<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Oknum Polisi Keroyok Sopir hingga Kritis</title><description>Lima oknum aparat dari Polres Jayapura yang berpakaian preman mengeroyok seorang sopir truk bernama Wenli Rompas hingga kritis. Kejadian ini terjadi di kawasan Hawai-Sentani, Selasa 10 November lalu. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/11/340/274293/5-oknum-polisi-keroyok-sopir-hingga-kritis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/11/340/274293/5-oknum-polisi-keroyok-sopir-hingga-kritis"/><item><title>5 Oknum Polisi Keroyok Sopir hingga Kritis</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/11/340/274293/5-oknum-polisi-keroyok-sopir-hingga-kritis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/11/340/274293/5-oknum-polisi-keroyok-sopir-hingga-kritis</guid><pubDate>Rabu 11 November 2009 09:49 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Rahmatika Adriyati</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  SENTANI - Lima oknum aparat dari Polres Jayapura yang berpakaian preman mengeroyok seorang sopir truk bernama Wenli Rompas hingga kritis. Kejadian ini terjadi di kawasan Hawai-Sentani, Selasa 10 November lalu.   Kejadian ini berawal saat korban mengangkut pasir di ruas jalan Hawai-Sentani. Secara mendadak, mobil yang berjalan di depannya berhenti dan mengakibatkan tabrakan beruntun. Sementara itu, di belakang truk ada satu mobil yang dikendarai lima polisi berpakaian preman yang juga ikut menabrak.  Tanpa banyak bertanya, kelima polisi itu turun dari mobilnya dan langsung menghajar korban. Sopir malang itu sempat berusaha melarikan diri namunÂ tak berhasil karena salah seorang oknum tersebut menodong pistol ke arah korban. Korban pun menjadi bulan-bulanan dan ditinggalkan begitu saja dengan keadaan tak sadarkan diri.  Korban akhirnya ditolong warga setempat dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Dok II Jayapura dengan luka cukup serius. KorbanÂ  menderita luka robek dibagian bibir dalam dan luar sepanjang tujuh sentimeter. Rahang kanan dan tulang lehernya juga patah. Saat ini korban masih mendapatkan perawatan yang intensif.  Sementara itu, Kapolda Papua Brigjen Bekto Suprapto saat dikonfirmasi lewat telepon genggamnya mengaku belum mendapat laporan dari Polres Jayapura. Namun, kata dia, jika itu benar kejadiannya maka akan diambil tindakan tegas terhadap oknum anggota yang telah melanggar hukum.    </description><content:encoded>  SENTANI - Lima oknum aparat dari Polres Jayapura yang berpakaian preman mengeroyok seorang sopir truk bernama Wenli Rompas hingga kritis. Kejadian ini terjadi di kawasan Hawai-Sentani, Selasa 10 November lalu.   Kejadian ini berawal saat korban mengangkut pasir di ruas jalan Hawai-Sentani. Secara mendadak, mobil yang berjalan di depannya berhenti dan mengakibatkan tabrakan beruntun. Sementara itu, di belakang truk ada satu mobil yang dikendarai lima polisi berpakaian preman yang juga ikut menabrak.  Tanpa banyak bertanya, kelima polisi itu turun dari mobilnya dan langsung menghajar korban. Sopir malang itu sempat berusaha melarikan diri namunÂ tak berhasil karena salah seorang oknum tersebut menodong pistol ke arah korban. Korban pun menjadi bulan-bulanan dan ditinggalkan begitu saja dengan keadaan tak sadarkan diri.  Korban akhirnya ditolong warga setempat dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Dok II Jayapura dengan luka cukup serius. KorbanÂ  menderita luka robek dibagian bibir dalam dan luar sepanjang tujuh sentimeter. Rahang kanan dan tulang lehernya juga patah. Saat ini korban masih mendapatkan perawatan yang intensif.  Sementara itu, Kapolda Papua Brigjen Bekto Suprapto saat dikonfirmasi lewat telepon genggamnya mengaku belum mendapat laporan dari Polres Jayapura. Namun, kata dia, jika itu benar kejadiannya maka akan diambil tindakan tegas terhadap oknum anggota yang telah melanggar hukum.    </content:encoded></item></channel></rss>
