<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Syafi'i Ma'arif: Jangan Berharap Tanduk kepada Kuda</title><description>Komentar pedas terlontar dari cendekiawan muslim Syafi'i Ma'arif, menanggapi pernyataan Presiden Susilo Bamabng Yudhoyono (SBY) yang menegaskan tidak mau dipaksa bersikap. SBY dinilai tetap lamban dalam bersikap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/19/339/277161/syafi-i-ma-arif-jangan-berharap-tanduk-kepada-kuda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/19/339/277161/syafi-i-ma-arif-jangan-berharap-tanduk-kepada-kuda"/><item><title>Syafi'i Ma'arif: Jangan Berharap Tanduk kepada Kuda</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/19/339/277161/syafi-i-ma-arif-jangan-berharap-tanduk-kepada-kuda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/19/339/277161/syafi-i-ma-arif-jangan-berharap-tanduk-kepada-kuda</guid><pubDate>Kamis 19 November 2009 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/19/339/277161/VOad1nUOEN.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/19/339/277161/VOad1nUOEN.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Komentar pedas terlontar dari cendekiawan muslim Syafi'i Ma'arif, menanggapi pernyataan Presiden Susilo Bamabng Yudhoyono (SBY) yang menegaskan tidak mau dipaksa bersikap. SBY dinilai tetap lamban dalam bersikap.  &amp;quot;Jangan berkelit dengan ngomong seperti itu. Di sini diperlukan tindakan yang luar biasa untuk menghadapi kasus yang luar biasa. Ada peribahasa, jangan berharap tanduk kepada kuda,&amp;quot; ujar Syafi'i usai menghadiri sebuah diskusi di Hotel Gran Sahid, Jakarta, Kamis (19/11/2009).Sebelumnya, Presiden meminta semua pihak untuk tidak mendorong dan memaksa dirinya untuk segera menindaklanjuti rekomendasi Tim 8 dalam kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.Padahal sikap tegas SBY, dinilai mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, akan menentukan pemerintahan yang memiliki legitimasi sosial dan moral. &amp;quot;Kalau tidak, legimitasi moral dan sosial akan berguguran. Saya sudah lelah dengan keadaan ini,&amp;quot; katanya.Ditanya tanggapannya mengenai sikap Kapolri yang tidak mau menahan Anggodo Widjojo, Syafi'i mengatakan, polisi tidak akan berani menangkap Anggodo. &amp;quot;Kalau aparat hukum sudah berada di bawah ketiak seseorang ya pasti tidak mau (nahan),&amp;quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komentar pedas terlontar dari cendekiawan muslim Syafi'i Ma'arif, menanggapi pernyataan Presiden Susilo Bamabng Yudhoyono (SBY) yang menegaskan tidak mau dipaksa bersikap. SBY dinilai tetap lamban dalam bersikap.  &amp;quot;Jangan berkelit dengan ngomong seperti itu. Di sini diperlukan tindakan yang luar biasa untuk menghadapi kasus yang luar biasa. Ada peribahasa, jangan berharap tanduk kepada kuda,&amp;quot; ujar Syafi'i usai menghadiri sebuah diskusi di Hotel Gran Sahid, Jakarta, Kamis (19/11/2009).Sebelumnya, Presiden meminta semua pihak untuk tidak mendorong dan memaksa dirinya untuk segera menindaklanjuti rekomendasi Tim 8 dalam kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.Padahal sikap tegas SBY, dinilai mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, akan menentukan pemerintahan yang memiliki legitimasi sosial dan moral. &amp;quot;Kalau tidak, legimitasi moral dan sosial akan berguguran. Saya sudah lelah dengan keadaan ini,&amp;quot; katanya.Ditanya tanggapannya mengenai sikap Kapolri yang tidak mau menahan Anggodo Widjojo, Syafi'i mengatakan, polisi tidak akan berani menangkap Anggodo. &amp;quot;Kalau aparat hukum sudah berada di bawah ketiak seseorang ya pasti tidak mau (nahan),&amp;quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
