<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Positif Flu Babi Mencapai 872 Orang  </title><description>Badan Litbangkes Departemen Kesehatan (Depkes) melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 atau flu babi sebanyak 18 orang, 1 orang di antaranya meninggal. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/08/17/1/248647/kasus-positif-flu-babi-mencapai-872-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/08/17/1/248647/kasus-positif-flu-babi-mencapai-872-orang"/><item><title>Kasus Positif Flu Babi Mencapai 872 Orang  </title><link>https://news.okezone.com/read/2009/08/17/1/248647/kasus-positif-flu-babi-mencapai-872-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/08/17/1/248647/kasus-positif-flu-babi-mencapai-872-orang</guid><pubDate>Senin 17 Agustus 2009 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Dadan Muhammad Ramdan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Badan Litbangkes Departemen Kesehatan (Depkes) melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 atau flu babi sebanyak 18 orang, 1 orang di antaranya meninggal. Dalam rilis yang disiarkan Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Depkes, Senin (17/8/2009), Dirjen P2PL Depkes Tjandra Yoga Aditama mengatakan dengan tambahan kasus baru tersebut secara kumulatif kasus positif flu babi di Indonesia berjumlah 872 orang. Menurutnya, penyakit influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat namun dapat dicegah.&amp;quot;Cara yang efektif untuk mencegah yaitu menjaga kondisi tetap sehat yakni makan dengan gizi seimbang, beraktivitas fisik/berolahraga, istirahat yang cukup dan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),&amp;quot; paparnya.PHBS dilakukan dengan mencuci tangan pakai sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama lima hari. &amp;quot;Apabila dalam dua hari flu tidak juga membaik segera ke dokter,&amp;quot; ujar Tjandra.Dia menambahkan, upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi), penyiapan RS rujukan, penyiapan logistik, penguatan pelacakan kontak, penguatan surveilans ILI, penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).Di samping itu, juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit.  </description><content:encoded>JAKARTA - Badan Litbangkes Departemen Kesehatan (Depkes) melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 atau flu babi sebanyak 18 orang, 1 orang di antaranya meninggal. Dalam rilis yang disiarkan Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Depkes, Senin (17/8/2009), Dirjen P2PL Depkes Tjandra Yoga Aditama mengatakan dengan tambahan kasus baru tersebut secara kumulatif kasus positif flu babi di Indonesia berjumlah 872 orang. Menurutnya, penyakit influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat namun dapat dicegah.&amp;quot;Cara yang efektif untuk mencegah yaitu menjaga kondisi tetap sehat yakni makan dengan gizi seimbang, beraktivitas fisik/berolahraga, istirahat yang cukup dan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),&amp;quot; paparnya.PHBS dilakukan dengan mencuci tangan pakai sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama lima hari. &amp;quot;Apabila dalam dua hari flu tidak juga membaik segera ke dokter,&amp;quot; ujar Tjandra.Dia menambahkan, upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi), penyiapan RS rujukan, penyiapan logistik, penguatan pelacakan kontak, penguatan surveilans ILI, penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).Di samping itu, juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit.  </content:encoded></item></channel></rss>
