<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasyim Muzadi Emoh Pimpin NU Lagi</title><description>Menjelang Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) di Makassar, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi sejak awal sudah menyatakan keengganannya untuk mencalonkan diri kembali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/08/337/263790/hasyim-muzadi-emoh-pimpin-nu-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/10/08/337/263790/hasyim-muzadi-emoh-pimpin-nu-lagi"/><item><title>Hasyim Muzadi Emoh Pimpin NU Lagi</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/08/337/263790/hasyim-muzadi-emoh-pimpin-nu-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/10/08/337/263790/hasyim-muzadi-emoh-pimpin-nu-lagi</guid><pubDate>Kamis 08 Oktober 2009 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Amir Tejo</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  SURABAYA - Menjelang Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) di Makassar, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi sejak awal sudah menyatakan keengganannya untuk mencalonkan diri kembali.  &amp;quot;Saya tidak akan mencalonkan lagi. Namun kalau muktamar yang menginginkan, kita lihat nanti saja,&amp;quot; kata Hasyim saat menghadiri lokakarya pendidikan NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (8/10/2009).Kata Hasyim, dirinya sebenarnya lebih senang untuk tidak menjadi ketua umum NU lagi karena dia sudah 10 tahun menjabatnya. Hasyim menginginkan orang-orang baru yang menjadi pemimpin organisasi yang didirikan KH Hasyim Asy'ari itu.  &amp;quot;Saya berpesan kepada ketua baru, jangan mengubah program NU dan mengubah pemikiran strategis NU,&amp;quot; tandas Hasyim.  Alumnus Pondok Modern Gontor ini menyatakan, NU di bawah kepengurusannya sekarang sedang berkosentrasi untuk memberdayakan ekonomi kaum Nahdliyin. Meski NU merupakan organisasi massa terbesar di Indonesia, namun rata-rata warga Nahdliyin masih berada di bawah garis kemiskinan.  Menanggapi beberapa nama yang digadang-gadang akan menjadi ketua umum NU seperti Said Agil Siradj dan Muhammad Nuh yang sekarang menjabat Menteri Komunikasi dan Infromasi,Â  Hasyim menyatakan semuanya mempunyai kapabilitas.Â   &amp;quot;Namun meski mempunyai kapabilitas, belum tentu mereka mempunyai akseptabilitas di mukatamarÂ  nanti,&amp;quot; ujarnya.  Hasyim juga menyatakan calon Ketua Umum NU nanti juga tidak harus mempunyai garis darah keturunan ulama kharismatik atau keturunan kiai.  </description><content:encoded>  SURABAYA - Menjelang Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) di Makassar, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi sejak awal sudah menyatakan keengganannya untuk mencalonkan diri kembali.  &amp;quot;Saya tidak akan mencalonkan lagi. Namun kalau muktamar yang menginginkan, kita lihat nanti saja,&amp;quot; kata Hasyim saat menghadiri lokakarya pendidikan NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (8/10/2009).Kata Hasyim, dirinya sebenarnya lebih senang untuk tidak menjadi ketua umum NU lagi karena dia sudah 10 tahun menjabatnya. Hasyim menginginkan orang-orang baru yang menjadi pemimpin organisasi yang didirikan KH Hasyim Asy'ari itu.  &amp;quot;Saya berpesan kepada ketua baru, jangan mengubah program NU dan mengubah pemikiran strategis NU,&amp;quot; tandas Hasyim.  Alumnus Pondok Modern Gontor ini menyatakan, NU di bawah kepengurusannya sekarang sedang berkosentrasi untuk memberdayakan ekonomi kaum Nahdliyin. Meski NU merupakan organisasi massa terbesar di Indonesia, namun rata-rata warga Nahdliyin masih berada di bawah garis kemiskinan.  Menanggapi beberapa nama yang digadang-gadang akan menjadi ketua umum NU seperti Said Agil Siradj dan Muhammad Nuh yang sekarang menjabat Menteri Komunikasi dan Infromasi,Â  Hasyim menyatakan semuanya mempunyai kapabilitas.Â   &amp;quot;Namun meski mempunyai kapabilitas, belum tentu mereka mempunyai akseptabilitas di mukatamarÂ  nanti,&amp;quot; ujarnya.  Hasyim juga menyatakan calon Ketua Umum NU nanti juga tidak harus mempunyai garis darah keturunan ulama kharismatik atau keturunan kiai.  </content:encoded></item></channel></rss>
