<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Senjata Pindad Beredar Bebas di Pasar Gelap </title><description>Temuan senjata jenis SS1 buatan PT Pindad oleh aparat Bea dan Cukai Filipina mempertegas peran Indonesia dalam perdagangan senjata gelap di tingkat global.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/09/01/1/253176/senjata-pindad-beredar-bebas-di-pasar-gelap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/09/01/1/253176/senjata-pindad-beredar-bebas-di-pasar-gelap"/><item><title>Senjata Pindad Beredar Bebas di Pasar Gelap </title><link>https://news.okezone.com/read/2009/09/01/1/253176/senjata-pindad-beredar-bebas-di-pasar-gelap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/09/01/1/253176/senjata-pindad-beredar-bebas-di-pasar-gelap</guid><pubDate>Selasa 01 September 2009 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Lamtiur Kristin Natalia Malau</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/09/01/1/253176/CwAxFxSxbi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/09/01/1/253176/CwAxFxSxbi.jpg</image><title>Foto: Ist</title></images><description>JAKARTA - Temuan senjata jenis SS1 buatan PT Pindad oleh aparat Bea dan Cukai Filipina mempertegas peran Indonesia dalam perdagangan senjata gelap di tingkat global.  Pengamat intelijen Andi Wijayanto mengungkapkan, senjata yang diekspor oleh PT Pindad memang berpotensi bercampur dengan semjata-senjata ilegal dari seluruh dunia dan kemudian diselundupkan oleh negara pembeli ke negara-negara rawan konflik.  &amp;quot;50 persen senjata yang beredar di dunia adalah senjata ilegal. Memang Indonesia hanya 0,1 persen di antaranya,&amp;quot; kata Andi kepada okezone, Selasa (1/9/2009).  Senjata ilegal dengan nilai nominal mencapai USD4 miliar itu, biasanya diselundupkan ke Filipina dan Thailand, mengikuti tindak kejahatan narkoba, transnasinal, dan pencucuian uang yang berkembang di negara-negara tersebut.  &amp;quot;Mayoritas senjata yang diselundupkan adalah senjata bekas dari Uni Soviet,&amp;quot; tandasnya.    </description><content:encoded>JAKARTA - Temuan senjata jenis SS1 buatan PT Pindad oleh aparat Bea dan Cukai Filipina mempertegas peran Indonesia dalam perdagangan senjata gelap di tingkat global.  Pengamat intelijen Andi Wijayanto mengungkapkan, senjata yang diekspor oleh PT Pindad memang berpotensi bercampur dengan semjata-senjata ilegal dari seluruh dunia dan kemudian diselundupkan oleh negara pembeli ke negara-negara rawan konflik.  &amp;quot;50 persen senjata yang beredar di dunia adalah senjata ilegal. Memang Indonesia hanya 0,1 persen di antaranya,&amp;quot; kata Andi kepada okezone, Selasa (1/9/2009).  Senjata ilegal dengan nilai nominal mencapai USD4 miliar itu, biasanya diselundupkan ke Filipina dan Thailand, mengikuti tindak kejahatan narkoba, transnasinal, dan pencucuian uang yang berkembang di negara-negara tersebut.  &amp;quot;Mayoritas senjata yang diselundupkan adalah senjata bekas dari Uni Soviet,&amp;quot; tandasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
