<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dibuang Ibu Tiri, ABG Terlantar di Depok</title><description>Malang benar nasib Lina, remaja berusia 15 tahun yang mengaku sengaja dibuang ibu tirinya, Ike, saat mereka hendak bersilaturahmi ke rumah kerabatnya. Parahnya lagi, Lina terlihat seperti gadis yang linglung, dan tak ingat arah tujuan ataupun alamat rumah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/09/26/340/260051/dibuang-ibu-tiri-abg-terlantar-di-depok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/09/26/340/260051/dibuang-ibu-tiri-abg-terlantar-di-depok"/><item><title>Dibuang Ibu Tiri, ABG Terlantar di Depok</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/09/26/340/260051/dibuang-ibu-tiri-abg-terlantar-di-depok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/09/26/340/260051/dibuang-ibu-tiri-abg-terlantar-di-depok</guid><pubDate>Sabtu 26 September 2009 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/09/26/340/260051/ImXijQLbAo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lina, ABG yang dibuang ibu tirinya, Ike. (Foto: Marieska Harya Virdhani/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/09/26/340/260051/ImXijQLbAo.jpg</image><title>Lina, ABG yang dibuang ibu tirinya, Ike. (Foto: Marieska Harya Virdhani/okezone)</title></images><description>DEPOK - Malang benar nasib Lina, remaja berusia 15 tahun yang mengaku sengaja dibuang ibu tirinya, Ike, saat mereka hendak bersilaturahmi ke rumah kerabatnya. Parahnya lagi, Lina terlihat seperti gadis yang linglung, dan tak ingat arah tujuan ataupun alamat rumah.Kejadian berawal saat Lina sedang duduk dan menangis kebingungan di Masjid Baitul Kamal Balai Kota Depok sekira pukul 16.00 WIB. Hanya dengan berbekal kantong plastik hitam berisi mukenah dan sajadah, Lina duduk di depan masjid hingga pihak keamanan Balai Kota, Inin Hermawan (29) datang menghapirinya.Kepada Inin, Lina mengaku diturunkan di jalan oleh ibu tirinya dan tak ingat persis di mana letak lokasinya. &amp;quot;Saya lihat kok ada cewe nangis di masjid, saya Tanya, dia cerita ditinggal di jalan sama ibu tirinya, naik angkot dua kali terus turun di jalan, lalu turun di dekat rel kereta, ibu tirinya kemudian naik angkot lagi dan meninggalkan dia,&amp;quot; ujar Inin kepada wartawan di Balai Kota, Sabtu (26/9/2009).Lina menuturkan, dia sama sekali tidak diperbolehkan keluar rumah oleh ibu tirinya, sehingga tidak mengerti mengenai alamat ataupun lokasi manapun.&amp;quot;Baru pertama kali ini diajak jalan sama mama Ike, sebelumnya dikurung di dalam kamar saja, jadi saya nggak tahu jalan dan nggak tahu dimana saya berada sekarang, tadi saya susuri rel kereta, lewat belakang, akhirnya ketemu masjid,&amp;quot; tuturnya.Semasa hidupnya, Lina mengaku sering disiksa oleh ibu tirinya yang juga mempunyai seorang anak bernama Amel. &amp;quot;Sering dipukuli, lalu adik tiri saya Amel, selalu berantakin baju yang telah saya setrika, dan diomelin mama Ike kalau saya lupa cuci piring dan cuci baju,&amp;quot; katanya.Sayangnya, Lina tak mengetahui alamat lengkap rumahnya di Bogor, sehingga tidak ada yang dapat mengantarkan dia pulang saat ini. Lina bahkan juga tidak mempunyai nomor kontak kerabat satupun, sementara Ayah Lina, Dadang, sudah lama bekerja di luar kota dan tidak pernah kembali.Akhirnya, pihak keamanan Balaikota Depok, Inin, membawa Lina ke Polres Depok, untuk mengusut alamat rumah Lina dan memanggil ibu tirinya, Ike.</description><content:encoded>DEPOK - Malang benar nasib Lina, remaja berusia 15 tahun yang mengaku sengaja dibuang ibu tirinya, Ike, saat mereka hendak bersilaturahmi ke rumah kerabatnya. Parahnya lagi, Lina terlihat seperti gadis yang linglung, dan tak ingat arah tujuan ataupun alamat rumah.Kejadian berawal saat Lina sedang duduk dan menangis kebingungan di Masjid Baitul Kamal Balai Kota Depok sekira pukul 16.00 WIB. Hanya dengan berbekal kantong plastik hitam berisi mukenah dan sajadah, Lina duduk di depan masjid hingga pihak keamanan Balai Kota, Inin Hermawan (29) datang menghapirinya.Kepada Inin, Lina mengaku diturunkan di jalan oleh ibu tirinya dan tak ingat persis di mana letak lokasinya. &amp;quot;Saya lihat kok ada cewe nangis di masjid, saya Tanya, dia cerita ditinggal di jalan sama ibu tirinya, naik angkot dua kali terus turun di jalan, lalu turun di dekat rel kereta, ibu tirinya kemudian naik angkot lagi dan meninggalkan dia,&amp;quot; ujar Inin kepada wartawan di Balai Kota, Sabtu (26/9/2009).Lina menuturkan, dia sama sekali tidak diperbolehkan keluar rumah oleh ibu tirinya, sehingga tidak mengerti mengenai alamat ataupun lokasi manapun.&amp;quot;Baru pertama kali ini diajak jalan sama mama Ike, sebelumnya dikurung di dalam kamar saja, jadi saya nggak tahu jalan dan nggak tahu dimana saya berada sekarang, tadi saya susuri rel kereta, lewat belakang, akhirnya ketemu masjid,&amp;quot; tuturnya.Semasa hidupnya, Lina mengaku sering disiksa oleh ibu tirinya yang juga mempunyai seorang anak bernama Amel. &amp;quot;Sering dipukuli, lalu adik tiri saya Amel, selalu berantakin baju yang telah saya setrika, dan diomelin mama Ike kalau saya lupa cuci piring dan cuci baju,&amp;quot; katanya.Sayangnya, Lina tak mengetahui alamat lengkap rumahnya di Bogor, sehingga tidak ada yang dapat mengantarkan dia pulang saat ini. Lina bahkan juga tidak mempunyai nomor kontak kerabat satupun, sementara Ayah Lina, Dadang, sudah lama bekerja di luar kota dan tidak pernah kembali.Akhirnya, pihak keamanan Balaikota Depok, Inin, membawa Lina ke Polres Depok, untuk mengusut alamat rumah Lina dan memanggil ibu tirinya, Ike.</content:encoded></item></channel></rss>
