<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emosi, Kader Golkar 'Semprot' Fadel Muhammad </title><description>Bestari Barus marah-marah di saat sidang laporan hasil Komisi A Munas Partai Golkar berlangsung sore tadi. Kepada pimpinan sidang, Fadel Muhammad, Bestari menumpahkan unek-unek bahwa tiga hari dirinya menjadi peserta munas yang cuma bisa rapat di pinggir kolam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/07/339/263604/emosi-kader-golkar-semprot-fadel-muhammad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/10/07/339/263604/emosi-kader-golkar-semprot-fadel-muhammad"/><item><title>Emosi, Kader Golkar 'Semprot' Fadel Muhammad </title><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/07/339/263604/emosi-kader-golkar-semprot-fadel-muhammad</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/10/07/339/263604/emosi-kader-golkar-semprot-fadel-muhammad</guid><pubDate>Rabu 07 Oktober 2009 19:49 WIB</pubDate><dc:creator>Fitra Iskandar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/10/07/339/263604/Gt7YuuKSw7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Doc. Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/10/07/339/263604/Gt7YuuKSw7.jpg</image><title>Doc. Okezone</title></images><description>PEKANBARU - Ketua DPD II Golkar Kepulauan Seribu Bestari Barus marah-marah di saat sidang laporan hasil Komisi A Munas Partai Golkar berlangsung sore tadi. Kepada pimpinan sidang, Fadel Muhammad, Bestari menumpahkan unek-unek bahwa tiga hari dirinya menjadi peserta munas yang cuma bisa rapat di pinggir kolam.  &amp;quot;Saya sudah tiga hari ini menjadi peseta munas yang rapatnya di pinggir kolam hotel,&amp;quot; teriak Bestari mendramatisir ketika rapat tengah berlangsung, di Hotel Labersa, Riau, Rabu (7/10/2009).  Bestari menginterupsi saat sidang membahas poin-poin rekomendasi komisi organisasi itu, yang di antaranya soal ketentuan partai mengenai perekrutan kader baru dari kalangan PNS dan TNI. Selain itu mengenai penyelesaian organisasi bermasalah atau yang memiliki kepengurusan ganda cukup diselesaikan oleh organisasi yang satu tingkat yang lebih tinggi.  Pria bertubuh tambun ini mengaku tidak bisa masuk ke lokasi berlangsungnya forum tertinggi partai itu karena tak memiliki tanda pengenal.  Dia merasa pantas naik pitam, karena sebagai Plt Ketua DPD Kepulauan Seribu, dia diundang sebagai peserta munas dan memiliki hak suara.  Namun, meski menyeberang lautan dan melintas udara ke Pekanbaru, Bestari paling banter cuma sampai di depan pintu metal detector dan terpaksa balik kanan karena diusir petugas.  &amp;quot;Saya ini ditunjuk DPD DKI sebagai plt sejak pilkada dan pilpres, masak sekarang di munas saya tidak bisa masuk,&amp;quot; keluh Bestari.Dia bahkan mengaku baru mendapatkan ID card Munas empat jam yang lalu. Bestari merasa mandat yang diberikan kepadanya diserobot ketua yang sudah digantikannya sejak satu tahun lalu, yaitu Sugandi Bakrie. &amp;quot;Hotel pun sudah diserobotnya,&amp;quot; sembur dia.  Sejak tadi malam menurut Bestari, Jusuf Kalla sudah meminta persoalan itu harus sudah selesai sebelum agenda pemilihan ketua umum, dan dia pun meminta Fadel menyelesaikannya dalam rapat paripurna.  &amp;quot;Ini urusannya apa? Masak hak Kepulauan Seribu mau dinolkan. Kalau begitu bubar saja ini Munas, demokrasi apa kalau begini?&amp;quot; kata dia.  Dalam munas kali ini, sebanyak delapan DPD dianggap bermasalah sehingga terancam tidak memiliki suara, di antaranya Langkat, Binjai, Sukoharjo, Kepulauan Seribu, Morotai, dan Halmahera Tengah. (teb)  </description><content:encoded>PEKANBARU - Ketua DPD II Golkar Kepulauan Seribu Bestari Barus marah-marah di saat sidang laporan hasil Komisi A Munas Partai Golkar berlangsung sore tadi. Kepada pimpinan sidang, Fadel Muhammad, Bestari menumpahkan unek-unek bahwa tiga hari dirinya menjadi peserta munas yang cuma bisa rapat di pinggir kolam.  &amp;quot;Saya sudah tiga hari ini menjadi peseta munas yang rapatnya di pinggir kolam hotel,&amp;quot; teriak Bestari mendramatisir ketika rapat tengah berlangsung, di Hotel Labersa, Riau, Rabu (7/10/2009).  Bestari menginterupsi saat sidang membahas poin-poin rekomendasi komisi organisasi itu, yang di antaranya soal ketentuan partai mengenai perekrutan kader baru dari kalangan PNS dan TNI. Selain itu mengenai penyelesaian organisasi bermasalah atau yang memiliki kepengurusan ganda cukup diselesaikan oleh organisasi yang satu tingkat yang lebih tinggi.  Pria bertubuh tambun ini mengaku tidak bisa masuk ke lokasi berlangsungnya forum tertinggi partai itu karena tak memiliki tanda pengenal.  Dia merasa pantas naik pitam, karena sebagai Plt Ketua DPD Kepulauan Seribu, dia diundang sebagai peserta munas dan memiliki hak suara.  Namun, meski menyeberang lautan dan melintas udara ke Pekanbaru, Bestari paling banter cuma sampai di depan pintu metal detector dan terpaksa balik kanan karena diusir petugas.  &amp;quot;Saya ini ditunjuk DPD DKI sebagai plt sejak pilkada dan pilpres, masak sekarang di munas saya tidak bisa masuk,&amp;quot; keluh Bestari.Dia bahkan mengaku baru mendapatkan ID card Munas empat jam yang lalu. Bestari merasa mandat yang diberikan kepadanya diserobot ketua yang sudah digantikannya sejak satu tahun lalu, yaitu Sugandi Bakrie. &amp;quot;Hotel pun sudah diserobotnya,&amp;quot; sembur dia.  Sejak tadi malam menurut Bestari, Jusuf Kalla sudah meminta persoalan itu harus sudah selesai sebelum agenda pemilihan ketua umum, dan dia pun meminta Fadel menyelesaikannya dalam rapat paripurna.  &amp;quot;Ini urusannya apa? Masak hak Kepulauan Seribu mau dinolkan. Kalau begitu bubar saja ini Munas, demokrasi apa kalau begini?&amp;quot; kata dia.  Dalam munas kali ini, sebanyak delapan DPD dianggap bermasalah sehingga terancam tidak memiliki suara, di antaranya Langkat, Binjai, Sukoharjo, Kepulauan Seribu, Morotai, dan Halmahera Tengah. (teb)  </content:encoded></item></channel></rss>
