<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-hati Tanah Labil di Jalur Lintas Sumatera</title><description>Koordinator Sakorlak PB Sumbar, Ade Edwar memberikan peringatan kepada warga yang melewati Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) karena kondisi di Sumatera Barat tergolong belum aman untuk bencana alam terutama longsor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/12/340/274732/hati-hati-tanah-labil-di-jalur-lintas-sumatera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/12/340/274732/hati-hati-tanah-labil-di-jalur-lintas-sumatera"/><item><title>Hati-hati Tanah Labil di Jalur Lintas Sumatera</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/12/340/274732/hati-hati-tanah-labil-di-jalur-lintas-sumatera</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/12/340/274732/hati-hati-tanah-labil-di-jalur-lintas-sumatera</guid><pubDate>Kamis 12 November 2009 10:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/12/340/274732/go63dtMVu1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi longsor. (foto: dok okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/12/340/274732/go63dtMVu1.jpg</image><title>ilustrasi longsor. (foto: dok okezone)</title></images><description>  PADANG - Koordinator Sakorlak PB Sumbar, Ade Edwar memberikan peringatan kepada warga yang melewati Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) karena kondisi di Sumatera Barat tergolong belum aman untuk bencana alam terutama longsor.  &amp;quot;Ini disebabkan karena kondisi tanah belum stabil, pascagempa yang membuat tanah-tanah perbukitan labil dan ditambah cuaca hujan yang membuat tanah menyetabilkan kedudukan atau lebih dikenal dengan longsor,&amp;quot; ujar Ade (12/11/2009).  Ada 1.000 lebih titik rawan longsor di Sumbar ini, terutama dikawasan Agam, Pariaman dan Padang Pariaman, selain itu Jalinsum Padang-Solok (Sitinjau Lauik) dan Padang-Bukittinggi (Silaiang) dan Sumbar-Riau ini daerah yang sering longsor.   &amp;quot;Sejak terjadi gempa banyak terjadi keretakan di daerah perbukitan, tanah-tanah banyak terbuka dan jika hujan turun itu akan menguras tanah tersebut dan akibatnya longsor. Bagi pengendara untuk berhati-hati atau lebih baik menunda keberangkatanya terlebih dahulu kalau cuaca buruk,&amp;quot; katanya.  Bagi yang tinggal didaerah lereng dan kaki bukit untuk was-was karena setiap saat bencana selalu mengintai, apalagi kondisi saat ini masih terjadi gempa.   &amp;quot;Jangan sampai terjadi lagi seperti Padang Pariaman dan Agam, sudah selamat dari gempa tapi dari longsor yang membuat saudara kita banyak menjadi korban,&amp;quot; ulasnya.Untuk menghindari dampak korban jiwa tim Sakorlak PB Sumbar terus siaga 24 jam, baik itu Sakorlak sendiri, tim SAR dan Tagana siaga dan tim-tim lainnya, baik Provinsi sampai Kabupatena dan Kecamatan.Â  Â     </description><content:encoded>  PADANG - Koordinator Sakorlak PB Sumbar, Ade Edwar memberikan peringatan kepada warga yang melewati Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) karena kondisi di Sumatera Barat tergolong belum aman untuk bencana alam terutama longsor.  &amp;quot;Ini disebabkan karena kondisi tanah belum stabil, pascagempa yang membuat tanah-tanah perbukitan labil dan ditambah cuaca hujan yang membuat tanah menyetabilkan kedudukan atau lebih dikenal dengan longsor,&amp;quot; ujar Ade (12/11/2009).  Ada 1.000 lebih titik rawan longsor di Sumbar ini, terutama dikawasan Agam, Pariaman dan Padang Pariaman, selain itu Jalinsum Padang-Solok (Sitinjau Lauik) dan Padang-Bukittinggi (Silaiang) dan Sumbar-Riau ini daerah yang sering longsor.   &amp;quot;Sejak terjadi gempa banyak terjadi keretakan di daerah perbukitan, tanah-tanah banyak terbuka dan jika hujan turun itu akan menguras tanah tersebut dan akibatnya longsor. Bagi pengendara untuk berhati-hati atau lebih baik menunda keberangkatanya terlebih dahulu kalau cuaca buruk,&amp;quot; katanya.  Bagi yang tinggal didaerah lereng dan kaki bukit untuk was-was karena setiap saat bencana selalu mengintai, apalagi kondisi saat ini masih terjadi gempa.   &amp;quot;Jangan sampai terjadi lagi seperti Padang Pariaman dan Agam, sudah selamat dari gempa tapi dari longsor yang membuat saudara kita banyak menjadi korban,&amp;quot; ulasnya.Untuk menghindari dampak korban jiwa tim Sakorlak PB Sumbar terus siaga 24 jam, baik itu Sakorlak sendiri, tim SAR dan Tagana siaga dan tim-tim lainnya, baik Provinsi sampai Kabupatena dan Kecamatan.Â  Â     </content:encoded></item></channel></rss>
