<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lalu Lintas Jakarta Terancam Macet Total</title><description>Lalu lintas di Ibu Kota Jakarta yang kerap macet menjadi hal biasa. Jika dibiarkan, dikhawatirkan pada 2014 mendatang kemacetan ini akan lebih parah dan bahkan menjadi stagnasi atau lalu lintas sama sekali tak bergerak.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/09/03/1/254104/lalu-lintas-jakarta-terancam-macet-total</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/09/03/1/254104/lalu-lintas-jakarta-terancam-macet-total"/><item><title>Lalu Lintas Jakarta Terancam Macet Total</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/09/03/1/254104/lalu-lintas-jakarta-terancam-macet-total</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/09/03/1/254104/lalu-lintas-jakarta-terancam-macet-total</guid><pubDate>Kamis 03 September 2009 13:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/09/03/1/254104/bqmC8JteT4.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/09/03/1/254104/bqmC8JteT4.jpg</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }   JAKARTA - Lalu lintas di Ibu Kota Jakarta yang kerap macet menjadi hal biasa. Jika dibiarkan, dikhawatirkan pada 2014 mendatang kemacetan ini akan lebih parah dan bahkan menjadi stagnasi atau lalu lintas sama sekali tak bergerak.  Proyeksi itu merupakan hasil penelitian sebuah lembaga asing yang menunjukkan jika tidak ada pembenahan sistem prasarana jalan dan transportasi umum pada 2014, maka akan terjadi stagnasi.  &amp;quot;Begitu mobil keluar gang, langsung macet total,&amp;quot; kata peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat FEUI, Nuzul Achjar dalam acara Diskusi Rasio Panjang Jalan yang Memprihatinkan dii Menara Cakrawala, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2009).  Dia menambahkan, perkiraan stagnasi ini berdasarkan pada pertumbuhan jalan yang relatif ketat. &amp;quot;Sekitar 0,01 persen per tahun. Sedangkan pertumbuhan kendaraan di Jakarta rata-rata 11 persen per tahun,&amp;quot; paparnya.  Selain itu, perluasan jalan di Jakarta dinilai akan membuat Jakarta semakin macet. Solusi yang paling tepat menurut dia adalah membuat sarana Mass Rapid Transit (MRT).  Salah satu tindakan yang dianggap sebagai solusi ternyata tak banyak membantu. &amp;quot;Perluasan jalan tidak sebanding lurus dengan tujuan mengurangi kemacetan. Seperti Jalan Casablanca yang awalnya untuk mengurangi kemacetan Jalan Sudirman-Thamrin, namun tidak berpengaruh, malah menjadi macet,&amp;quot; tuturnya memberi tamsil.  Untuk itu, pemerintah diminta tidak lagi hanya menambah luas jalan yang hanya akan mendorong tingkat penjualan mobil dan menguntungkan agen tunggal pemegang merek (ATPM).  &amp;quot;ATPM ini selalu melobi pemerintah. Ketika menteri keuangan mendesak pemberian pajak progresif, mereka bereaksi dan mengadu pada menteri perindustrian dengan alasan kebijakan itu akan mematikan sektor industri,&amp;quot; imbuh Nuzul.  Solusi yang paling tepat, lanjut dia, terapkan pajak progresif dan uangnya digunakan untuk MRT. &amp;quot;Saya yakin penjualan mobil akan merosot. Pajak itu juga digunakan untuk membangun infrastruktur. Demikian juga dengan parkir yang harus dikelola oleh pemerintah,&amp;quot; cetusnya.  </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }   JAKARTA - Lalu lintas di Ibu Kota Jakarta yang kerap macet menjadi hal biasa. Jika dibiarkan, dikhawatirkan pada 2014 mendatang kemacetan ini akan lebih parah dan bahkan menjadi stagnasi atau lalu lintas sama sekali tak bergerak.  Proyeksi itu merupakan hasil penelitian sebuah lembaga asing yang menunjukkan jika tidak ada pembenahan sistem prasarana jalan dan transportasi umum pada 2014, maka akan terjadi stagnasi.  &amp;quot;Begitu mobil keluar gang, langsung macet total,&amp;quot; kata peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat FEUI, Nuzul Achjar dalam acara Diskusi Rasio Panjang Jalan yang Memprihatinkan dii Menara Cakrawala, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2009).  Dia menambahkan, perkiraan stagnasi ini berdasarkan pada pertumbuhan jalan yang relatif ketat. &amp;quot;Sekitar 0,01 persen per tahun. Sedangkan pertumbuhan kendaraan di Jakarta rata-rata 11 persen per tahun,&amp;quot; paparnya.  Selain itu, perluasan jalan di Jakarta dinilai akan membuat Jakarta semakin macet. Solusi yang paling tepat menurut dia adalah membuat sarana Mass Rapid Transit (MRT).  Salah satu tindakan yang dianggap sebagai solusi ternyata tak banyak membantu. &amp;quot;Perluasan jalan tidak sebanding lurus dengan tujuan mengurangi kemacetan. Seperti Jalan Casablanca yang awalnya untuk mengurangi kemacetan Jalan Sudirman-Thamrin, namun tidak berpengaruh, malah menjadi macet,&amp;quot; tuturnya memberi tamsil.  Untuk itu, pemerintah diminta tidak lagi hanya menambah luas jalan yang hanya akan mendorong tingkat penjualan mobil dan menguntungkan agen tunggal pemegang merek (ATPM).  &amp;quot;ATPM ini selalu melobi pemerintah. Ketika menteri keuangan mendesak pemberian pajak progresif, mereka bereaksi dan mengadu pada menteri perindustrian dengan alasan kebijakan itu akan mematikan sektor industri,&amp;quot; imbuh Nuzul.  Solusi yang paling tepat, lanjut dia, terapkan pajak progresif dan uangnya digunakan untuk MRT. &amp;quot;Saya yakin penjualan mobil akan merosot. Pajak itu juga digunakan untuk membangun infrastruktur. Demikian juga dengan parkir yang harus dikelola oleh pemerintah,&amp;quot; cetusnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
