<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Siswa SMP Positif AH1N1</title><description>Penyebaran visu flu babi (H1N1) di Kabupaten Mojokerto sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Dinkes setempat menyatakan kejadian luar biasa (KLB), setelah dua sisa-siswi SMPN 1 Ngoro dinyatakan positif flu babi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/08/12/1/247143/dua-siswa-smp-positif-ah1n1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/08/12/1/247143/dua-siswa-smp-positif-ah1n1"/><item><title>Dua Siswa SMP Positif AH1N1</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/08/12/1/247143/dua-siswa-smp-positif-ah1n1</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/08/12/1/247143/dua-siswa-smp-positif-ah1n1</guid><pubDate>Rabu 12 Agustus 2009 02:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tritus Julan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>MOJOKERTO - Penyebaran visu flu babi (H1N1) di Kabupaten Mojokerto sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Dinkes setempat menyatakan kejadian luar biasa (KLB), setelah dua sisa-siswi SMPN 1 Ngoro dinyatakan positif flu babi.Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto Noer Windijantoro mengungkapkan, Sabtu 8 Agustus lalu pihaknya telah mengirimkan 5 sampel dahak siswa SMPN 1 Ngoro ke laboraturium di Surabaya. Hasilnya, dua siswa putra dan putri tersebut positif terserang flu babi.&amp;quot;Tadi malamÂ  hasil itu disampaikan,&amp;quot; terang Noer Windijantoro saat ditemui di sela-sela pemeriksaan kesehatan siswa di SMPN 1 Ngoro, Selasa (11/8/2009).Dikatakan, dua siswa tersebut lantas dirawat di RSUD dr Soekandar Mojosari untuk mendapatkan perawatan yang intensif. Sementara terhadap siswa lainnya, pihaknya telah memberlakukan wajib memakai masker di lingkungan sekolah. Langkah ini kata dia, agar penyebaran virus tersebut tak menjalar kepada siswa lainnya.&amp;quot;Dan kami menyatakan ini adalah KLB,&amp;quot; katanya. Dengan ditetapkannya status KLB di wilayahnya, dia akan lebih intensif untuk memantau kesehatan siswa di semua sekolah, termasuk pondok pesantren. Juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dindik) setempat untuk menyosialisasikan penggunaan masker bagi siswa maupun guru yang terserang flu dan batuk.&amp;quot;Sementara itu kita akan tangani siswa yang positif ini,&amp;quot; tegasnya.dr Wilis Puspita Dewi, Kepala Puskesmas Kecamatan Ngoro mengungkapkan, sebenarnya pemeriksaan kesehatan siswa-siswi di SMPN 1 Ngoro ini telah dilakukan sejak Rabu 5 April lalu. Sehari sebelumnya, dia mendapatkan laporan dari pihak sekolah jika ada banyak siswa yang terserang flu dan batuk.Hasil pemeriksaan pun cukup mengagetkan. Ada 117 orang yang terserang flu dan batuk. &amp;quot;Hari pertama cukup banyak. Dari 117 itu, 20 diantaranya adalah guru,&amp;quot; terang Wilis. Karena hasil yang mengkhawatirkan, pihaknya kembali melakukan pemeriksaan dihari berikutnya, Kamis 6 Agustus. Hasilnya, ada 12 siswa yang terserang flu dan batuk. Sementara angka itu naik kembali pada haru berikutnya dengan jumlah siswa yang terserang flu dan batuk sebanyak 39 orang.&amp;quot;Hari Sabtunya, kami mengirim lima sampel dahak siswa,&amp;quot; katanya.Namun demikian lanjut Wilis, dari sekitar 200 orang yang terserang flu dan batruk itu, rata-rata kondisinya telah membaik, setelah pihaknya memberikan obat setelah pemeriksaan. Di antaranya amoxilin, paracetamol, CTM dan DGL.&amp;quot;Suhu tubuhnya bervariasi. Tapi sudah banyak yang mulai membaik. Angka 200 orang itu, belum mereka yang tidak masuk sekolah,&amp;quot; terang Wilis.Sementara mewabahnya penyakit flu dan batuk di lingkungan SMPN 1 Ngoro itu membuat pihak sekolah was-was. Mulai kemarin, semua siswa diwajibkan menggunakan masker di dalam lingkungan sekolah maupun kelas.Tak hanya siswa, sejumlah guru pun diwajibkan menggunakan penutup mulut dan hidung itu. Beberapa siswa juga mengaku khawatir jika virus AH1N1 menyerang mereka.&amp;quot;Tentu saja kami khawatir. Karena banyak siswa yang sakit,&amp;quot; kata Fitri, salah satu siswa ruang VIII A kelas SBI.Dikatakan, beberapa hari lalu bahkan di kelasnya hanya tersisa 7 orang dari 23 siswa. Selebihnya tak masuk sekolah dengan izin sakit dan diketahui terserang flu dan batuk. Kondisi ini juga diikuti beberapa kelas lainnya.&amp;quot;Hari ini sudah mulai banyak yang masuk sekolah,&amp;quot; katanya. Mulyadi, Kepala UKS SMPN 1 Ngoro mengaku, awal penyebaran flu dan batuk itu bermula dari kelas VIII A SBI. Menurutnya, setelah ada beberapa siswa yang terserang flu di kelas itu, kemudian menjalar ke kelas yang lain. &amp;quot;Karena itu kami langsung melaporkan masalah ini ke puskesmas terdekat,&amp;quot; terang Mulyadi.Kepala Sekolah SMPN 1 Ngoro, Amin Suud, enggan memberikan komentar terkait banyaknya siswa yang terserang flu dan batuk, serta dua siswa yang dinyatakan posifit AH1N1 itu. Juga terkait adanya desakan dari beberapa guru yang meminta agar kegiatan belajar mengajar diliburkan sementara.