<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayi Umur Dua Hari Diculik di RSUD Semarang</title><description>Kasus penculikan terhadap bayi yang baru dilahirkan di RSUD Ketileng, Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu, kini ditangani serius oleh pihak kepolisian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/25/340/269048/bayi-umur-dua-hari-diculik-di-rsud-semarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/10/25/340/269048/bayi-umur-dua-hari-diculik-di-rsud-semarang"/><item><title>Bayi Umur Dua Hari Diculik di RSUD Semarang</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/25/340/269048/bayi-umur-dua-hari-diculik-di-rsud-semarang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/10/25/340/269048/bayi-umur-dua-hari-diculik-di-rsud-semarang</guid><pubDate>Minggu 25 Oktober 2009 23:01 WIB</pubDate><dc:creator>Thomas Joko</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  SEMARANG - Kasus penculikan terhadap bayi yang baru dilahirkan di RSUD Ketileng, Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu, kini ditangani serius oleh pihak kepolisian.    Bayi laki-laki yang berusia dua hari, pada Kamis 22 Okrober pukul 14.45 WIB diculik oleh seorang wanita yang mengaku saudara yang tengah menjalani perawatan kelahiran di RSUD Kota Semarang.     Bayi nahas itu adalah putra pertama pasangan Muhamad Yahron (31) dan Ny Dwi Setyowati (27) warga Dusun Bogosari RT 1 RW 3 Kelurahan Bosari, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Bayi laki-laki dengan berat 4,3 kilogram itu dilahirkan di RS Ketileng dua hari sebelum kejadian.     Setelah melahirkan, sang ibu dirawat di Ruang Kunthi. Beberapa saat sebelum kejadian, bayi tersebut dimandikan bidan Milla Nourbaita (29). Usai dimandikan, bayi tersebut hendak dibawa ke ibunya, namun sebelum bayi diantarkan oleh Eka Laiyanatus Sifah (18) siswi SPK PPN Semarang yang sedang magang kerja di RSUD tersebut, datang seorang perempuan yang mengaku sodara Dwi Setyowati.     Eka Laiyanatus Sifah percaya dan menyerahkan bayi itu kepadanya. Dan berberapa jam kemudian, RSUD Ketileng geger karena bayi tersebut ternyata di culik.     Wartawan baru mengetahui peristiwa penculikan terhadap bayi dengan berat tubuh 4,3 kg tersebut pada Jumat, 23 Oktober. Padahal Muhamad Yahron melaporkan kejadian itu ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Semarang Selatan pada Kamis 22 Oktober pukul 22.30 WIB.     Polisi terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penculikkan bayi umur 2 hari di RSUD Kota Semarang (Ketileng). Hasil penyelidikan sementara, kalau dilihat dari modus yang dilakukan oleh pelaku, polisi menyimpulkan pelaku diduga kuat merupakan sindikat penculikan bayi. Hal ini dikuatkan dari keterangan beberapa saksi yang telah dimintai keterangan.    Dari hasil pemeriksaan beberapa saksi, pelaku yang berusia sekitar 30 tahun itu terlihat sangat tenang saat akan meminjam bayi dari genggaman suster. Selain itu, pelaku sudah nongkrong di RS Ketileng itu sejak pagi hari. &amp;quot;Kami menduga, pelaku merupakan salah satu sindikat penculikkan bayi,&amp;quot; terang Kapolresta Semarang Selatan AKBP Nurkolis, SIK, Msi.    Saat nongkrong itulah pelaku mencari informasi tentang bayi tersebut. Pelaku juga telah membawa perlengkapan bayi untuk mengelabui petugas rumah sakit. &amp;quot;Kami telah memeriksa enam saksi dan berencana membuat sketsa wajah pelaku untuk mempermudah perburuan tersangka,&amp;quot; ujarnya.    Dari sejumlah saksi yang dimintai keterangan diperoleh informasi bahwa pelaku mempunyai ciri-ciri bertinggi badan sekitar 150 centimeter, berkulit sawo matang, serta berambut ikal.  Â     </description><content:encoded>  SEMARANG - Kasus penculikan terhadap bayi yang baru dilahirkan di RSUD Ketileng, Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu, kini ditangani serius oleh pihak kepolisian.    Bayi laki-laki yang berusia dua hari, pada Kamis 22 Okrober pukul 14.45 WIB diculik oleh seorang wanita yang mengaku saudara yang tengah menjalani perawatan kelahiran di RSUD Kota Semarang.     Bayi nahas itu adalah putra pertama pasangan Muhamad Yahron (31) dan Ny Dwi Setyowati (27) warga Dusun Bogosari RT 1 RW 3 Kelurahan Bosari, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Bayi laki-laki dengan berat 4,3 kilogram itu dilahirkan di RS Ketileng dua hari sebelum kejadian.     Setelah melahirkan, sang ibu dirawat di Ruang Kunthi. Beberapa saat sebelum kejadian, bayi tersebut dimandikan bidan Milla Nourbaita (29). Usai dimandikan, bayi tersebut hendak dibawa ke ibunya, namun sebelum bayi diantarkan oleh Eka Laiyanatus Sifah (18) siswi SPK PPN Semarang yang sedang magang kerja di RSUD tersebut, datang seorang perempuan yang mengaku sodara Dwi Setyowati.     Eka Laiyanatus Sifah percaya dan menyerahkan bayi itu kepadanya. Dan berberapa jam kemudian, RSUD Ketileng geger karena bayi tersebut ternyata di culik.     Wartawan baru mengetahui peristiwa penculikan terhadap bayi dengan berat tubuh 4,3 kg tersebut pada Jumat, 23 Oktober. Padahal Muhamad Yahron melaporkan kejadian itu ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Semarang Selatan pada Kamis 22 Oktober pukul 22.30 WIB.     Polisi terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penculikkan bayi umur 2 hari di RSUD Kota Semarang (Ketileng). Hasil penyelidikan sementara, kalau dilihat dari modus yang dilakukan oleh pelaku, polisi menyimpulkan pelaku diduga kuat merupakan sindikat penculikan bayi. Hal ini dikuatkan dari keterangan beberapa saksi yang telah dimintai keterangan.    Dari hasil pemeriksaan beberapa saksi, pelaku yang berusia sekitar 30 tahun itu terlihat sangat tenang saat akan meminjam bayi dari genggaman suster. Selain itu, pelaku sudah nongkrong di RS Ketileng itu sejak pagi hari. &amp;quot;Kami menduga, pelaku merupakan salah satu sindikat penculikkan bayi,&amp;quot; terang Kapolresta Semarang Selatan AKBP Nurkolis, SIK, Msi.    Saat nongkrong itulah pelaku mencari informasi tentang bayi tersebut. Pelaku juga telah membawa perlengkapan bayi untuk mengelabui petugas rumah sakit. &amp;quot;Kami telah memeriksa enam saksi dan berencana membuat sketsa wajah pelaku untuk mempermudah perburuan tersangka,&amp;quot; ujarnya.    Dari sejumlah saksi yang dimintai keterangan diperoleh informasi bahwa pelaku mempunyai ciri-ciri bertinggi badan sekitar 150 centimeter, berkulit sawo matang, serta berambut ikal.  Â     </content:encoded></item></channel></rss>
