<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Buruk Muka Pers Dibelah</title><description>Direktur Eksekutif Pedoman Indonesia Fadjroel Rahman menyayangkan komentar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut media memelintir pidatonya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/23/1/241385/sby-buruk-muka-pers-dibelah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/07/23/1/241385/sby-buruk-muka-pers-dibelah"/><item><title>SBY Buruk Muka Pers Dibelah</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/07/23/1/241385/sby-buruk-muka-pers-dibelah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/07/23/1/241385/sby-buruk-muka-pers-dibelah</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2009 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAKARTA - Direktur Eksekutif Pedoman Indonesia Fadjroel Rahman menyayangkan komentar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut media memelintir pidatonya.Komentar SBY tersebut sangat tidak mencerminkan sikap seorang negarawan. &amp;quot;Ini artinya buruk muka pers dibelah. Setelah berpidato menakut-nakuti masyarakat, tendensius dan provokatif, sekarang menakut-nakuti pers,&amp;quot; ujar Fadjroel melalui rilis kepada okezone di Jakarta, Kamis (23/7/2009).    Sikap semacam itu menurut Fadjroel sangat tidak layak diucapkan seorang kepala negara. Pada tahap selanjutnya sikap semi otoriter dan tak mau kalah di atas dapat membahayakan demokrasi di Indonesia.    &amp;quot;SBY seharusnya meminta maaf terbuka kepada publik untuk kekeliruan pidatonya. Bukannya malah membela diri tanpa fakta baru yang akurat,&amp;quot; pungkasnya.    Saat memberikan arahan dalam acara Rakornas Partai Demokrat di PRJ Kemayoran tadi malam, SBY menegaskan pidatonya dalam menyikapi bom di Kuningan dipelintir oleh media.    &amp;quot;Pernyataan saya jelas dan gamblang, kata demi kata, kalimat demi kalimat. Namun yang terjadi itu berubah di media massa. Atau dalam bahasa politiknya dipelintir dan diputarbalik,&amp;quot; ujar SBY.  Â     </description><content:encoded>  JAKARTA - Direktur Eksekutif Pedoman Indonesia Fadjroel Rahman menyayangkan komentar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut media memelintir pidatonya.Komentar SBY tersebut sangat tidak mencerminkan sikap seorang negarawan. &amp;quot;Ini artinya buruk muka pers dibelah. Setelah berpidato menakut-nakuti masyarakat, tendensius dan provokatif, sekarang menakut-nakuti pers,&amp;quot; ujar Fadjroel melalui rilis kepada okezone di Jakarta, Kamis (23/7/2009).    Sikap semacam itu menurut Fadjroel sangat tidak layak diucapkan seorang kepala negara. Pada tahap selanjutnya sikap semi otoriter dan tak mau kalah di atas dapat membahayakan demokrasi di Indonesia.    &amp;quot;SBY seharusnya meminta maaf terbuka kepada publik untuk kekeliruan pidatonya. Bukannya malah membela diri tanpa fakta baru yang akurat,&amp;quot; pungkasnya.    Saat memberikan arahan dalam acara Rakornas Partai Demokrat di PRJ Kemayoran tadi malam, SBY menegaskan pidatonya dalam menyikapi bom di Kuningan dipelintir oleh media.    &amp;quot;Pernyataan saya jelas dan gamblang, kata demi kata, kalimat demi kalimat. Namun yang terjadi itu berubah di media massa. Atau dalam bahasa politiknya dipelintir dan diputarbalik,&amp;quot; ujar SBY.  Â     </content:encoded></item></channel></rss>
