<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UIN Tepis Adakan Mata Kuliah Antiterorisme</title><description>Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah membantah adanya kabar penambahan mata kuliah antiterorisme. Namun yang ada adalah memperdalam mata kuliah pengantar studi Islam yang ditinjau dari berbagai aspek.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/14/337/265506/uin-tepis-adakan-mata-kuliah-antiterorisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/10/14/337/265506/uin-tepis-adakan-mata-kuliah-antiterorisme"/><item><title>UIN Tepis Adakan Mata Kuliah Antiterorisme</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/14/337/265506/uin-tepis-adakan-mata-kuliah-antiterorisme</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/10/14/337/265506/uin-tepis-adakan-mata-kuliah-antiterorisme</guid><pubDate>Rabu 14 Oktober 2009 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fadhlan Ashari Rusdi</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah membantah adanya kabar penambahan mata kuliah antiterorisme. Namun yang ada adalah memperdalam mata kuliah pengantar studi Islam yang ditinjau dari berbagai aspek.Demikian dikemukakan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat di kantornya kepada okezone, Rabu (14/10/2009). &amp;quot;Yang perlu diluruskan bukan penambahan mata kuliah, tapi hanya reorientasi dalam menghidupkan kembali pengantar studi Islam yang ditinjau dari berbagai aspek,&amp;quot; paparnya.Menurut Komaruddin, menghidupkan kembali mata kuliah tersebut karena memang sedari awal sudah ada. Namun sejalan dengan perubahan kurikulum, maka pengantar studi Islam menjadi lebih tematis.Munculnya isu mata kualiah antiteroris ini setelah Sonny Jayadi dan Afham Ramadhan, mahasiswa UIN diciduk Densus 88 karena terlibat aktivitas terorisme. Bahkan Fajar, sepupu Syaifudin dan Syahrir yak tak lain teroris yang tertembak mati dalam penggerebeken di Ciptut merupakan alumni UIN.Komaruddin juga mengatakan, terkait potensi jaringan teroris masuk kampus, UIN tidak menerapkan sistem pengawasan khusus. &amp;quot;Tidak ada pengawasan. Kampus tempat bertukarnya informasi secara bebas,&amp;quot; ujarnyaÂ </description><content:encoded>JAKARTA - Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah membantah adanya kabar penambahan mata kuliah antiterorisme. Namun yang ada adalah memperdalam mata kuliah pengantar studi Islam yang ditinjau dari berbagai aspek.Demikian dikemukakan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat di kantornya kepada okezone, Rabu (14/10/2009). &amp;quot;Yang perlu diluruskan bukan penambahan mata kuliah, tapi hanya reorientasi dalam menghidupkan kembali pengantar studi Islam yang ditinjau dari berbagai aspek,&amp;quot; paparnya.Menurut Komaruddin, menghidupkan kembali mata kuliah tersebut karena memang sedari awal sudah ada. Namun sejalan dengan perubahan kurikulum, maka pengantar studi Islam menjadi lebih tematis.Munculnya isu mata kualiah antiteroris ini setelah Sonny Jayadi dan Afham Ramadhan, mahasiswa UIN diciduk Densus 88 karena terlibat aktivitas terorisme. Bahkan Fajar, sepupu Syaifudin dan Syahrir yak tak lain teroris yang tertembak mati dalam penggerebeken di Ciptut merupakan alumni UIN.Komaruddin juga mengatakan, terkait potensi jaringan teroris masuk kampus, UIN tidak menerapkan sistem pengawasan khusus. &amp;quot;Tidak ada pengawasan. Kampus tempat bertukarnya informasi secara bebas,&amp;quot; ujarnyaÂ </content:encoded></item></channel></rss>
