<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rantai Noordin Putus, Ada Generasi Pola Baru</title><description>Tewasnya Noordin M Top, Syaifudin Zuhri, dan Syahrir dianggap signifikan memutus rantai jaringan teroris di Indonesia. Namun dikhawatirkan ini belum menuntaskan sejumlah aksi teror di Indonesia.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/14/337/265409/rantai-noordin-putus-ada-generasi-pola-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/10/14/337/265409/rantai-noordin-putus-ada-generasi-pola-baru"/><item><title>Rantai Noordin Putus, Ada Generasi Pola Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/14/337/265409/rantai-noordin-putus-ada-generasi-pola-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/10/14/337/265409/rantai-noordin-putus-ada-generasi-pola-baru</guid><pubDate>Rabu 14 Oktober 2009 10:07 WIB</pubDate><dc:creator>Lusi Catur Mahgriefie</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }   JAKARTA - Tewasnya Noordin M Top, Syaifudin Zuhri, dan Syahrir dianggap signifikan memutus rantai jaringan teroris di Indonesia. Namun dikhawatirkan ini belum menuntaskan sejumlah aksi teror di Indonesia.  &amp;quot;Polisi mengejar geng Noordin dan sel-sel dia lebih dahulu. Jadi pola Noordin kini memang sudah hilang tapi generasi Noordin dengan pola berbeda masih banyak, networking masih banyak,&amp;quot; ujar pengamat teroris Mardigu kepada okezone, Rabu (14/10/2009).  Mardigu memberi contoh Dulmatin dan Umar Patek. Keduanya diduga memiliki pola berbeda dari Noordin dalam melancarkan aksinya.  &amp;quot;Tapi sedikit banyak pola mereka sudah diawasi oleh polisi,&amp;quot; katanya.  Seperti diketahui, Noordin tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Solo pada Kamis 17 September dini hari lalu. Sedangkan Syaifudin dan Syahrir tewas dalam penggerebekan di Ciputat pada Jumat 9 Oktober lalu.  </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }   JAKARTA - Tewasnya Noordin M Top, Syaifudin Zuhri, dan Syahrir dianggap signifikan memutus rantai jaringan teroris di Indonesia. Namun dikhawatirkan ini belum menuntaskan sejumlah aksi teror di Indonesia.  &amp;quot;Polisi mengejar geng Noordin dan sel-sel dia lebih dahulu. Jadi pola Noordin kini memang sudah hilang tapi generasi Noordin dengan pola berbeda masih banyak, networking masih banyak,&amp;quot; ujar pengamat teroris Mardigu kepada okezone, Rabu (14/10/2009).  Mardigu memberi contoh Dulmatin dan Umar Patek. Keduanya diduga memiliki pola berbeda dari Noordin dalam melancarkan aksinya.  &amp;quot;Tapi sedikit banyak pola mereka sudah diawasi oleh polisi,&amp;quot; katanya.  Seperti diketahui, Noordin tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Solo pada Kamis 17 September dini hari lalu. Sedangkan Syaifudin dan Syahrir tewas dalam penggerebekan di Ciputat pada Jumat 9 Oktober lalu.  </content:encoded></item></channel></rss>
