<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahasa Tubuh SBY Ingin Kasus Bibit-Chandra Lanjut</title><description>Menkominfo Tifatul Sembiring melihat gelagat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin agar kasus Bibit-Chandra berlanjut ke pengadilan, karena apabila disetop maka Anggoro Widjojo dan Anggodo bakal lolos dari jerat hukum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/22/339/278060/bahasa-tubuh-sby-ingin-kasus-bibit-chandra-lanjut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/22/339/278060/bahasa-tubuh-sby-ingin-kasus-bibit-chandra-lanjut"/><item><title>Bahasa Tubuh SBY Ingin Kasus Bibit-Chandra Lanjut</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/22/339/278060/bahasa-tubuh-sby-ingin-kasus-bibit-chandra-lanjut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/22/339/278060/bahasa-tubuh-sby-ingin-kasus-bibit-chandra-lanjut</guid><pubDate>Minggu 22 November 2009 21:12 WIB</pubDate><dc:creator>Farid Rusdi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/22/339/278060/XrWnIS9KA4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">daylife</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/22/339/278060/XrWnIS9KA4.jpg</image><title>daylife</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Menkominfo Tifatul Sembiring melihat gelagat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin agar kasus Bibit-Chandra berlanjut ke pengadilan, karena apabila disetop maka Anggoro Widjojo dan Anggodo bakal lolos dari jerat hukum.    &amp;quot;Saya membaca gerak tubuhnya Presiden, kalau seandainya distop, tapi belum tahu ya, putusannya bagaimana, itu Anggoro dan Anggodo akan hilang begitu saja, karena mereka masih terkait dengan kasus ini. Jadi agar jelas semuanya bawa ke pengadilan. Itu kalau saya boleh menerjemahkan bahasa tubuh Presiden,&amp;quot; ujar Tifatul di Istana Negara, Minggu (22/11/2009) malam.    Dalam konteks ini, Tifatul menegaskan tidak melihat SBY dalam posisi terdesak atau mencoba berkelit. Tidak langsung diresponsnya rekomendasi Tim Delapan karena Presiden ingin memastikan langkah yang diambil tak melanggar hukum.    &amp;quot;Presiden on the track, Presiden ingin memastikan langkah yang diambil tak melanggar hukum. Itu yang berkali-kali dijelaskan di depan saya, ini adalah proses hukum berlangsung sebagaimana adanya,&amp;quot; ungkap dia   </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Menkominfo Tifatul Sembiring melihat gelagat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin agar kasus Bibit-Chandra berlanjut ke pengadilan, karena apabila disetop maka Anggoro Widjojo dan Anggodo bakal lolos dari jerat hukum.    &amp;quot;Saya membaca gerak tubuhnya Presiden, kalau seandainya distop, tapi belum tahu ya, putusannya bagaimana, itu Anggoro dan Anggodo akan hilang begitu saja, karena mereka masih terkait dengan kasus ini. Jadi agar jelas semuanya bawa ke pengadilan. Itu kalau saya boleh menerjemahkan bahasa tubuh Presiden,&amp;quot; ujar Tifatul di Istana Negara, Minggu (22/11/2009) malam.    Dalam konteks ini, Tifatul menegaskan tidak melihat SBY dalam posisi terdesak atau mencoba berkelit. Tidak langsung diresponsnya rekomendasi Tim Delapan karena Presiden ingin memastikan langkah yang diambil tak melanggar hukum.    &amp;quot;Presiden on the track, Presiden ingin memastikan langkah yang diambil tak melanggar hukum. Itu yang berkali-kali dijelaskan di depan saya, ini adalah proses hukum berlangsung sebagaimana adanya,&amp;quot; ungkap dia   </content:encoded></item></channel></rss>
