<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pencapaian Kinerja 100 Hari Menkes di Atas 51%</title><description>Semua menteri di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diberikan tugas untuk menuntaskan program 100 hari. Tak terkecuali Menteri Kesehatan. Dia mengaku saat ini pencapaiannya telah di atas 51%.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/03/337/281502/pencapaian-kinerja-100-hari-menkes-di-atas-51</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/03/337/281502/pencapaian-kinerja-100-hari-menkes-di-atas-51"/><item><title>Pencapaian Kinerja 100 Hari Menkes di Atas 51%</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/03/337/281502/pencapaian-kinerja-100-hari-menkes-di-atas-51</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/03/337/281502/pencapaian-kinerja-100-hari-menkes-di-atas-51</guid><pubDate>Kamis 03 Desember 2009 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>M Budi Santosa</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Semua menteri di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diberikan tugas untuk menuntaskan program 100 hari. Tak terkecuali Menteri Kesehatan. Dia mengaku saat ini pencapaiannya telah di atas 51%.&amp;quot;Pencapaian rata-ratanya sudah 51 persen untuk 30 hari kerja. Saat ini kan sudah 37-40 hari, kita akan buat evaluasi lagi sampai dimana pencapaiannya,&amp;quot; kata Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih saat bersilahturahmi dengan jajaran pemimpin redaksi grup Media Nusantara Citra (MNC) yang langsung dipimpin oleh Group President &amp;amp; CEO MNC Hary Tanoesoedibjo di MNC Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (3/12/2009).Dalam kesempatan itu Menkes juga menyampaikan program 100 harinya secara detil. &amp;quot;Kita optimistis akan mampu mencapai target yang ditetapkan,&amp;quot; kata Menkes sambil melirik dan tersenyum ke jajaran eselon I dan II Departemen Kesehatan yang mendampinginya.Kaki GajahMenteri Kesehatan dalam sesi tanya jawab juga banyak mendapatkan pertanyaan mengenai penanggulangan berbagai penyakit, termasuk salah satunya yang saat ini sedang ramai diperbincangkan yakni virus kaki gajah.&amp;quot;Kita telah menetapkan bahwa daerah yang prevalensinya di atas 1 persen, maka semua warganya harus mendapatkan obat antivirus ini,&amp;quot; tegasnya.Disinggung soal berita yang menyebutkan ada warga yang meninggal setelah mengonsumsi obat antivirus kaki gajah ini, Menkes menegaskan bahwa hal itu tidak pernah ada. &amp;quot;Saya yakin tidak pernah ada. Artinya, orang yang meninggal itu bukan semata-mata disebabkan oleh obat itu. Makanya WHO pun kaget mendengar kabar itu, karena obat itu kan sangat aman,&amp;quot; tandasnya.Diakui oleh Menkes salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyakit kaki gajah ini adalah dengan pemberian obat secara masal. &amp;quot;Soalnya virus ini kan aktif di daerah pada malam hari atau tengah malam. Nah kalau kemudian petugas datang ke rumah-rumah untuk mengambil sampel darahnya di tengah malah, bukankah ini malah akan semakin heboh lagi beritanya,&amp;quot; terang wanita yang mengaku senang bertugas di daerah terpencil seperti Papua dan NTT ini.Yang pasti, lanjutnya, Depkes akan terus mengupayakan berbagai langkah agar kasus penyakit Kaki Gajah ini tidak semakin berkembang. &amp;quot;Itu juga sudah adalah dalam program pemberantasan penyakit yang menjadi fokus Depkes,&amp;quot; kuncinya.  </description><content:encoded>JAKARTA - Semua menteri di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diberikan tugas untuk menuntaskan program 100 hari. Tak terkecuali Menteri Kesehatan. Dia mengaku saat ini pencapaiannya telah di atas 51%.&amp;quot;Pencapaian rata-ratanya sudah 51 persen untuk 30 hari kerja. Saat ini kan sudah 37-40 hari, kita akan buat evaluasi lagi sampai dimana pencapaiannya,&amp;quot; kata Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih saat bersilahturahmi dengan jajaran pemimpin redaksi grup Media Nusantara Citra (MNC) yang langsung dipimpin oleh Group President &amp;amp; CEO MNC Hary Tanoesoedibjo di MNC Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (3/12/2009).Dalam kesempatan itu Menkes juga menyampaikan program 100 harinya secara detil. &amp;quot;Kita optimistis akan mampu mencapai target yang ditetapkan,&amp;quot; kata Menkes sambil melirik dan tersenyum ke jajaran eselon I dan II Departemen Kesehatan yang mendampinginya.Kaki GajahMenteri Kesehatan dalam sesi tanya jawab juga banyak mendapatkan pertanyaan mengenai penanggulangan berbagai penyakit, termasuk salah satunya yang saat ini sedang ramai diperbincangkan yakni virus kaki gajah.&amp;quot;Kita telah menetapkan bahwa daerah yang prevalensinya di atas 1 persen, maka semua warganya harus mendapatkan obat antivirus ini,&amp;quot; tegasnya.Disinggung soal berita yang menyebutkan ada warga yang meninggal setelah mengonsumsi obat antivirus kaki gajah ini, Menkes menegaskan bahwa hal itu tidak pernah ada. &amp;quot;Saya yakin tidak pernah ada. Artinya, orang yang meninggal itu bukan semata-mata disebabkan oleh obat itu. Makanya WHO pun kaget mendengar kabar itu, karena obat itu kan sangat aman,&amp;quot; tandasnya.Diakui oleh Menkes salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyakit kaki gajah ini adalah dengan pemberian obat secara masal. &amp;quot;Soalnya virus ini kan aktif di daerah pada malam hari atau tengah malam. Nah kalau kemudian petugas datang ke rumah-rumah untuk mengambil sampel darahnya di tengah malah, bukankah ini malah akan semakin heboh lagi beritanya,&amp;quot; terang wanita yang mengaku senang bertugas di daerah terpencil seperti Papua dan NTT ini.Yang pasti, lanjutnya, Depkes akan terus mengupayakan berbagai langkah agar kasus penyakit Kaki Gajah ini tidak semakin berkembang. &amp;quot;Itu juga sudah adalah dalam program pemberantasan penyakit yang menjadi fokus Depkes,&amp;quot; kuncinya.  </content:encoded></item></channel></rss>
