<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perampok Bersenjata Gasak Mobil &amp; Perhiasan</title><description>Pengusaha penggilingan padi Ahmad Nurul (43), menjadi korban sekawanan perampok bersenjata api, Minggu (29/11/2009). Kerugian warga Dusun Ngembet, Desa Sukobendo, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan itu, ditaksir lebih dari Rp200 juta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/29/340/280082/perampok-bersenjata-gasak-mobil-perhiasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/29/340/280082/perampok-bersenjata-gasak-mobil-perhiasan"/><item><title>Perampok Bersenjata Gasak Mobil &amp; Perhiasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/29/340/280082/perampok-bersenjata-gasak-mobil-perhiasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/29/340/280082/perampok-bersenjata-gasak-mobil-perhiasan</guid><pubDate>Minggu 29 November 2009 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Ashadi Ikhsan (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/29/340/280082/WXCmpWy5vB.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/29/340/280082/WXCmpWy5vB.jpg</image><title></title></images><description>LAMONGAN - Pengusaha penggilingan padi Ahmad Nurul (43), menjadi korban sekawanan perampok bersenjata api, Minggu (29/11/2009). Kerugian warga Dusun Ngembet, Desa Sukobendo, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan itu, ditaksir lebih dari Rp200 juta.  Kawanan perampok berhasil menjarah mobil Toyota Avanza, perhiasan senilai Rp17 juta dan uang tunai Rp20 juta. Selain itu, mereka juga merampas lima telepon seluler dan enam BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor) dua sepeda motor, satu mobil Avanza, dan tiga truk. Dari keterangan beberapa saksi, perampok tersebut beranggotakan empat orang. Selain bersenjatakan senpi, mereka juga menggunakan clurit dan pedang. Kawanan perampok masuk dengan cara mencongkel jendela samping rumah. Saat itu, penghuni, Ahmad Nurul, istrinya Sri Wahyuni dan beberapa anaknya terlelap tidur. Setelah berhasil masuk rumah, kawanan perampok itu langsung menuju ke kamar Ahmad Nurul. Tahu korban tertidur pulas, kawanan itu berusaha membangunkan. Saat bangun, seorang kawanan yang ditengarai berbadan tegap menodongkan senpi ke Nurul dan istrinya. Sedangkan ketiga pelaku lainnya menghunus clurit dan pedang. Sambil ditodongkan, korban suami istri tersebut diminta menunjukkan tempat barang-barang berharga dan surat-surat. Setelah berhasil menguras perhiasan, uang dan surat berharga, kawanan perampok itu mengikat tangan dan kaki Nurul serta istrinya. Keduanya diikat dengan posisi tengkurap. Bahkan, mulutnya disumpal kain dan mata dilakban. Ironisnya, sebelum meninggalkan korban yang dalam kondisi tidak berdaya, kawanan perampok itu mengobrak-abrik lemari. Karena tidak menemukan barang berharga selain yang sudah ditunjukkan korban, para pelaku memasukkan barang-barangnya ke Toyota Avanza. Sejurus kemudian mereka kabur. &amp;quot;Peristiwa perampokan itu diketahui saat salah seorang anak Nurul yang berusaha membangunkannya untuk shalat shubuh. Saat itulah diketahui kondisi Nuril dan istrinya terikat dan mulut tersumpal,&amp;quot; ungkap Melon, Ketua RT setempat. Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Sutopo mengatakan, saat ini polisi masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kasus itu dengan mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. &amp;quot;Kami akan memperketat pemeriksaan kendaraan untuk memperkecil ruang gerak pelaku. Di beberapa titik dilakukan penghadangan dengan koordinasi dengan kepolisian wilayah lain,&amp;quot; kata AKP Sutopo.</description><content:encoded>LAMONGAN - Pengusaha penggilingan padi Ahmad Nurul (43), menjadi korban sekawanan perampok bersenjata api, Minggu (29/11/2009). Kerugian warga Dusun Ngembet, Desa Sukobendo, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan itu, ditaksir lebih dari Rp200 juta.  Kawanan perampok berhasil menjarah mobil Toyota Avanza, perhiasan senilai Rp17 juta dan uang tunai Rp20 juta. Selain itu, mereka juga merampas lima telepon seluler dan enam BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor) dua sepeda motor, satu mobil Avanza, dan tiga truk. Dari keterangan beberapa saksi, perampok tersebut beranggotakan empat orang. Selain bersenjatakan senpi, mereka juga menggunakan clurit dan pedang. Kawanan perampok masuk dengan cara mencongkel jendela samping rumah. Saat itu, penghuni, Ahmad Nurul, istrinya Sri Wahyuni dan beberapa anaknya terlelap tidur. Setelah berhasil masuk rumah, kawanan perampok itu langsung menuju ke kamar Ahmad Nurul. Tahu korban tertidur pulas, kawanan itu berusaha membangunkan. Saat bangun, seorang kawanan yang ditengarai berbadan tegap menodongkan senpi ke Nurul dan istrinya. Sedangkan ketiga pelaku lainnya menghunus clurit dan pedang. Sambil ditodongkan, korban suami istri tersebut diminta menunjukkan tempat barang-barang berharga dan surat-surat. Setelah berhasil menguras perhiasan, uang dan surat berharga, kawanan perampok itu mengikat tangan dan kaki Nurul serta istrinya. Keduanya diikat dengan posisi tengkurap. Bahkan, mulutnya disumpal kain dan mata dilakban. Ironisnya, sebelum meninggalkan korban yang dalam kondisi tidak berdaya, kawanan perampok itu mengobrak-abrik lemari. Karena tidak menemukan barang berharga selain yang sudah ditunjukkan korban, para pelaku memasukkan barang-barangnya ke Toyota Avanza. Sejurus kemudian mereka kabur. &amp;quot;Peristiwa perampokan itu diketahui saat salah seorang anak Nurul yang berusaha membangunkannya untuk shalat shubuh. Saat itulah diketahui kondisi Nuril dan istrinya terikat dan mulut tersumpal,&amp;quot; ungkap Melon, Ketua RT setempat. Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Sutopo mengatakan, saat ini polisi masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kasus itu dengan mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. &amp;quot;Kami akan memperketat pemeriksaan kendaraan untuk memperkecil ruang gerak pelaku. Di beberapa titik dilakukan penghadangan dengan koordinasi dengan kepolisian wilayah lain,&amp;quot; kata AKP Sutopo.</content:encoded></item></channel></rss>