&amp;quot;Saya tidak mau komentar. Biar Kepala Dinkes saja,&amp;quot; kata Amin.</description><content:encoded>MOJOKERTO - Penyebaran visu flu babi (H1N1) di Kabupaten Mojokerto sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Dinkes setempat menyatakan kejadian luar biasa (KLB), setelah dua sisa-siswi SMPN 1 Ngoro dinyatakan positif flu babi.Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto Noer Windijantoro mengungkapkan, Sabtu 8 Agustus lalu pihaknya telah mengirimkan 5 sampel dahak siswa SMPN 1 Ngoro ke laboraturium di Surabaya. Hasilnya, dua siswa putra dan putri tersebut positif terserang flu babi.&amp;quot;Tadi malamÂ  hasil itu disampaikan,&amp;quot; terang Noer Windijantoro saat ditemui di sela-sela pemeriksaan kesehatan siswa di SMPN 1 Ngoro, Selasa (11/8/2009).Dikatakan, dua siswa tersebut lantas dirawat di RSUD dr Soekandar Mojosari untuk mendapatkan perawatan yang intensif. Sementara terhadap siswa lainnya, pihaknya telah memberlakukan wajib memakai masker di lingkungan sekolah. Langkah ini kata dia, agar penyebaran virus tersebut tak menjalar kepada siswa lainnya.&amp;quot;Dan kami menyatakan ini adalah KLB,&amp;quot; katanya. Dengan ditetapkannya status KLB di wilayahnya, dia akan lebih intensif untuk memantau kesehatan siswa di semua sekolah, termasuk pondok pesantren. Juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dindik) setempat untuk menyosialisasikan penggunaan masker bagi siswa maupun guru yang terserang flu dan batuk.&amp;quot;Sementara itu kita akan tangani siswa yang positif ini,&amp;quot; tegasnya.dr Wilis Puspita Dewi, Kepala Puskesmas Kecamatan Ngoro mengungkapkan, sebenarnya pemeriksaan kesehatan siswa-siswi di SMPN 1 Ngoro ini telah dilakukan sejak Rabu 5 April lalu. Sehari sebelumnya, dia mendapatkan laporan dari pihak sekolah jika ada banyak siswa yang terserang flu dan batuk.Hasil pemeriksaan pun cukup mengagetkan. Ada 117 orang yang terserang flu dan batuk. &amp;quot;Hari pertama cukup banyak. Dari 117 itu, 20 diantaranya adalah guru,&amp;quot; terang Wilis. Karena hasil yang mengkhawatirkan, pihaknya kembali melakukan pemeriksaan dihari berikutnya, Kamis 6 Agustus. Hasilnya, ada 12 siswa yang terserang flu dan batuk. Sementara angka itu naik kembali pada haru berikutnya dengan jumlah siswa yang terserang flu dan batuk sebanyak 39 orang.&amp;quot;Hari Sabtunya, kami mengirim lima sampel dahak siswa,&amp;quot; katanya.Namun demikian lanjut Wilis, dari sekitar 200 orang yang terserang flu dan batruk itu, rata-rata kondisinya telah membaik, setelah pihaknya memberikan obat setelah pemeriksaan. Di antaranya amoxilin, paracetamol, CTM dan DGL.&amp;quot;Suhu tubuhnya bervariasi. Tapi sudah banyak yang mulai membaik. Angka 200 orang itu, belum mereka yang tidak masuk sekolah,&amp;quot; terang Wilis.Sementara mewabahnya penyakit flu dan batuk di lingkungan SMPN 1 Ngoro itu membuat pihak sekolah was-was. Mulai kemarin, semua siswa diwajibkan menggunakan masker di dalam lingkungan sekolah maupun kelas.Tak hanya siswa, sejumlah guru pun diwajibkan menggunakan penutup mulut dan hidung itu. Beberapa siswa juga mengaku khawatir jika virus AH1N1 menyerang mereka.&amp;quot;Tentu saja kami khawatir. Karena banyak siswa yang sakit,&amp;quot; kata Fitri, salah satu siswa ruang VIII A kelas SBI.Dikatakan, beberapa hari lalu bahkan di kelasnya hanya tersisa 7 orang dari 23 siswa. Selebihnya tak masuk sekolah dengan izin sakit dan diketahui terserang flu dan batuk. Kondisi ini juga diikuti beberapa kelas lainnya.&amp;quot;Hari ini sudah mulai banyak yang masuk sekolah,&amp;quot; katanya. Mulyadi, Kepala UKS SMPN 1 Ngoro mengaku, awal penyebaran flu dan batuk itu bermula dari kelas VIII A SBI. Menurutnya, setelah ada beberapa siswa yang terserang flu di kelas itu, kemudian menjalar ke kelas yang lain. &amp;quot;Karena itu kami langsung melaporkan masalah ini ke puskesmas terdekat,&amp;quot; terang Mulyadi.Kepala Sekolah SMPN 1 Ngoro, Amin Suud, enggan memberikan komentar terkait banyaknya siswa yang terserang flu dan batuk, serta dua siswa yang dinyatakan posifit AH1N1 itu. Juga terkait adanya desakan dari beberapa guru yang meminta agar kegiatan belajar mengajar diliburkan sementara.&amp;quot;Saya tidak mau komentar. Biar Kepala Dinkes saja,&amp;quot; kata Amin.</content:encoded></item></channel></rss>
