<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gangguan Sinyal, Penumpang KRL Rela Berdesakan</title><description>Meski terjadi gangguan sinyal Kereta Rel Listrik (KRL) antara Stasiun Manggarai dengan Stasiun Pasar Minggu, ribuan penumpang di Stasiun Depok Baru tetap bertahan dan rela berdesakan berebut kereta. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/30/338/280167/gangguan-sinyal-penumpang-krl-rela-berdesakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/11/30/338/280167/gangguan-sinyal-penumpang-krl-rela-berdesakan"/><item><title>Gangguan Sinyal, Penumpang KRL Rela Berdesakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/11/30/338/280167/gangguan-sinyal-penumpang-krl-rela-berdesakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/11/30/338/280167/gangguan-sinyal-penumpang-krl-rela-berdesakan</guid><pubDate>Senin 30 November 2009 10:14 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  DEPOK - Meski terjadi gangguan sinyal Kereta Rel Listrik (KRL) antara Stasiun Manggarai dengan Stasiun Pasar Minggu, ribuan penumpang di Stasiun Depok Baru tetap bertahan dan rela berdesakan berebut kereta.   Para penumpang mengaku, meski harus menunggu antrean kereta, perjalanan tetap lebih cepat ditempuh dengan kereta dibandingkan menggunakan moda transportasi lainnya.  Salah satu penumpang, Rahmat (43) menuturkan, perjalanan ke kantornya di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, tetap lebih cepat menggunakan kereta dibanding bus.  &amp;quot;Biarin aja deh, nggak apa-apa nunggu sebentar, tadi juga sudah izin terlambat ke kantor, tetap lebih cepat naik kereta,&amp;quot; tuturnya kepada okezone di Stasiun Depok Baru, Senin (30/11/2009).  Kepala Stasiun Depok Baru Nasrudin mengatakan, setiap kereta yang masuk ke stasiun ditahan 20 hingga 30 menit untuk menunggu antrean kereta di depannya. Hal itu, kata Nasrudin, disebabkan adanya kekurangan pasokan listrik antara Stasiun UI hingga Pasar Minggu serta gangguan sinyal antara stasiun Manggarai hingga stasiun Pasar Minggu.  &amp;quot;Kita juga tidak bisa pastikan kapan perbaikan akan selesai dan normal kembali, kalau pengalaman sebelumnya paling lama dua hari. Memang penumpang sudah teriak-teriak mengeluh, tapi kita sudah informasikan adanya keterlambatan kereta sebelum penumpang membeli tiket,&amp;quot; ujar Nasrudin.  Nasrudin juga menegaskan, tidak ada diskriminasi perjalanan KRL antara KRL Ekspress ataupun KRL Ekonomi. &amp;quot;Karena harga tiket lebih mahal kita dahulukan jalan, tidak seperti itu, kereta yang duluan sampai di stasiun kita dahulukan,&amp;quot; tegasnya.</description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  DEPOK - Meski terjadi gangguan sinyal Kereta Rel Listrik (KRL) antara Stasiun Manggarai dengan Stasiun Pasar Minggu, ribuan penumpang di Stasiun Depok Baru tetap bertahan dan rela berdesakan berebut kereta.   Para penumpang mengaku, meski harus menunggu antrean kereta, perjalanan tetap lebih cepat ditempuh dengan kereta dibandingkan menggunakan moda transportasi lainnya.  Salah satu penumpang, Rahmat (43) menuturkan, perjalanan ke kantornya di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, tetap lebih cepat menggunakan kereta dibanding bus.  &amp;quot;Biarin aja deh, nggak apa-apa nunggu sebentar, tadi juga sudah izin terlambat ke kantor, tetap lebih cepat naik kereta,&amp;quot; tuturnya kepada okezone di Stasiun Depok Baru, Senin (30/11/2009).  Kepala Stasiun Depok Baru Nasrudin mengatakan, setiap kereta yang masuk ke stasiun ditahan 20 hingga 30 menit untuk menunggu antrean kereta di depannya. Hal itu, kata Nasrudin, disebabkan adanya kekurangan pasokan listrik antara Stasiun UI hingga Pasar Minggu serta gangguan sinyal antara stasiun Manggarai hingga stasiun Pasar Minggu.  &amp;quot;Kita juga tidak bisa pastikan kapan perbaikan akan selesai dan normal kembali, kalau pengalaman sebelumnya paling lama dua hari. Memang penumpang sudah teriak-teriak mengeluh, tapi kita sudah informasikan adanya keterlambatan kereta sebelum penumpang membeli tiket,&amp;quot; ujar Nasrudin.  Nasrudin juga menegaskan, tidak ada diskriminasi perjalanan KRL antara KRL Ekspress ataupun KRL Ekonomi. &amp;quot;Karena harga tiket lebih mahal kita dahulukan jalan, tidak seperti itu, kereta yang duluan sampai di stasiun kita dahulukan,&amp;quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
