<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Surat Anggodo ke SBY Soal Perlindungan Saksi</title><description>Nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat disebut-sebut dalam percakapan Anggodo Widjojo dengan sejumlah orang. Salah satu percakapan yakni Anggoro Widjojo, bos PT Masaro, mempertanyakan surat RI-1.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/06/339/272969/surat-anggodo-ke-sby-soal-perlindungan-saksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/06/339/272969/surat-anggodo-ke-sby-soal-perlindungan-saksi"/><item><title>Surat Anggodo ke SBY Soal Perlindungan Saksi</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/06/339/272969/surat-anggodo-ke-sby-soal-perlindungan-saksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/06/339/272969/surat-anggodo-ke-sby-soal-perlindungan-saksi</guid><pubDate>Jum'at 06 November 2009 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Amirul Hasan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat disebut-sebut dalam percakapan Anggodo Widjojo dengan sejumlah orang. Salah satu percakapan yakni Anggoro Widjojo, bos PT Masaro, mempertanyakan surat RI-1.&amp;quot;Itu Bonaran (kuasa hukum Anggodo) yang bikin surat. Saya terima surat itu,&amp;quot; kata Sekretaris Tim 8 Denny Indrayana kepada wartawan di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (6/11/2009).Dia menjelaskan, surat tersebut berisi permintaan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) atas persetujuan Presiden.&amp;quot;Surat ditujukan ke Presiden, jadi sebenarnya surat dari Bonaran ke Presiden yang cerita minta perlindungan hukum sebagaimana surat banyak kasus lain,&amp;quot; tegasnya.Denny memastikan, surat tersebut bukan berisi intervensi atas kasus tersebut. &amp;quot;Kebayakan kalau itu sangkut intervensi tak akan Presiden respons. Jadi surat ini sebenarnya yang disebut surat buat RI-1. Maksudnya surat dari lawyer ke RI-1,&amp;quot; tandasnya.Ditanya mengenai dukungan RI-1 seperti dalam percakapan dengan seoranag wanita yang diduga Ong Yuliana Gunawan, Denny mengatakan, &amp;quot;Dukung opo? Yang itu kan kembang-kembang. Itu kan sampingan yang bukan fokus. Kalau menurut saya, penyebutan itu maksud orang untuk tingkatin bargaining saja pada lawan bicara. Kalau kita fokus ke sana malah kehilangan arah,&amp;quot; tuturnya.  </description><content:encoded>JAKARTA - Nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat disebut-sebut dalam percakapan Anggodo Widjojo dengan sejumlah orang. Salah satu percakapan yakni Anggoro Widjojo, bos PT Masaro, mempertanyakan surat RI-1.&amp;quot;Itu Bonaran (kuasa hukum Anggodo) yang bikin surat. Saya terima surat itu,&amp;quot; kata Sekretaris Tim 8 Denny Indrayana kepada wartawan di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (6/11/2009).Dia menjelaskan, surat tersebut berisi permintaan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) atas persetujuan Presiden.&amp;quot;Surat ditujukan ke Presiden, jadi sebenarnya surat dari Bonaran ke Presiden yang cerita minta perlindungan hukum sebagaimana surat banyak kasus lain,&amp;quot; tegasnya.Denny memastikan, surat tersebut bukan berisi intervensi atas kasus tersebut. &amp;quot;Kebayakan kalau itu sangkut intervensi tak akan Presiden respons. Jadi surat ini sebenarnya yang disebut surat buat RI-1. Maksudnya surat dari lawyer ke RI-1,&amp;quot; tandasnya.Ditanya mengenai dukungan RI-1 seperti dalam percakapan dengan seoranag wanita yang diduga Ong Yuliana Gunawan, Denny mengatakan, &amp;quot;Dukung opo? Yang itu kan kembang-kembang. Itu kan sampingan yang bukan fokus. Kalau menurut saya, penyebutan itu maksud orang untuk tingkatin bargaining saja pada lawan bicara. Kalau kita fokus ke sana malah kehilangan arah,&amp;quot; tuturnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
