<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tolak Evakuasi, Korban Kebakaran Dihajar Petugas </title><description>Rencana proses evakuasi ribuan warga korban kebakaran yang akan dipindahkan dari tenda-tenda darurat di Lapangan Salero ke gedung sanggar kegiatan belajar (SKB) Ternate, diwarnai kericuhan. Akibatnya, proses tersebut nyaris tertunda dan berujung kekerasan saat seorang warga jadi bulan-bulanan petugas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/11/1/237830/tolak-evakuasi-korban-kebakaran-dihajar-petugas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/07/11/1/237830/tolak-evakuasi-korban-kebakaran-dihajar-petugas"/><item><title>Tolak Evakuasi, Korban Kebakaran Dihajar Petugas </title><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/11/1/237830/tolak-evakuasi-korban-kebakaran-dihajar-petugas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/07/11/1/237830/tolak-evakuasi-korban-kebakaran-dihajar-petugas</guid><pubDate>Sabtu 11 Juli 2009 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rival Fahmi</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>TERNATE - Rencana proses evakuasi ribuan warga korban kebakaran yang akan dipindahkan dari tenda-tenda darurat di Lapangan Salero ke gedung sanggar kegiatan belajar (SKB) Ternate, diwarnai kericuhan. Akibatnya, proses tersebut nyaris tertunda dan berujung kekerasan saat seorang warga jadi bulan-bulanan petugas.  Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sabtu (11/7/2009), pemuda yang diduga oknum mahasiswa salah satu perguruan tinggi di kota Ternate babak belur dihajar panitia penanggulangan korban bencana kebakaran yang tersinggung akibat kata-kata pemuda tersebut.  Apes bagi pria itu, sejumlah pejabat serta warga yang berada di lokasi ikut mengejar. Akibatnya, pemuda tersebut akhirnya menjadi bulan-bulanan massa. Beruntung, aparat keamanan berhasil mengamankannya dan digiring ke pos polisi terdekat.  Ulah pemuda itu terpicu adanya penolakan ribuan warga korban kebakaran kamis malam lalu tidak mau menempati lokasi penampungan baru yang disediakan Pemda setempat.  Warga yang umumnya bermata pencaharian pedagang kecil itu beralasan, lokasi yang disediakan pemerintah tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Pasalnya, jaraknya mencapai lima kilometer dari pemukiman mereka.  &amp;quot;Terlalu jauh dari pasar Gamalama dan pusat kota. Sementara kita sehari-hari mencari nafkah disekitar pemukiman situ,&amp;quot; tutur seorang pengungsi saat dikonfirmasi.  Warga bersikeras akan balik ke lokasi pemukiman mereka dan mengancam akan membangun diatas puing-puing rumah bekas kebakaran apabila pemerintah tetap mengevakuasi mereka ke tempat yang telah disediakan. Akan tetapi, proses evakuasi bisa berlangsung setelah walikota Ternate Syamsir Andili turun langsung ke lapangan dan berbincang dengan para pengungsi.  &amp;quot;Bukannya kami ingin menjauhkan, tapi lokasi penampungan tenda ini jauh dari standar sehat terutama bagi anak-anak. Jadi kami sangat mengharapkan kesediaan warga untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif,&amp;quot; kata walikota.  Warga pengungsi pun akhirnya mau untuk dievakuasi ke lokasi SKB yang terletak di kelurahan Toloko itu. Hingga pukul 18.00 WIT, proses evakuasi sementara berlangsung dimana setiap tenda dari yang telah dievakuasi langsung dibongkar petugas.    </description><content:encoded>TERNATE - Rencana proses evakuasi ribuan warga korban kebakaran yang akan dipindahkan dari tenda-tenda darurat di Lapangan Salero ke gedung sanggar kegiatan belajar (SKB) Ternate, diwarnai kericuhan. Akibatnya, proses tersebut nyaris tertunda dan berujung kekerasan saat seorang warga jadi bulan-bulanan petugas.  Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sabtu (11/7/2009), pemuda yang diduga oknum mahasiswa salah satu perguruan tinggi di kota Ternate babak belur dihajar panitia penanggulangan korban bencana kebakaran yang tersinggung akibat kata-kata pemuda tersebut.  Apes bagi pria itu, sejumlah pejabat serta warga yang berada di lokasi ikut mengejar. Akibatnya, pemuda tersebut akhirnya menjadi bulan-bulanan massa. Beruntung, aparat keamanan berhasil mengamankannya dan digiring ke pos polisi terdekat.  Ulah pemuda itu terpicu adanya penolakan ribuan warga korban kebakaran kamis malam lalu tidak mau menempati lokasi penampungan baru yang disediakan Pemda setempat.  Warga yang umumnya bermata pencaharian pedagang kecil itu beralasan, lokasi yang disediakan pemerintah tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Pasalnya, jaraknya mencapai lima kilometer dari pemukiman mereka.  &amp;quot;Terlalu jauh dari pasar Gamalama dan pusat kota. Sementara kita sehari-hari mencari nafkah disekitar pemukiman situ,&amp;quot; tutur seorang pengungsi saat dikonfirmasi.  Warga bersikeras akan balik ke lokasi pemukiman mereka dan mengancam akan membangun diatas puing-puing rumah bekas kebakaran apabila pemerintah tetap mengevakuasi mereka ke tempat yang telah disediakan. Akan tetapi, proses evakuasi bisa berlangsung setelah walikota Ternate Syamsir Andili turun langsung ke lapangan dan berbincang dengan para pengungsi.  &amp;quot;Bukannya kami ingin menjauhkan, tapi lokasi penampungan tenda ini jauh dari standar sehat terutama bagi anak-anak. Jadi kami sangat mengharapkan kesediaan warga untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif,&amp;quot; kata walikota.  Warga pengungsi pun akhirnya mau untuk dievakuasi ke lokasi SKB yang terletak di kelurahan Toloko itu. Hingga pukul 18.00 WIT, proses evakuasi sementara berlangsung dimana setiap tenda dari yang telah dievakuasi langsung dibongkar petugas.    </content:encoded></item></channel></rss>
