<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puluhan Jurnalis Geruduk Mapolwil Kediri</title><description>Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri menggelar aksi unjuk rasa di Mapolwil dan Mapolresta Kediri, Jawa Timur, Sabtu (21/11) petang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/21/339/277876/puluhan-jurnalis-geruduk-mapolwil-kediri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/21/339/277876/puluhan-jurnalis-geruduk-mapolwil-kediri"/><item><title>Puluhan Jurnalis Geruduk Mapolwil Kediri</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/21/339/277876/puluhan-jurnalis-geruduk-mapolwil-kediri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/21/339/277876/puluhan-jurnalis-geruduk-mapolwil-kediri</guid><pubDate>Sabtu 21 November 2009 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/21/339/277876/jTuTE8MCWj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Solichan Arif/Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/21/339/277876/jTuTE8MCWj.jpg</image><title>Foto: Solichan Arif/Koran SI</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    KEDIRI - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri menggelar aksi unjuk rasa di Mapolwil dan Mapolresta Kediri, Jawa Timur, Sabtu (21/11) petang.    Mereka menuntut penghentian pemeriksaan pimpinan media Harian Seputar Indonesia dan Kompas terkait polemik yang terjadi laporan Anggodo. Ketua AJI Kediri Hari Tri Wasono menilai, pemeriksaan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi pers. &amp;quot;Tidak ada kewenangan polisi memeriksa wartawan. Ini harus dihentikan,&amp;quot; ujarnya.    Unjuk rasa yang dimulai sekira pukul 14.30 WIB tersebut tidak mendapat tanggapan dari petugas Polwil Kediri. Tidak ada satupun polisi yang menemui para kuli tinta yangÂ  berorasi dan membentangkan poster pernyataan sikap.    Merasa diabaikan, para wartawan mendatangi Kantor Kepolisian Resor Kota Kediri di Jalan Brawijaya Kota Kediri. &amp;quot;Kami meminta polisi menggunakan UU Pers dalam menyelesaikan kasus jurnalistik. Bukan KUHP,&amp;quot; teriak Ketua PWI Kediri, Imam Subawi.    Di Mapolresta, beberapa wartawan melakukan aksi teatrikal dengan menutup mata dan berdiri di bawah payung bertuliskan hukum. Wakapolresta Kediri Komisaris Polisi Kuwadi terlihat terkejut melihat kedatangan wartawan. Perwira polisi sempat memerintahkan anak buahnya untuk membubarkan aksi wartawan.     &amp;quot;Silakan menyampaikan aspirasi di luar kantor saja,&amp;quot; pinta seorang petugas yang mendatangi wartawan. Oleh massa AJI dan PWI, permintaan itu ditolak mentah-mentah.    Kompol Kuwadi yang didampingi Kabag Bina Mitra Polresta Kediri Kompol Abraham Gurgurem akhirnya memberikan waktu jurnalis menyampaikan aspirasinya. Abraham berjanjiÂ  institusinyaÂ  akan bekerja secara profesional, termasuk menjadi mitra yang baikÂ  bagi jurnalis. &amp;quot;Kita di Kediri akan bekerja secara profesional,&amp;quot; ujar Gurgurem.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    KEDIRI - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri menggelar aksi unjuk rasa di Mapolwil dan Mapolresta Kediri, Jawa Timur, Sabtu (21/11) petang.    Mereka menuntut penghentian pemeriksaan pimpinan media Harian Seputar Indonesia dan Kompas terkait polemik yang terjadi laporan Anggodo. Ketua AJI Kediri Hari Tri Wasono menilai, pemeriksaan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi pers. &amp;quot;Tidak ada kewenangan polisi memeriksa wartawan. Ini harus dihentikan,&amp;quot; ujarnya.    Unjuk rasa yang dimulai sekira pukul 14.30 WIB tersebut tidak mendapat tanggapan dari petugas Polwil Kediri. Tidak ada satupun polisi yang menemui para kuli tinta yangÂ  berorasi dan membentangkan poster pernyataan sikap.    Merasa diabaikan, para wartawan mendatangi Kantor Kepolisian Resor Kota Kediri di Jalan Brawijaya Kota Kediri. &amp;quot;Kami meminta polisi menggunakan UU Pers dalam menyelesaikan kasus jurnalistik. Bukan KUHP,&amp;quot; teriak Ketua PWI Kediri, Imam Subawi.    Di Mapolresta, beberapa wartawan melakukan aksi teatrikal dengan menutup mata dan berdiri di bawah payung bertuliskan hukum. Wakapolresta Kediri Komisaris Polisi Kuwadi terlihat terkejut melihat kedatangan wartawan. Perwira polisi sempat memerintahkan anak buahnya untuk membubarkan aksi wartawan.     &amp;quot;Silakan menyampaikan aspirasi di luar kantor saja,&amp;quot; pinta seorang petugas yang mendatangi wartawan. Oleh massa AJI dan PWI, permintaan itu ditolak mentah-mentah.    Kompol Kuwadi yang didampingi Kabag Bina Mitra Polresta Kediri Kompol Abraham Gurgurem akhirnya memberikan waktu jurnalis menyampaikan aspirasinya. Abraham berjanjiÂ  institusinyaÂ  akan bekerja secara profesional, termasuk menjadi mitra yang baikÂ  bagi jurnalis. &amp;quot;Kita di Kediri akan bekerja secara profesional,&amp;quot; ujar Gurgurem.    </content:encoded></item></channel></rss>
