<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Drainase Rusak, Pantura Siaga Banjir</title><description>Ratusan masyarakat Subang Pantura, tepatnya di daerah Pamanukan, siaga menghadapi banjir. Ini menyusul kondisi drainase rusak dan terjadi pendangkalan sungai yang melintas di wilayah padat penduduk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/03/340/262296/drainase-rusak-pantura-siaga-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/10/03/340/262296/drainase-rusak-pantura-siaga-banjir"/><item><title>Drainase Rusak, Pantura Siaga Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/03/340/262296/drainase-rusak-pantura-siaga-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/10/03/340/262296/drainase-rusak-pantura-siaga-banjir</guid><pubDate>Sabtu 03 Oktober 2009 23:36 WIB</pubDate><dc:creator>Annas Nasrullah</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>SUBANG - Ratusan masyarakat Subang Pantura, tepatnya di daerah Pamanukan, siaga menghadapi banjir. Ini menyusul kondisi drainase rusak dan terjadi pendangkalan sungai yang melintas di wilayah padat penduduk.Hal ini diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat setempat, Hendrik. Menurut Hendrik, di daerahnya yang sudah memasuki musim penghujan membuat masyarakat Pamanukan mulai dihantui kekhawatiran banjir yang dua tahun ini merendam tempat tinggalnya kembali terulang.Alasan yang mendasar kehawatiran warga itu, kata Hendrik, Drainase yang berfungsi menghalau banjir kondisinya sudah mulau rusak alias tidak berfungsi maksimal.&amp;quot;Drainase yang dulu pernah ada, kini sudah tidak berfungsi lagi. Bahkan beberapa di antaranya sudah mati,&amp;quot; kata Hendrik, Sabtu (3/10/2009).Selain kondisi drainase yang tak lagi berfungsi, dua sungai yang melintas di wilayahnya, seperti sungai Cigadung dan Pengaritan, sudah mulai dangkal. Sehingga ketika hujan mulai mengguyur Pamanukan, air sungai dengan cepat meluap ke area rumah penduduk.Untuk antisipasinya, Hendrik berharap pemerintah segera melakukan perbaikan kondisi infrastruktur dan pengerukan dua sungai tersebut. &amp;quot;Kami meminta pihak terkait agar saluran pembuangan memadai, sehingga banjir bisa di antisipasi. Kalapun terjadi banjir, mungkin tidak akan terjadi setiap tahun dan tidak parah,&amp;quot; harapnya.Dari data yang dihimpun sejak tiga tahun terakhir ini, Kecamatan Pamanukan merupakan daerah yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Akibatnya ratusan rumah warga terendam, dan warga terpaksa mengungsi ke tempat aman seperti masjid dan di bawah jembatan layang.Desa yang menjadi langganan banjir adalah Desa Rancasari, Pamanukan Hilir, Pamanukan, dan Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan.  </description><content:encoded>SUBANG - Ratusan masyarakat Subang Pantura, tepatnya di daerah Pamanukan, siaga menghadapi banjir. Ini menyusul kondisi drainase rusak dan terjadi pendangkalan sungai yang melintas di wilayah padat penduduk.Hal ini diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat setempat, Hendrik. Menurut Hendrik, di daerahnya yang sudah memasuki musim penghujan membuat masyarakat Pamanukan mulai dihantui kekhawatiran banjir yang dua tahun ini merendam tempat tinggalnya kembali terulang.Alasan yang mendasar kehawatiran warga itu, kata Hendrik, Drainase yang berfungsi menghalau banjir kondisinya sudah mulau rusak alias tidak berfungsi maksimal.&amp;quot;Drainase yang dulu pernah ada, kini sudah tidak berfungsi lagi. Bahkan beberapa di antaranya sudah mati,&amp;quot; kata Hendrik, Sabtu (3/10/2009).Selain kondisi drainase yang tak lagi berfungsi, dua sungai yang melintas di wilayahnya, seperti sungai Cigadung dan Pengaritan, sudah mulai dangkal. Sehingga ketika hujan mulai mengguyur Pamanukan, air sungai dengan cepat meluap ke area rumah penduduk.Untuk antisipasinya, Hendrik berharap pemerintah segera melakukan perbaikan kondisi infrastruktur dan pengerukan dua sungai tersebut. &amp;quot;Kami meminta pihak terkait agar saluran pembuangan memadai, sehingga banjir bisa di antisipasi. Kalapun terjadi banjir, mungkin tidak akan terjadi setiap tahun dan tidak parah,&amp;quot; harapnya.Dari data yang dihimpun sejak tiga tahun terakhir ini, Kecamatan Pamanukan merupakan daerah yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Akibatnya ratusan rumah warga terendam, dan warga terpaksa mengungsi ke tempat aman seperti masjid dan di bawah jembatan layang.Desa yang menjadi langganan banjir adalah Desa Rancasari, Pamanukan Hilir, Pamanukan, dan Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan.  </content:encoded></item></channel></rss>
