<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebih Berbahaya Tapi DBD Kalah Tenar dari H1N1</title><description>Penyakit demam berdarah dengue (DBD) sebenarnya jauh lebih berbahaya jika dibandingkan dengan penyebaran virus H1N1 atau lebih dikenal dengan flu babi.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/08/05/1/245248/lebih-berbahaya-tapi-dbd-kalah-tenar-dari-h1n1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/08/05/1/245248/lebih-berbahaya-tapi-dbd-kalah-tenar-dari-h1n1"/><item><title>Lebih Berbahaya Tapi DBD Kalah Tenar dari H1N1</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/08/05/1/245248/lebih-berbahaya-tapi-dbd-kalah-tenar-dari-h1n1</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/08/05/1/245248/lebih-berbahaya-tapi-dbd-kalah-tenar-dari-h1n1</guid><pubDate>Rabu 05 Agustus 2009 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Gugi Nurfajar</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) sebenarnya jauh lebih berbahaya jika dibandingkan dengan penyebaran virus H1N1 atau lebih dikenal dengan flu babi.  Namun, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama, menyayangkan kenapa media hanya mengekspos virus H1N1 dibandingkan penyakit yang muncul karena nyamuk itu.  &amp;quot;Padahal DBD lebih berbahaya dari H1N1, meskipun H1NI penyebarannya lebih cepat. Tingkat kematian DBD lebih tinggi dibandingkan H1N1,&amp;quot; kata Tjandra Yoga di Kantor Departemen Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (5/8/2009).  Dia mengimbau, agar masyarakat peduli dan berperan aktif menanggulangi penyakit yang biasa muncul saat musim penghujan dan banjir itu.  Dari tiga cara pencegahan DBD atau biasa dikenal 3M, Menguras bak mandi, Menutup rapat penampungan air, dan Mengubur atau menimbun barang bekas yang dapat menampung air, menurut Tjandra Yoga hanya satu yang sulit.  &amp;quot;Menimbun barang yang sulit karena keterbatasan lahan,&amp;quot; tandasnya.  Depkes mencatat, terdapat 14 titik dengan tingkat kasus DBD tertinggi diantaranya Medan, Padang, Bandar Lampung, Jakarta, Depok, Bekasi, Cimahi, Surabaya, Mataram, Balikpapan, Manado, Makassar, dan Sorong.   Di Jakarta sendiri pada 2008 terdapat 28.361 kasus DB. Sedangkan di Indonesia pada 2008 tercatat ada 136.399 kasus demam berdarah, yang Â memakan korban jiwa sebanyak 1.170 orang di mana kebanyakan menimpa anak-anak.  </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) sebenarnya jauh lebih berbahaya jika dibandingkan dengan penyebaran virus H1N1 atau lebih dikenal dengan flu babi.  Namun, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama, menyayangkan kenapa media hanya mengekspos virus H1N1 dibandingkan penyakit yang muncul karena nyamuk itu.  &amp;quot;Padahal DBD lebih berbahaya dari H1N1, meskipun H1NI penyebarannya lebih cepat. Tingkat kematian DBD lebih tinggi dibandingkan H1N1,&amp;quot; kata Tjandra Yoga di Kantor Departemen Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (5/8/2009).  Dia mengimbau, agar masyarakat peduli dan berperan aktif menanggulangi penyakit yang biasa muncul saat musim penghujan dan banjir itu.  Dari tiga cara pencegahan DBD atau biasa dikenal 3M, Menguras bak mandi, Menutup rapat penampungan air, dan Mengubur atau menimbun barang bekas yang dapat menampung air, menurut Tjandra Yoga hanya satu yang sulit.  &amp;quot;Menimbun barang yang sulit karena keterbatasan lahan,&amp;quot; tandasnya.  Depkes mencatat, terdapat 14 titik dengan tingkat kasus DBD tertinggi diantaranya Medan, Padang, Bandar Lampung, Jakarta, Depok, Bekasi, Cimahi, Surabaya, Mataram, Balikpapan, Manado, Makassar, dan Sorong.   Di Jakarta sendiri pada 2008 terdapat 28.361 kasus DB. Sedangkan di Indonesia pada 2008 tercatat ada 136.399 kasus demam berdarah, yang Â memakan korban jiwa sebanyak 1.170 orang di mana kebanyakan menimpa anak-anak.  </content:encoded></item></channel></rss>
