<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Berharap Keppres Bibit-Chandra Lekas Turun</title><description>Seiring terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP), pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap agar Presiden segera mengeluarkan Keppres pengaktifan kembali Bibit-Chandra.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/02/339/281118/kpk-berharap-keppres-bibit-chandra-lekas-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/02/339/281118/kpk-berharap-keppres-bibit-chandra-lekas-turun"/><item><title>KPK Berharap Keppres Bibit-Chandra Lekas Turun</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/02/339/281118/kpk-berharap-keppres-bibit-chandra-lekas-turun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/02/339/281118/kpk-berharap-keppres-bibit-chandra-lekas-turun</guid><pubDate>Rabu 02 Desember 2009 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Insaf Albert Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/02/339/281118/eZofjpL2eR.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/02/339/281118/eZofjpL2eR.jpg</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Seiring terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP), pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap agar Presiden segera mengeluarkan Keppres pengaktifan kembali Bibit-Chandra.    &amp;quot;Kemarin sudah jelas dan terang kan, sehingga saya berharap kantor kepresidenan segera memproses keputusan Presiden,&amp;quot; ungkap Plt pimpinan KPK Maz Ahmad Santosa di Jakarta, Rabu (2/12/2009).    Ota, begitu Mas Ahmad biasa dipanggil, juga berharap Presiden secepatnya menerbitkan Keppres pemberhentian dengan hormat dirinya dan Waluyo. &amp;quot;Kita berharap kantor kepresidenan dan Presiden bisa menandatangani Keppres secepatnya,&amp;quot; pintanya.    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menjelaskan SBY belum menerima salinan SKPP dari Kejagung. Sehingga draf Keppres pengaktifan kembali Bibit-Chandra serta pemberhentian dengan hormat Mas Ahmad Santosa dan Waluyo belum bisa diterbitkan.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Seiring terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP), pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap agar Presiden segera mengeluarkan Keppres pengaktifan kembali Bibit-Chandra.    &amp;quot;Kemarin sudah jelas dan terang kan, sehingga saya berharap kantor kepresidenan segera memproses keputusan Presiden,&amp;quot; ungkap Plt pimpinan KPK Maz Ahmad Santosa di Jakarta, Rabu (2/12/2009).    Ota, begitu Mas Ahmad biasa dipanggil, juga berharap Presiden secepatnya menerbitkan Keppres pemberhentian dengan hormat dirinya dan Waluyo. &amp;quot;Kita berharap kantor kepresidenan dan Presiden bisa menandatangani Keppres secepatnya,&amp;quot; pintanya.    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menjelaskan SBY belum menerima salinan SKPP dari Kejagung. Sehingga draf Keppres pengaktifan kembali Bibit-Chandra serta pemberhentian dengan hormat Mas Ahmad Santosa dan Waluyo belum bisa diterbitkan.    </content:encoded></item></channel></rss>
