<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Satu Gerbong, Wajar DPR Bela Polri</title><description>Kebijakan Komisi III DPR memberikan panggung kepada Polri untuk berbicara ke publik dinilai sebagai sesuatu yang wajar mengingat keduanya memiliki banyak kesamaan. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/07/339/273257/masih-satu-gerbong-wajar-dpr-bela-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/07/339/273257/masih-satu-gerbong-wajar-dpr-bela-polri"/><item><title>Masih Satu Gerbong, Wajar DPR Bela Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/07/339/273257/masih-satu-gerbong-wajar-dpr-bela-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/07/339/273257/masih-satu-gerbong-wajar-dpr-bela-polri</guid><pubDate>Sabtu 07 November 2009 16:58 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/07/339/273257/aNNYOHwhfU.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/07/339/273257/aNNYOHwhfU.jpg</image><title></title></images><description>  JAKARTA - Kebijakan Komisi III DPR memberikan panggung kepada Polri untuk berbicara ke publik dinilai sebagai sesuatu yang wajar mengingat keduanya memiliki banyak kesamaan.     &amp;quot;DPR memang berada satu gerbong dengan Polri dan Kejaksaan sebagai lembaga yang masih harus direformasi,&amp;quot; kata Sosiolog Thamrin Amal Tomagola usai diskusi di Warung Daun, Jalan Pakubuwono X, Jakarta, Sabtu (7/11/2009).    Sehingga baik institusi DPR maupun Polri saling memberi kesempatan agar dapat berpendapat dihadapan publik. &amp;quot;Memang teman mencari teman dan memberi panggung satu dengan yang lain,&amp;quot; ucapnya.    Sikap semcam inilah yang disayangkan Thamrin, mengingat mayoritas legislator merupakan aktivis jalanan pada masanya. &amp;quot;Kok sekarang duduk di DPR berfoto-foto dengan aktor sentral yang sangat dihujat oleh masyarakat,&amp;quot; bebernya.    Saat rapat kerja antara Komisi III dengan Polri beberapa waktu lalu, terlihat jelas betapa para wakil rakyat condong mendukung Kepolisian dalam kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.     Terdengar beberapa kali para legislator memuji sikap Kapolri dan meminta mereka tetap melakukan pengusutan terhadap kedua pimpinan KPK nonaktif itu. Bahkan, usai Komjen Pol Susno Duadji menyampaikan klarifikasi tudingan menerima suap, dengan serempak anggota Komisi III memberikan tepuk tangan.    </description><content:encoded>  JAKARTA - Kebijakan Komisi III DPR memberikan panggung kepada Polri untuk berbicara ke publik dinilai sebagai sesuatu yang wajar mengingat keduanya memiliki banyak kesamaan.     &amp;quot;DPR memang berada satu gerbong dengan Polri dan Kejaksaan sebagai lembaga yang masih harus direformasi,&amp;quot; kata Sosiolog Thamrin Amal Tomagola usai diskusi di Warung Daun, Jalan Pakubuwono X, Jakarta, Sabtu (7/11/2009).    Sehingga baik institusi DPR maupun Polri saling memberi kesempatan agar dapat berpendapat dihadapan publik. &amp;quot;Memang teman mencari teman dan memberi panggung satu dengan yang lain,&amp;quot; ucapnya.    Sikap semcam inilah yang disayangkan Thamrin, mengingat mayoritas legislator merupakan aktivis jalanan pada masanya. &amp;quot;Kok sekarang duduk di DPR berfoto-foto dengan aktor sentral yang sangat dihujat oleh masyarakat,&amp;quot; bebernya.    Saat rapat kerja antara Komisi III dengan Polri beberapa waktu lalu, terlihat jelas betapa para wakil rakyat condong mendukung Kepolisian dalam kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.     Terdengar beberapa kali para legislator memuji sikap Kapolri dan meminta mereka tetap melakukan pengusutan terhadap kedua pimpinan KPK nonaktif itu. Bahkan, usai Komjen Pol Susno Duadji menyampaikan klarifikasi tudingan menerima suap, dengan serempak anggota Komisi III memberikan tepuk tangan.    </content:encoded></item></channel></rss>
