<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Celi Mata-Mata SBY di Golkar</title><description>Nama Rizal Mallarangeng (Celi) tiba-tiba bertengger di deretan DPP Partai Golkar yang dinahkodai Aburizal Bakrie (Ical). Padahal, Celi merupakan pasukan SBY saat berjuang pada pilpres lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/11/339/264528/celi-mata-mata-sby-di-golkar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/10/11/339/264528/celi-mata-mata-sby-di-golkar"/><item><title>Celi Mata-Mata SBY di Golkar</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/11/339/264528/celi-mata-mata-sby-di-golkar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/10/11/339/264528/celi-mata-mata-sby-di-golkar</guid><pubDate>Minggu 11 Oktober 2009 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Lamtiur Kristin Natalia Malau</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/10/11/339/264528/54MmxB9W4d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Boediono dan Rizal Mallarangeng (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/10/11/339/264528/54MmxB9W4d.jpg</image><title>Boediono dan Rizal Mallarangeng (Foto: Reuters)</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }   JAKARTA - Nama Rizal Mallarangeng (Celi) tiba-tiba bertengger di deretan DPP Partai Golkar yang dinahkodai Aburizal Bakrie (Ical). Padahal, Celi merupakan pasukan SBY saat berjuang pada pilpres lalu.  Sejumlah kader Golkar melayangkan protes terhadap Ical. Mereka menilai Celi tak pantas duduk di jajaran elite Golkar yang terpilih melalui Munas di Pekanbaru, Riau.  &amp;quot;Bisa saja dia jadi mata-mata SBY di Golkar,&amp;quot; papar pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Prof Iberamsjah kepada okezone, Minggu (11/10/2009).  Iberamsjah yang mengibaratkan Celi sebagai kutu loncat juga menyayangkan sikap Celi yang seakan langsung menerima posisi barunya di dunia politik itu. Padahal sejak namanya diumumkan masuk dalam DPP Partai Golkar jelang penutupan Munas pada 8 Oktober lalu, kader dan organisasi sayap Golkar pun terus meneriakkan protes.  &amp;quot;Itu sok nyaman saja,&amp;quot; tandasnya.  Seperti diketahui, Celi didapuk menjadi Ketua DPP Bidang Pemikiran dan Kajian Kebijakan. Selain Celi, nama-nama baru yang masuk dalam DPP Golkar antara lain Nurdin Halid sebagai Ketua DPP Bidang Khusus dan Titiek Soeharto sebagai Wakil Sekretaris Jenderal.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }   JAKARTA - Nama Rizal Mallarangeng (Celi) tiba-tiba bertengger di deretan DPP Partai Golkar yang dinahkodai Aburizal Bakrie (Ical). Padahal, Celi merupakan pasukan SBY saat berjuang pada pilpres lalu.  Sejumlah kader Golkar melayangkan protes terhadap Ical. Mereka menilai Celi tak pantas duduk di jajaran elite Golkar yang terpilih melalui Munas di Pekanbaru, Riau.  &amp;quot;Bisa saja dia jadi mata-mata SBY di Golkar,&amp;quot; papar pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Prof Iberamsjah kepada okezone, Minggu (11/10/2009).  Iberamsjah yang mengibaratkan Celi sebagai kutu loncat juga menyayangkan sikap Celi yang seakan langsung menerima posisi barunya di dunia politik itu. Padahal sejak namanya diumumkan masuk dalam DPP Partai Golkar jelang penutupan Munas pada 8 Oktober lalu, kader dan organisasi sayap Golkar pun terus meneriakkan protes.  &amp;quot;Itu sok nyaman saja,&amp;quot; tandasnya.  Seperti diketahui, Celi didapuk menjadi Ketua DPP Bidang Pemikiran dan Kajian Kebijakan. Selain Celi, nama-nama baru yang masuk dalam DPP Golkar antara lain Nurdin Halid sebagai Ketua DPP Bidang Khusus dan Titiek Soeharto sebagai Wakil Sekretaris Jenderal.    </content:encoded></item></channel></rss>
