<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tabrakan Bus vs Carry di Jalur Pantura, 7 Tewas</title><description>Jalur pantura Tuban, Jawa Timur, kembali menelan korban jiwa. Sebuah bus Jaya Utama bertabrakan dengan minibus Suzuki Carry di Km 50, Jalur Pantura Tuban-Semarang. Tujuh orang tewas seketika, termasuk di antaranya seorang balita berusia tujuh bulan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/09/24/340/259620/tabrakan-bus-vs-carry-di-jalur-pantura-7-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/09/24/340/259620/tabrakan-bus-vs-carry-di-jalur-pantura-7-tewas"/><item><title>Tabrakan Bus vs Carry di Jalur Pantura, 7 Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/09/24/340/259620/tabrakan-bus-vs-carry-di-jalur-pantura-7-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/09/24/340/259620/tabrakan-bus-vs-carry-di-jalur-pantura-7-tewas</guid><pubDate>Kamis 24 September 2009 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Pipit Wibawanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/09/24/340/259620/EF7j8wadsY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Dok Jasa Raharja)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/09/24/340/259620/EF7j8wadsY.jpg</image><title>(Foto: Dok Jasa Raharja)</title></images><description>TUBAN - Jalur pantura Tuban, Jawa Timur, kembali menelan korban jiwa. Sebuah bus Jaya Utama bertabrakan dengan minibus Suzuki Carry di Km 50, Jalur Pantura Tuban-Semarang. Tujuh orang tewas seketika, termasuk di antaranya seorang balita berusia tujuh bulan.  Kecelakaan maut itu tepatnya terjadi di desa  Sukolilo, Kecamatan Bancar,  Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (24/9/2009) siang. Dari tujuh korban meninggal, enam di antaranya adalah satu keluarga. Mereka masing-masing, Mashuri (47), Yuliati (39), Fita Anggraeni (19), Venny Anggraeni (16), Abu Bakar (9), dan Naswa (7 bulan). Keenamnya adalah warga Jalan Kolonel Sugiono 5, Malang, Jawa Timur. Satu korban lagi adalah Paeman (40),kernet bus Jaya Utama, Warga Sragen, Jawa Tengah.  Selain ketujuh korban tewas, tiga penumpang bus yang duduk paling depan juga menderita luka parah dan kini dirawat di RSUD dr R Koesma, Tuban. Mereka adalah Kholiq (38), Rotun (25) dan anak balita Intan Nurcahyati (4).  Kronologis kecelakaan ini bermula, saat rombongan keluarga Mashuri  bermaksud kembali dari rumah orangtuanya di Kudus. Mereka hendak pulang ke Malang, setelah berlebaran dengan keluarga besarnya.  Saat mobil korban melintas di Jalan Pantura, Desa Sukolilo, Kecamaan Bancar,  Tuban, kendaraan Mashuri mendadak oleng karena kecepatan terlalu tinggi.  &amp;quot;Mobil Carry oleng ke kanan mengambil jalur lawan,&amp;quot; ujar Kasat Lantas Polres Tuban AKP Ahri Zonta kepada wartawan.Celakanya, di saat bersamaan muncul Bus Jaya Utama bernopol L 8985 NO yang dikemudikan Nasri (24), asal Modo, Lamongan, dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Bus sempat mengerem hingga 10 meter, namun tak berhasil menghentikan laju kendaraan.  Tabrakan pun tak terhindarkan. Terlebih Mashuri tampak panik saat mobilnya menerjang marka jalan, hingga sulit menghindari bus yang ada di depannya. Mobil Carry milik Mashuri ringsek, berciuman dengan bagian depan bus. </description><content:encoded>TUBAN - Jalur pantura Tuban, Jawa Timur, kembali menelan korban jiwa. Sebuah bus Jaya Utama bertabrakan dengan minibus Suzuki Carry di Km 50, Jalur Pantura Tuban-Semarang. Tujuh orang tewas seketika, termasuk di antaranya seorang balita berusia tujuh bulan.  Kecelakaan maut itu tepatnya terjadi di desa  Sukolilo, Kecamatan Bancar,  Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (24/9/2009) siang. Dari tujuh korban meninggal, enam di antaranya adalah satu keluarga. Mereka masing-masing, Mashuri (47), Yuliati (39), Fita Anggraeni (19), Venny Anggraeni (16), Abu Bakar (9), dan Naswa (7 bulan). Keenamnya adalah warga Jalan Kolonel Sugiono 5, Malang, Jawa Timur. Satu korban lagi adalah Paeman (40),kernet bus Jaya Utama, Warga Sragen, Jawa Tengah.  Selain ketujuh korban tewas, tiga penumpang bus yang duduk paling depan juga menderita luka parah dan kini dirawat di RSUD dr R Koesma, Tuban. Mereka adalah Kholiq (38), Rotun (25) dan anak balita Intan Nurcahyati (4).  Kronologis kecelakaan ini bermula, saat rombongan keluarga Mashuri  bermaksud kembali dari rumah orangtuanya di Kudus. Mereka hendak pulang ke Malang, setelah berlebaran dengan keluarga besarnya.  Saat mobil korban melintas di Jalan Pantura, Desa Sukolilo, Kecamaan Bancar,  Tuban, kendaraan Mashuri mendadak oleng karena kecepatan terlalu tinggi.  &amp;quot;Mobil Carry oleng ke kanan mengambil jalur lawan,&amp;quot; ujar Kasat Lantas Polres Tuban AKP Ahri Zonta kepada wartawan.Celakanya, di saat bersamaan muncul Bus Jaya Utama bernopol L 8985 NO yang dikemudikan Nasri (24), asal Modo, Lamongan, dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Bus sempat mengerem hingga 10 meter, namun tak berhasil menghentikan laju kendaraan.  Tabrakan pun tak terhindarkan. Terlebih Mashuri tampak panik saat mobilnya menerjang marka jalan, hingga sulit menghindari bus yang ada di depannya. Mobil Carry milik Mashuri ringsek, berciuman dengan bagian depan bus. </content:encoded></item></channel></rss>
