<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaki Gajah Membuat Enok Tak Bisa Berjalan Jauh</title><description>Akibat kaki kirinya terus membengkak karena menderita kaki gajah, Enok Supiati (47), kini tak bisa berjalan jauh. Ibu tiga anak ini mengaku hanya bisa berjalan paling jauh sekitar 200 meter dari rumah. Setiap kali mencoba berjalan jauh, kakinya langsung terasa pegal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/29/340/280032/kaki-gajah-membuat-enok-tak-bisa-berjalan-jauh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/29/340/280032/kaki-gajah-membuat-enok-tak-bisa-berjalan-jauh"/><item><title>Kaki Gajah Membuat Enok Tak Bisa Berjalan Jauh</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/29/340/280032/kaki-gajah-membuat-enok-tak-bisa-berjalan-jauh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/29/340/280032/kaki-gajah-membuat-enok-tak-bisa-berjalan-jauh</guid><pubDate>Minggu 29 November 2009 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Gin Gin Tigin Ginulur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/29/340/280032/BsuArV7ukv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Enok di rumahnya.(foto:Gin Gin/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/29/340/280032/BsuArV7ukv.jpg</image><title>Enok di rumahnya.(foto:Gin Gin/okezone)</title></images><description>BANDUNG - Akibat  kaki kirinya terus membengkak karena menderita kaki gajah, Enok Supiati (47),  kini tak bisa berjalan jauh. Ibu tiga anak ini mengaku hanya bisa berjalan  paling jauh sekitar 200 meter dari rumah. Setiap kali mencoba berjalan jauh,  kakinya langsung terasa pegal. &amp;quot;Kalau jalan masih bisa, tapi terasa  berat. Ya, sekarang paling jauh di daerah-daerah sini aja. Kalau jalan lebih  jauh lagi, gak kuat,&amp;quot; kata Enok kepada wartawan di kediamannya, Gang Madrasah No  23, RT  6 RW 3 Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Minggu  (29/11/2009). Saat itu, Enok tampak didampingi Aci Sutarsih (83),  ibunya.Menurut Enok, selama menderita kaki gajah, ia tetap mengerjakan  pekerjaan rumah seperti biasa. Namun, kata dia, porsi pekerjaannya dikurangi.  Sebelumnya, ia bisa bersih-bersih rumah. Sekarang, kata dia, paling hanya cuci  piring di dapur saja.&amp;quot;Saya tetap mengerjakan pekerjaan sehari-hari di  dapur. Memang kalau dulu, saya biasa membersihkan rumah. Tapi kalau sekarang,  tidak lagi. Saya lebih banyak mengerjakan pekerjaan dapur, seperti cuci piring.  Itu juga tidak terlalu lama. Kalau kelamaan badan suka jadi dingin,&amp;quot; kata Enok.  Enok sendiri mengaku sudah menderita sakit sejak 7 tahun lalu. Namun,  kata dia, waktu itu hanya penyakit kulit biasa. Penyakit kaki gajah yang  dideritanya, lanjut Enok, baru dirasakan sekitar tahun 2005 atau empat tahun  lalu. &amp;quot;Biasanya kalau abis cuci piring, badan suka jadi dingin. Apalagi  kalau nyucinya kelamaan. Makanya, kalau sudah begitu, saya suka langsung  berhenti mencuci, dan istirahat,&amp;quot; kata Enok dengan menggunakan bahasa sunda.  Kedua kaki Enok tampak dililit perban. Menurutnya, lilitan perban  tersebut atas perintah dokter. Ia sendiri mengaku tidak tahu, kenapa kakinya  harus dibalut perban.   </description><content:encoded>BANDUNG - Akibat  kaki kirinya terus membengkak karena menderita kaki gajah, Enok Supiati (47),  kini tak bisa berjalan jauh. Ibu tiga anak ini mengaku hanya bisa berjalan  paling jauh sekitar 200 meter dari rumah. Setiap kali mencoba berjalan jauh,  kakinya langsung terasa pegal. &amp;quot;Kalau jalan masih bisa, tapi terasa  berat. Ya, sekarang paling jauh di daerah-daerah sini aja. Kalau jalan lebih  jauh lagi, gak kuat,&amp;quot; kata Enok kepada wartawan di kediamannya, Gang Madrasah No  23, RT  6 RW 3 Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Minggu  (29/11/2009). Saat itu, Enok tampak didampingi Aci Sutarsih (83),  ibunya.Menurut Enok, selama menderita kaki gajah, ia tetap mengerjakan  pekerjaan rumah seperti biasa. Namun, kata dia, porsi pekerjaannya dikurangi.  Sebelumnya, ia bisa bersih-bersih rumah. Sekarang, kata dia, paling hanya cuci  piring di dapur saja.&amp;quot;Saya tetap mengerjakan pekerjaan sehari-hari di  dapur. Memang kalau dulu, saya biasa membersihkan rumah. Tapi kalau sekarang,  tidak lagi. Saya lebih banyak mengerjakan pekerjaan dapur, seperti cuci piring.  Itu juga tidak terlalu lama. Kalau kelamaan badan suka jadi dingin,&amp;quot; kata Enok.  Enok sendiri mengaku sudah menderita sakit sejak 7 tahun lalu. Namun,  kata dia, waktu itu hanya penyakit kulit biasa. Penyakit kaki gajah yang  dideritanya, lanjut Enok, baru dirasakan sekitar tahun 2005 atau empat tahun  lalu. &amp;quot;Biasanya kalau abis cuci piring, badan suka jadi dingin. Apalagi  kalau nyucinya kelamaan. Makanya, kalau sudah begitu, saya suka langsung  berhenti mencuci, dan istirahat,&amp;quot; kata Enok dengan menggunakan bahasa sunda.  Kedua kaki Enok tampak dililit perban. Menurutnya, lilitan perban  tersebut atas perintah dokter. Ia sendiri mengaku tidak tahu, kenapa kakinya  harus dibalut perban.   </content:encoded></item></channel></rss>
