<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah Ibunda SBY di Blitar Dijaga Ketat</title><description>Penjagaan ekstra ketat dilakukan di rumah Hj Habibah Soekotjo, ibunda Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jalan Bali Kelurahan/ Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan di Gedung MPR. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/21/339/267599/rumah-ibunda-sby-di-blitar-dijaga-ketat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/10/21/339/267599/rumah-ibunda-sby-di-blitar-dijaga-ketat"/><item><title>Rumah Ibunda SBY di Blitar Dijaga Ketat</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/21/339/267599/rumah-ibunda-sby-di-blitar-dijaga-ketat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/10/21/339/267599/rumah-ibunda-sby-di-blitar-dijaga-ketat</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2009 01:04 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/10/20/339/267599/MO2VnUj7V2.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/10/20/339/267599/MO2VnUj7V2.jpg</image><title></title></images><description>  BLITAR - Penjagaan ekstra ketat dilakukan di rumah Hj Habibah Soekotjo, ibunda Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jalan Bali Kelurahan/ Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan di Gedung MPR.     Pemandangan serupa juga terjadi di rumah Wakil Presiden Boediono di Jalan Dr Soetomo Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Puluhan petugas berseragam dinas dan bersenjata lengkap, tampak berjaga-jaga di pintu pagar. Beberapa di antaranya berada di dalam rumah sambil menonton detik-detikÂ  pengukuhan SBY-Boediono menjadiÂ  Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.    Menurut keterangan Brigadir Eko Suwarno dari Kepolisian Resor Kota Blitar, penjagaan di rumah keluarga presiden, berlangsung sejak Senin, 19 Oktober. Dari kesatuan Polri setempat menerjunkan sedikitnya 10 personil. Sedangkan dari TNI enam prajurit. &amp;quot;Rencananya, pengamanan ekstra ini berlangsung hingga Rabu, 21 Oktober,&amp;quot; ujarnya.    Meski banyak penjaga, rumah yang pernah ditempati ibu SBY itu nampak lenggang. Hanya ada seorang perempuan yang langsung pergi ke belakang begitu tahu ada wartawanÂ  datang.    Menurut keterangan Eko, seluruh kerabat ibunda SBY pergi ke Jakarta. Ny Habibah Soekotjo sendiri pindah ke Cikeas setelah SBY menjadi presidenÂ  pada 2004. &amp;quot;Yang ada di sini hanya orang tunggu. Namanya Pak Darmo. Namun orangnya kebetulan sedang keluar,&amp;quot; terang Eko.Â Â Â Â      Pemandangan sepi juga nampak pada rumah Wapres Boediono di Jalan dr Soetomo Kota Blitar. Tidak ada aktivitas apapun di rumah yang pernah menjadi markas tim pemenangan SBY-Boediono.    Begitu juga di rumah Bambang Subeno, sepupu Boediono, juga tak ada acara istimewa yang digelar di sana. Menurut keterangan Ratih, istri Bambang Subeno, suaminya pergi ke Jakarta sejak Minggu siang. Keberangkatan ke Jakarta dengan naik kereta api itu dalam rangka menghadiri pelantikan SBY-Boediono. &amp;quot;Semua kerabat juga ke Jakarta. Semua diundang untuk menghadiri pelantikan,&amp;quot; tuturnya.    Sementara itu, para tetangga Boediono menggelar acara nonton bareng pelantikan SBY-Boediono. Nonton bareng yang dilakukan sekitar 20-an orang itu dilakukan ke dua kalinya, setelah sebelumnya saat acara debat Capres-cawapres. &amp;quot;Sebagai tetangga kita ikut bangga, ada tetangga yang juga warga Blitar menjadi wakil Presiden,&amp;quot; ujar Irfan, pemilik rumah.  </description><content:encoded>  BLITAR - Penjagaan ekstra ketat dilakukan di rumah Hj Habibah Soekotjo, ibunda Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jalan Bali Kelurahan/ Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan di Gedung MPR.     Pemandangan serupa juga terjadi di rumah Wakil Presiden Boediono di Jalan Dr Soetomo Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Puluhan petugas berseragam dinas dan bersenjata lengkap, tampak berjaga-jaga di pintu pagar. Beberapa di antaranya berada di dalam rumah sambil menonton detik-detikÂ  pengukuhan SBY-Boediono menjadiÂ  Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.    Menurut keterangan Brigadir Eko Suwarno dari Kepolisian Resor Kota Blitar, penjagaan di rumah keluarga presiden, berlangsung sejak Senin, 19 Oktober. Dari kesatuan Polri setempat menerjunkan sedikitnya 10 personil. Sedangkan dari TNI enam prajurit. &amp;quot;Rencananya, pengamanan ekstra ini berlangsung hingga Rabu, 21 Oktober,&amp;quot; ujarnya.    Meski banyak penjaga, rumah yang pernah ditempati ibu SBY itu nampak lenggang. Hanya ada seorang perempuan yang langsung pergi ke belakang begitu tahu ada wartawanÂ  datang.    Menurut keterangan Eko, seluruh kerabat ibunda SBY pergi ke Jakarta. Ny Habibah Soekotjo sendiri pindah ke Cikeas setelah SBY menjadi presidenÂ  pada 2004. &amp;quot;Yang ada di sini hanya orang tunggu. Namanya Pak Darmo. Namun orangnya kebetulan sedang keluar,&amp;quot; terang Eko.Â Â Â Â      Pemandangan sepi juga nampak pada rumah Wapres Boediono di Jalan dr Soetomo Kota Blitar. Tidak ada aktivitas apapun di rumah yang pernah menjadi markas tim pemenangan SBY-Boediono.    Begitu juga di rumah Bambang Subeno, sepupu Boediono, juga tak ada acara istimewa yang digelar di sana. Menurut keterangan Ratih, istri Bambang Subeno, suaminya pergi ke Jakarta sejak Minggu siang. Keberangkatan ke Jakarta dengan naik kereta api itu dalam rangka menghadiri pelantikan SBY-Boediono. &amp;quot;Semua kerabat juga ke Jakarta. Semua diundang untuk menghadiri pelantikan,&amp;quot; tuturnya.    Sementara itu, para tetangga Boediono menggelar acara nonton bareng pelantikan SBY-Boediono. Nonton bareng yang dilakukan sekitar 20-an orang itu dilakukan ke dua kalinya, setelah sebelumnya saat acara debat Capres-cawapres. &amp;quot;Sebagai tetangga kita ikut bangga, ada tetangga yang juga warga Blitar menjadi wakil Presiden,&amp;quot; ujar Irfan, pemilik rumah.  </content:encoded></item></channel></rss>
