<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenaikan Gaji Menteri Dinilai Sangat Tidak Etis     </title><description>Wacana kenaikan gaji para menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua menuai kecaman dari berbagai pihak. Rencana tersebut dinilai sangat tidak etis dan mengusik perasaan publik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/26/339/269091/kenaikan-gaji-menteri-dinilai-sangat-tidak-etis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/10/26/339/269091/kenaikan-gaji-menteri-dinilai-sangat-tidak-etis"/><item><title>Kenaikan Gaji Menteri Dinilai Sangat Tidak Etis     </title><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/26/339/269091/kenaikan-gaji-menteri-dinilai-sangat-tidak-etis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/10/26/339/269091/kenaikan-gaji-menteri-dinilai-sangat-tidak-etis</guid><pubDate>Senin 26 Oktober 2009 06:09 WIB</pubDate><dc:creator>TB Ardi Januar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/10/26/339/269091/mcQStWkfxY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: presidensby.info</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/10/26/339/269091/mcQStWkfxY.jpg</image><title>Foto: presidensby.info</title></images><description>  JAKARTA - Wacana kenaikan gaji para menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua menuai kecaman dari berbagai pihak. Rencana tersebut dinilai sangat tidak etis dan mengusik perasaan publik.  &amp;quot;Para menteri itu belum menunjukkan kerja kongkret untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Usulan naik gaji menunjukkan tidak adanya sensivitas terhadap penderitaan rakyat,&amp;quot; ujar pengamat politik Burhanuddin Muhtadi kepada okezone, Senin (26/10/2009).  Menurutnya, usulan kenaikan gaji telah melengkapi daftar kebijakan tidak populer yang diambil pemerintah, sama seperti kenaikan tarif tol, gas elpiji, dan sebagainya.  &amp;quot;Kebijakan tidak populis itu biasanya dilakukan di awal pemerintahan. Ini dilakukan mumpung pemilu berikutnya masih jauh,&amp;quot; tandas peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) tersebut.  Sebagaimana diketahui, pascapelantikan menteri KIB jilid dua muncul wacana kenaikan gaji. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, wacana tersebut masih dalam pembahasan pemerintah.  </description><content:encoded>  JAKARTA - Wacana kenaikan gaji para menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua menuai kecaman dari berbagai pihak. Rencana tersebut dinilai sangat tidak etis dan mengusik perasaan publik.  &amp;quot;Para menteri itu belum menunjukkan kerja kongkret untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Usulan naik gaji menunjukkan tidak adanya sensivitas terhadap penderitaan rakyat,&amp;quot; ujar pengamat politik Burhanuddin Muhtadi kepada okezone, Senin (26/10/2009).  Menurutnya, usulan kenaikan gaji telah melengkapi daftar kebijakan tidak populer yang diambil pemerintah, sama seperti kenaikan tarif tol, gas elpiji, dan sebagainya.  &amp;quot;Kebijakan tidak populis itu biasanya dilakukan di awal pemerintahan. Ini dilakukan mumpung pemilu berikutnya masih jauh,&amp;quot; tandas peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) tersebut.  Sebagaimana diketahui, pascapelantikan menteri KIB jilid dua muncul wacana kenaikan gaji. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, wacana tersebut masih dalam pembahasan pemerintah.  </content:encoded></item></channel></rss>
