tandasnyaLebih lanjut Madenan menambahkan, cara orang mengemas potongan tubuh juga sangat rapi. Karena saat dibuka tas yang berisi tangan dan kepala tidak ada darah yang menetes sama sekali.&amp;quot;Tas itu sangat rapi, tak ada tetesan darah sehingga kita tidak curiga. Setelah dibuka baru diketahui isinya potongan tubuh manusia,&amp;quot; pungkasnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
