<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6.135 ODHA Jakarta Konsumsi Obat ARV</title><description>HIV/AIDS memang belum ditemukan obatnya. Namun upaya pemerintah untuk mencegah agar virus mematikan ini terus dilakukan, salah satunya dengan memberikan terapi Antiretrorival (ARV). Departemen Kesehatan mencatat Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang mengkonsumsi obat ini sebanyak 13.858 jiwa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/29/337/279927/6-135-odha-jakarta-konsumsi-obat-arv</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/29/337/279927/6-135-odha-jakarta-konsumsi-obat-arv"/><item><title>6.135 ODHA Jakarta Konsumsi Obat ARV</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/29/337/279927/6-135-odha-jakarta-konsumsi-obat-arv</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/29/337/279927/6-135-odha-jakarta-konsumsi-obat-arv</guid><pubDate>Minggu 29 November 2009 01:11 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Ulfa Eleven Safa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/28/337/279927/Ht7WfIY78E.gif" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/28/337/279927/Ht7WfIY78E.gif</image><title></title></images><description>JAKARTA - HIV/AIDS memang belum ditemukan obatnya. Namun upaya pemerintah untuk mencegah agar virus mematikan ini terus dilakukan, salah satunya dengan memberikan terapi Antiretrorival (ARV). Departemen Kesehatan mencatat Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang mengkonsumsi obat ini sebanyak 13.858 jiwa.ARV diyakini dapat menekan replikasi HIV dan viral load. &amp;quot;Jumlah ODHA yang mengkonsumsi ARV tertinggi terdapat di DKI Jakarta yakni sebanyak 6.135 jiwa,&amp;quot; papar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen P2PL) Departemen Kesehatan , Tjandra Yoga Aditama melalui rilis yang diterima okezone, Sabtu (28/7/2009) malam.Sedangkan Jawa Barat menempati posisi kedua dengan jumlah pengkonsumsi ARV sebanyak 1.724, Jawa Timur (1.145) , Bali (811), Jawa Tengah (436), Papua (433), Sumatera Utara (442), Kalimantan Barat (382), Kepulauan Riau (335), dan Sulawesi Selatan (314).&amp;quot;Kematian ODHA menurun dari 46 persen pada tahun 2006 menjadi 17 persen pada tahun 2008. Sampai dengan September 2009, sebanyak 79 persen ODHA mengkonsumsi obat ini,&amp;quot; tandasnya.(bul)</description><content:encoded>JAKARTA - HIV/AIDS memang belum ditemukan obatnya. Namun upaya pemerintah untuk mencegah agar virus mematikan ini terus dilakukan, salah satunya dengan memberikan terapi Antiretrorival (ARV). Departemen Kesehatan mencatat Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang mengkonsumsi obat ini sebanyak 13.858 jiwa.ARV diyakini dapat menekan replikasi HIV dan viral load. &amp;quot;Jumlah ODHA yang mengkonsumsi ARV tertinggi terdapat di DKI Jakarta yakni sebanyak 6.135 jiwa,&amp;quot; papar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen P2PL) Departemen Kesehatan , Tjandra Yoga Aditama melalui rilis yang diterima okezone, Sabtu (28/7/2009) malam.Sedangkan Jawa Barat menempati posisi kedua dengan jumlah pengkonsumsi ARV sebanyak 1.724, Jawa Timur (1.145) , Bali (811), Jawa Tengah (436), Papua (433), Sumatera Utara (442), Kalimantan Barat (382), Kepulauan Riau (335), dan Sulawesi Selatan (314).&amp;quot;Kematian ODHA menurun dari 46 persen pada tahun 2006 menjadi 17 persen pada tahun 2008. Sampai dengan September 2009, sebanyak 79 persen ODHA mengkonsumsi obat ini,&amp;quot; tandasnya.(bul)</content:encoded></item></channel></rss>
