<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pangdam Diponegoro: Lihat Orang Bersorban, Laporkan Saja!</title><description>Berkaitan dengan diperiksanya 9 warga negara Filipina di Mapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Haryadi Soetanto meminta masyarakat harus lebih peka terhadap ancaman terorisme. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/08/17/1/248693/pangdam-diponegoro-lihat-orang-bersorban-laporkan-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/08/17/1/248693/pangdam-diponegoro-lihat-orang-bersorban-laporkan-saja"/><item><title>Pangdam Diponegoro: Lihat Orang Bersorban, Laporkan Saja!</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/08/17/1/248693/pangdam-diponegoro-lihat-orang-bersorban-laporkan-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/08/17/1/248693/pangdam-diponegoro-lihat-orang-bersorban-laporkan-saja</guid><pubDate>Senin 17 Agustus 2009 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Thomas Joko</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/08/17/1/248693/vg7C0QyIAW.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/08/17/1/248693/vg7C0QyIAW.jpg</image><title></title></images><description>SEMARANG - Berkaitan dengan diperiksanya 9 warga negara Filipina di Mapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Haryadi Soetanto meminta masyarakat harus lebih peka terhadap ancaman terorisme.&amp;quot;Jika ada orang asing memakai sorban dan jubah serta berjenggot, laporkan saja ke pihak keamanan. Masyarakat harus lebih peka terhadap hal-hal seperti itu,&amp;quot; tegas Pangdam usai mengikuti peringatan detik-detik Proklamasi di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Senin (17/8/2009).Dikatakan oleh Mayjen Haryadi Soetanto masyarakat Indonesia sekarang ini masih terlalu longgar. Pengamanan sudah dilakukan oleh TNI, namun kesadaran masyarakat terhadap ancaman-ancaman teror bom terlalu rendah.&amp;quot;Berulang kali terjadi ledakan bom tapi masyarakat malah menganggapnya sebagai sesuatu hal yang biasa. Kepekaan terhadap ancaman teror itu terlalu rendah,&amp;quot; katanya.Ditambahkan olehnya peristiwa di Temanggung tak perlu terjadi jika masyarakat berperan aktif dan peka terhadap ancaman terorisme.&amp;quot;Padahal potensi teror ada di negeri ini seperti ajaran-ajaran yang tidak benar, kemiskinan dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila,&amp;quot; jelas Pangdam.TNI, menurut Pangdam, sudah mengawasi pergerakan masuk keluar warga asing mulai dari pelabuhan serta jalur perbatasan bekerjasama dengan imigrasi.&amp;quot;Kita tidak bisa menghalang-halangi orang asing yang akan berwisata.Tapi kalau tidak jelas tujuannya datang ke Indonesia itu menjadi tugas polisi,&amp;quot; ujarnya.Mengenai 9 warga negara Filipina tersebut, Pangdam mengatakan telah diambil langkah-langkahnya oleh Polda Jateng, dan mereka akan dikembalikan ke negaranya.&amp;quot;Kalau tidak jelas tujuannya kesini, daripada ngerecokin dan membawa kerusuhan, pulangkan saja,&amp;quot; cetus Pangdam.Dia menambahkan bahwa harus mulai lebih tegas terhadap hal-hal seperti itu. Negara ini adalah negara hukum sehingga tidak bebas orang bisa keluar masuk seenaknya saja. (hri)</description><content:encoded>SEMARANG - Berkaitan dengan diperiksanya 9 warga negara Filipina di Mapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Haryadi Soetanto meminta masyarakat harus lebih peka terhadap ancaman terorisme.&amp;quot;Jika ada orang asing memakai sorban dan jubah serta berjenggot, laporkan saja ke pihak keamanan. Masyarakat harus lebih peka terhadap hal-hal seperti itu,&amp;quot; tegas Pangdam usai mengikuti peringatan detik-detik Proklamasi di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Senin (17/8/2009).Dikatakan oleh Mayjen Haryadi Soetanto masyarakat Indonesia sekarang ini masih terlalu longgar. Pengamanan sudah dilakukan oleh TNI, namun kesadaran masyarakat terhadap ancaman-ancaman teror bom terlalu rendah.&amp;quot;Berulang kali terjadi ledakan bom tapi masyarakat malah menganggapnya sebagai sesuatu hal yang biasa. Kepekaan terhadap ancaman teror itu terlalu rendah,&amp;quot; katanya.Ditambahkan olehnya peristiwa di Temanggung tak perlu terjadi jika masyarakat berperan aktif dan peka terhadap ancaman terorisme.&amp;quot;Padahal potensi teror ada di negeri ini seperti ajaran-ajaran yang tidak benar, kemiskinan dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila,&amp;quot; jelas Pangdam.TNI, menurut Pangdam, sudah mengawasi pergerakan masuk keluar warga asing mulai dari pelabuhan serta jalur perbatasan bekerjasama dengan imigrasi.&amp;quot;Kita tidak bisa menghalang-halangi orang asing yang akan berwisata.Tapi kalau tidak jelas tujuannya datang ke Indonesia itu menjadi tugas polisi,&amp;quot; ujarnya.Mengenai 9 warga negara Filipina tersebut, Pangdam mengatakan telah diambil langkah-langkahnya oleh Polda Jateng, dan mereka akan dikembalikan ke negaranya.&amp;quot;Kalau tidak jelas tujuannya kesini, daripada ngerecokin dan membawa kerusuhan, pulangkan saja,&amp;quot; cetus Pangdam.Dia menambahkan bahwa harus mulai lebih tegas terhadap hal-hal seperti itu. Negara ini adalah negara hukum sehingga tidak bebas orang bisa keluar masuk seenaknya saja. (hri)</content:encoded></item></channel></rss>
