<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Susno Duadji Pegang Kartu Truf Kapolri?</title><description>Posisi Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji yang seolah tak tergoyahkan meski diterpa badai perseteruan antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memunculkan tanda tanya. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/18/339/276843/susno-duadji-pegang-kartu-truf-kapolri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/18/339/276843/susno-duadji-pegang-kartu-truf-kapolri"/><item><title>Susno Duadji Pegang Kartu Truf Kapolri?</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/18/339/276843/susno-duadji-pegang-kartu-truf-kapolri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/18/339/276843/susno-duadji-pegang-kartu-truf-kapolri</guid><pubDate>Rabu 18 November 2009 14:15 WIB</pubDate><dc:creator>Insaf Albert Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/18/339/276843/zRswU6nIta.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komjen Pol Susno Djuaji (Foto: Wordpress)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/18/339/276843/zRswU6nIta.jpg</image><title>Komjen Pol Susno Djuaji (Foto: Wordpress)</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Posisi Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji yang seolah tak tergoyahkan meski diterpa badai perseteruan antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memunculkan tanda tanya.     Apakah betul Susno memegang kartu Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, sehingga posisinya aman?    Untuk mengklarifikasi dugaan ini, anggota Komisi Hukum DPR Ruhut Sitompul bakal mempertanyakan kepada Kapolri. &amp;quot;Apakah (Kapolri) takut memecat Susno karena pernah di PPATK, jadi tahu rekening petinggi Polri,&amp;quot; terka Ruhut saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/11/2009).    Susno Duadji sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Saat itu, Susno pernah menggembar-gemborkan ihwal rekening beberapa perwira tinggi yang tidak wajar karena berjumlah ratusan miliar bahkan triliunan rupiah. &amp;quot;Sekarang pernah enggak dia ngomong itu. Ini kan berarti buat posisi tawar waktu itu,&amp;quot; ujarnya.    Seperti diketahui, Susno baru dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kabareskrim, setelah muncul tekanan publik yang begitu besar. Pencopotan ini pun hanya bersifat sementara guna memudahkan kinerja Tim Delapan. Di sisi lain, Susno dinilai sebagai pemicu awal perseteruan antara Polri dan KPK. Bahkan istilah Cicak dan Buaya merupakan buah kreasi Susno.    Kontroversi kembali muncul, karena Susno kembali menduduki jabatannya sesaat setelah Tim Delapan menyerahkan rekomendasi ke Presiden.(ful)    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Posisi Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji yang seolah tak tergoyahkan meski diterpa badai perseteruan antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memunculkan tanda tanya.     Apakah betul Susno memegang kartu Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, sehingga posisinya aman?    Untuk mengklarifikasi dugaan ini, anggota Komisi Hukum DPR Ruhut Sitompul bakal mempertanyakan kepada Kapolri. &amp;quot;Apakah (Kapolri) takut memecat Susno karena pernah di PPATK, jadi tahu rekening petinggi Polri,&amp;quot; terka Ruhut saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/11/2009).    Susno Duadji sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Saat itu, Susno pernah menggembar-gemborkan ihwal rekening beberapa perwira tinggi yang tidak wajar karena berjumlah ratusan miliar bahkan triliunan rupiah. &amp;quot;Sekarang pernah enggak dia ngomong itu. Ini kan berarti buat posisi tawar waktu itu,&amp;quot; ujarnya.    Seperti diketahui, Susno baru dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kabareskrim, setelah muncul tekanan publik yang begitu besar. Pencopotan ini pun hanya bersifat sementara guna memudahkan kinerja Tim Delapan. Di sisi lain, Susno dinilai sebagai pemicu awal perseteruan antara Polri dan KPK. Bahkan istilah Cicak dan Buaya merupakan buah kreasi Susno.    Kontroversi kembali muncul, karena Susno kembali menduduki jabatannya sesaat setelah Tim Delapan menyerahkan rekomendasi ke Presiden.(ful)    </content:encoded></item></channel></rss>
