<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>YLBHI: Presiden &amp; Menlu Cuci Tangan di Kasus David</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda terkesan cuci tangan terhadap kasus David Hartanto, mahasiswa Indonesia yang tewas di Nanyang Technology University (NTU), Singapura.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/08/04/1/244952/ylbhi-presiden-menlu-cuci-tangan-di-kasus-david</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/08/04/1/244952/ylbhi-presiden-menlu-cuci-tangan-di-kasus-david"/><item><title>YLBHI: Presiden &amp; Menlu Cuci Tangan di Kasus David</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/08/04/1/244952/ylbhi-presiden-menlu-cuci-tangan-di-kasus-david</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/08/04/1/244952/ylbhi-presiden-menlu-cuci-tangan-di-kasus-david</guid><pubDate>Selasa 04 Agustus 2009 16:38 WIB</pubDate><dc:creator>Irma Yani</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda terkesan cuci tangan terhadap kasus David Hartanto, mahasiswa Indonesia yang tewas di Nanyang Technology University (NTU), Singapura.  Hal itu dikatakan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra M Zein saat jumpa pers &amp;quot;Upaya membawa kasus pembunuhan David ke Mahkamah Internasional&amp;quot; di Intiland Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (4/8/2009).  &amp;quot;Saya prihatin kepada pemerintah mulai dari SBY, Menlu, yang terkesan cuci tangan pada kasus David. Padahal David sedang menuntut ilmu, maka proses hukum harusnya perlu mendapat dukungan,&amp;quot; tutur Patra.  Dia menambahkan, pihaknya tidak akan tinggal diam. Oleh karena itu, mekanisme nasional dan internasional akan dipelajari sebelumnya untuk memproses kasus ini.  &amp;quot;Seharusnya, sesuai dengan UUD 1945 perlindungan HAM adalah utamanya kewajiban negara, di mana negara itu adalah pemerintah. Tapi sejauh ini pemerintah seakan tak mau tahu,&amp;quot; tandas dia.  </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda terkesan cuci tangan terhadap kasus David Hartanto, mahasiswa Indonesia yang tewas di Nanyang Technology University (NTU), Singapura.  Hal itu dikatakan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra M Zein saat jumpa pers &amp;quot;Upaya membawa kasus pembunuhan David ke Mahkamah Internasional&amp;quot; di Intiland Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (4/8/2009).  &amp;quot;Saya prihatin kepada pemerintah mulai dari SBY, Menlu, yang terkesan cuci tangan pada kasus David. Padahal David sedang menuntut ilmu, maka proses hukum harusnya perlu mendapat dukungan,&amp;quot; tutur Patra.  Dia menambahkan, pihaknya tidak akan tinggal diam. Oleh karena itu, mekanisme nasional dan internasional akan dipelajari sebelumnya untuk memproses kasus ini.  &amp;quot;Seharusnya, sesuai dengan UUD 1945 perlindungan HAM adalah utamanya kewajiban negara, di mana negara itu adalah pemerintah. Tapi sejauh ini pemerintah seakan tak mau tahu,&amp;quot; tandas dia.  </content:encoded></item></channel></rss>
