<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkes Tak Terlibat Sampel Peternak Sukabumi</title><description>Pengambilan sampel darah peternak Sukabumi pada 2007 lalu oleh Puslitbang Depkes dan peneliti Belanda, tidak melibatkan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang saat itu masih menjadi peneliti. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/09/337/273827/menkes-tak-terlibat-sampel-peternak-sukabumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/09/337/273827/menkes-tak-terlibat-sampel-peternak-sukabumi"/><item><title>Menkes Tak Terlibat Sampel Peternak Sukabumi</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/09/337/273827/menkes-tak-terlibat-sampel-peternak-sukabumi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/09/337/273827/menkes-tak-terlibat-sampel-peternak-sukabumi</guid><pubDate>Senin 09 November 2009 19:26 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Ulfa Eleven Safa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/09/337/273827/cWowVTm7Ps.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. (Foto: Insaf Albert Tarigan/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/09/337/273827/cWowVTm7Ps.jpg</image><title>Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. (Foto: Insaf Albert Tarigan/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengambilan sampel darah peternak Sukabumi pada 2007 lalu oleh Puslitbang Depkes dan peneliti Belanda, tidak melibatkan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang saat itu masih menjadi peneliti.&amp;quot;Mohon dipahami saya adalah peneliti sosial. Yang hanya meneliti perilaku. Hanya saja saya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang lumayan bagus. Jadi saya sering dilibatkan dan jadi perantara dalam kerjasama-kerjasama Internasional. Jadi bapak dan ibu tidak akan melihat saya dalam penelitian itu,&amp;quot; terang Endang dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2009).Saat itu, menurut Endang, yang menjabat sebagai Kepala Puslitbang adalah dr Erna, bukan dirinya. Kapuslitbang yang terdahulu sudah melakukan kerjasama yang ketat dengan peneliti Belanda.&amp;quot;Darah diambil saat Litbang Depkes masih dipimpin oleh dr Erna. Jadi saat saya menjabat sebagai Kapuslit saya sudah melihat darah-darah itu di laboratorium,&amp;quot; ujar Endang.Bahkan dalam kerjasama tercatat bahwa sampel tidak boleh dibawa ke Belanda dan harus diteliti di laboratorium Indonesia. &amp;quot;Pendahulu saya sudah melakukan yang terbaik dan saya hanya meneruskan saja,&amp;quot; katanya.Sementara hasil penelitian mengenai virus flu burung menular ke peternaknya ternyata negatif. Hasil tersebut sudah disampaikan melalui surat tertulis ke Dinkes Sukabumi, tapi kata Menkes masih ditanyakan berulang-ulang oleh para peternak.&amp;quot;Sampai akhirnya saya lengser dan digantikan dr Trihono. Muncul lagi masalah sampel darah-darah itu. Dr Trihono lantas ke Sukabumi untuk menjelaskan kepada para peternak itu secara langsung. Saya pikir itu sudah selesai,&amp;quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengambilan sampel darah peternak Sukabumi pada 2007 lalu oleh Puslitbang Depkes dan peneliti Belanda, tidak melibatkan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang saat itu masih menjadi peneliti.&amp;quot;Mohon dipahami saya adalah peneliti sosial. Yang hanya meneliti perilaku. Hanya saja saya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang lumayan bagus. Jadi saya sering dilibatkan dan jadi perantara dalam kerjasama-kerjasama Internasional. Jadi bapak dan ibu tidak akan melihat saya dalam penelitian itu,&amp;quot; terang Endang dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2009).Saat itu, menurut Endang, yang menjabat sebagai Kepala Puslitbang adalah dr Erna, bukan dirinya. Kapuslitbang yang terdahulu sudah melakukan kerjasama yang ketat dengan peneliti Belanda.&amp;quot;Darah diambil saat Litbang Depkes masih dipimpin oleh dr Erna. Jadi saat saya menjabat sebagai Kapuslit saya sudah melihat darah-darah itu di laboratorium,&amp;quot; ujar Endang.Bahkan dalam kerjasama tercatat bahwa sampel tidak boleh dibawa ke Belanda dan harus diteliti di laboratorium Indonesia. &amp;quot;Pendahulu saya sudah melakukan yang terbaik dan saya hanya meneruskan saja,&amp;quot; katanya.Sementara hasil penelitian mengenai virus flu burung menular ke peternaknya ternyata negatif. Hasil tersebut sudah disampaikan melalui surat tertulis ke Dinkes Sukabumi, tapi kata Menkes masih ditanyakan berulang-ulang oleh para peternak.&amp;quot;Sampai akhirnya saya lengser dan digantikan dr Trihono. Muncul lagi masalah sampel darah-darah itu. Dr Trihono lantas ke Sukabumi untuk menjelaskan kepada para peternak itu secara langsung. Saya pikir itu sudah selesai,&amp;quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
