<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rakyat Masih Susah, Tak Etis Gaji Menteri Naik</title><description>Rencana kenaikan gaji presiden dan menteri dinilai sangat tidak etis di tengah kondisi masyarakat yang masih memprihatinkan. Baik akibat bencana alam maupun beban ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/27/339/269514/rakyat-masih-susah-tak-etis-gaji-menteri-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/10/27/339/269514/rakyat-masih-susah-tak-etis-gaji-menteri-naik"/><item><title>Rakyat Masih Susah, Tak Etis Gaji Menteri Naik</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/10/27/339/269514/rakyat-masih-susah-tak-etis-gaji-menteri-naik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/10/27/339/269514/rakyat-masih-susah-tak-etis-gaji-menteri-naik</guid><pubDate>Selasa 27 Oktober 2009 10:25 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Ulfa Eleven Safa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/10/27/339/269514/99J7zEjy0X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Poster para menteri KIB II</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/10/27/339/269514/99J7zEjy0X.jpg</image><title>Poster para menteri KIB II</title></images><description>  JAKARTA - Rencana kenaikan gaji presiden dan menteri dinilai sangat tidak etis di tengah kondisi masyarakat yang masih memprihatinkan. Baik akibat bencana alam maupun beban ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.     Oleh karena itu, rencana tersebut wajib dikaji ulang. &amp;quot;Ini masalah yang memiliki sensitivitas tinggi, jadi rasanya tidak etis menaikkan gaji di saat rakyat banyak yang kondisinya masih memprihatinkan,&amp;quot; terang Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Lukman Hakim Syaifudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10/2009).    Gaji serta tunjangan yang diterima presiden serta para menterinya saat ini, sambung Lukman, sudah lebih dari cukup.     &amp;quot;Kalau bicara cukup atau tidak itu relatif, yang penting mereka memili rasa cukup terhadap apa yang mereka terima,&amp;quot; tandasnya.    </description><content:encoded>  JAKARTA - Rencana kenaikan gaji presiden dan menteri dinilai sangat tidak etis di tengah kondisi masyarakat yang masih memprihatinkan. Baik akibat bencana alam maupun beban ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.     Oleh karena itu, rencana tersebut wajib dikaji ulang. &amp;quot;Ini masalah yang memiliki sensitivitas tinggi, jadi rasanya tidak etis menaikkan gaji di saat rakyat banyak yang kondisinya masih memprihatinkan,&amp;quot; terang Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Lukman Hakim Syaifudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10/2009).    Gaji serta tunjangan yang diterima presiden serta para menterinya saat ini, sambung Lukman, sudah lebih dari cukup.     &amp;quot;Kalau bicara cukup atau tidak itu relatif, yang penting mereka memili rasa cukup terhadap apa yang mereka terima,&amp;quot; tandasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
