<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Kali Ledakan, Ruko Ateng Nyaris Rata dengan Tanah</title><description>Warga Duren Sawit mendengar tiga kali ledakan keras, saat peristiwa kebakaran hebat yang terjadi di Ruko milik Arianto alias Ateng (45).</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/15/338/275671/3-kali-ledakan-ruko-ateng-nyaris-rata-dengan-tanah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/15/338/275671/3-kali-ledakan-ruko-ateng-nyaris-rata-dengan-tanah"/><item><title>3 Kali Ledakan, Ruko Ateng Nyaris Rata dengan Tanah</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/15/338/275671/3-kali-ledakan-ruko-ateng-nyaris-rata-dengan-tanah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/15/338/275671/3-kali-ledakan-ruko-ateng-nyaris-rata-dengan-tanah</guid><pubDate>Minggu 15 November 2009 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Yuni Herlina Sinambela</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Warga Duren Sawit mendengar tiga kali ledakan keras, saat peristiwa kebakaran hebat yang terjadi di Ruko milik Arianto alias Ateng (45).&amp;quot;Cuma hitungan detik, terdengar tiga kali ledakan keras dari tabung,&amp;quot; ungkap Ata (30), Warga Jalan Swadaya 26 RT08 RW 05 Duren Sawit, Jakarta Timur di lokasi kejadian, Minggu (15/11/2009).Seperti diceritakan Ata, pada Jumat 13 November lalu sekira pukul 11.30 WIB, dirinya bersama warga Duren Sawit panik ketika mendengar suara ledakan. Warga pun bergegas menyelamatkan harta benda miliknya karena khawatir ikut terbakar.Api pun berkobar dan gumpalan asap hitam menjulang tinggi. Seketika itu si jago merah menghanguskan ruko milik Ateng yang sudah hancur berantakan akibat ledakan tangung gas elpiji yang diduga dioplos. &amp;quot;Panas banget, dari jarak 500 meter masih terdegar ledakan gas,&amp;quot; tuturnya dalam logat Betawi.Menurut pengakuan warga, pada tahun 2007 kebakaran juga sempat menghanguskan ruko milik Ateng. Penyebabnya sama, akibat tabung gas meledak. &amp;quot;Ini kedua kalinya, tapi engak sekencang dulu apinya. Kulkas dan motornya hangus, juga burung peliHaraannya ikut terbakar,&amp;quot; ujar Waty (30) warga lainnya.Usai kejadian nahas akibat ledakan gas pertama, Ateng sempat merenovasi rukonya dengan pondasi bangunan yang lebih kuat dan berlantai dua di tanah seluas 48 meter itu. &amp;quot;Jadi saat ledakan, api tertahan di lantai bawah dan menggumpal di lantai bawah,&amp;quot; imbuh Waty.  </description><content:encoded>JAKARTA - Warga Duren Sawit mendengar tiga kali ledakan keras, saat peristiwa kebakaran hebat yang terjadi di Ruko milik Arianto alias Ateng (45).&amp;quot;Cuma hitungan detik, terdengar tiga kali ledakan keras dari tabung,&amp;quot; ungkap Ata (30), Warga Jalan Swadaya 26 RT08 RW 05 Duren Sawit, Jakarta Timur di lokasi kejadian, Minggu (15/11/2009).Seperti diceritakan Ata, pada Jumat 13 November lalu sekira pukul 11.30 WIB, dirinya bersama warga Duren Sawit panik ketika mendengar suara ledakan. Warga pun bergegas menyelamatkan harta benda miliknya karena khawatir ikut terbakar.Api pun berkobar dan gumpalan asap hitam menjulang tinggi. Seketika itu si jago merah menghanguskan ruko milik Ateng yang sudah hancur berantakan akibat ledakan tangung gas elpiji yang diduga dioplos. &amp;quot;Panas banget, dari jarak 500 meter masih terdegar ledakan gas,&amp;quot; tuturnya dalam logat Betawi.Menurut pengakuan warga, pada tahun 2007 kebakaran juga sempat menghanguskan ruko milik Ateng. Penyebabnya sama, akibat tabung gas meledak. &amp;quot;Ini kedua kalinya, tapi engak sekencang dulu apinya. Kulkas dan motornya hangus, juga burung peliHaraannya ikut terbakar,&amp;quot; ujar Waty (30) warga lainnya.Usai kejadian nahas akibat ledakan gas pertama, Ateng sempat merenovasi rukonya dengan pondasi bangunan yang lebih kuat dan berlantai dua di tanah seluas 48 meter itu. &amp;quot;Jadi saat ledakan, api tertahan di lantai bawah dan menggumpal di lantai bawah,&amp;quot; imbuh Waty.  </content:encoded></item></channel></rss>
