<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkes: Ada Sesuatu yang Dipersiapkan Tuhan</title><description>Siapa yang menyangka Endang Rahayu Sedyaningsih, yang saat itu peneliti eselon II di Departemen Kesehatan bakal ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai menteri. Dia pun terkejut dengan penunjukkan dirinya.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/03/337/281518/menkes-ada-sesuatu-yang-dipersiapkan-tuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/03/337/281518/menkes-ada-sesuatu-yang-dipersiapkan-tuhan"/><item><title>Menkes: Ada Sesuatu yang Dipersiapkan Tuhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/03/337/281518/menkes-ada-sesuatu-yang-dipersiapkan-tuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/03/337/281518/menkes-ada-sesuatu-yang-dipersiapkan-tuhan</guid><pubDate>Kamis 03 Desember 2009 16:58 WIB</pubDate><dc:creator>M Budi Santosa</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Siapa yang menyangka Endang Rahayu Sedyaningsih, yang saat itu peneliti eselon II di Departemen Kesehatan bakal ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai menteri. Dia pun terkejut dengan penunjukkan dirinya.&amp;quot;Penunjukkan itu benar-benar kejutan. Tidak benar jika saya dibilang sudah tahu dan sudah dipersiapkan,&amp;quot; kata Menkes saat bersilahturahmi dengan jajaran pemimpin redaksi grup Media Nusantara Citra (MNC) yang langsung dipimpin oleh Group President &amp;amp; CEO MNC Hary Tanoesoedibjo di MNC Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (3/12/2009).Endang pun lantas melanjutkan, kenapa dirinya menerima penunjukkan itu? &amp;quot;Lah di Indonesia ini kan ada 220 juta penduduk, saya kok tiba-tiba dipanggil dan ditunjuk. Saya menerima, karena saya berpikiran bahwa ini ada sesuatu yang dipersiapkan oleh Tuhan,&amp;quot; kata Menkes.Dia pun sangat paham ketika media selalu mengait-ngaitkan dirinya dengan proyek Namru termasuk kabar bahwa dirinya sekolah S2 dan S3 dibiayai Namru. &amp;quot;Saya awalnya sampai nggak berani nonton televisi atau membaca. Kalau tidak banyak dimuat beritanya, saya ini kan juga paling banyak diomongin,&amp;quot; kata Endang sambil tersenyum.Dia menambahkan, &amp;quot;Sekolah saya juga dikabarkan dibiayai oleh Namru. Itu tidak benar sama sekali, karena saya ikut test lewat Bappenas,&amp;quot; tegasnya.Endang mengaku dirinya awalnya tidak tahu kalau ada Namru. Namun, karena ada kebijakan dari Depkes bahwa dalam setiap penelitian Namru harus didampingi orang Depkes, maka pada saat dirinya menjabat sebagai peneliti juga ikut dalam tim penelitian tersebut. &amp;quot;Jadi sebenarnya tidak hanya Endang saja yang ikut penelitian Namru,&amp;quot; ujarnya.Diakuinya selama ini dirinya tidak reaktif menanggapi berbagai rumor miring itu. &amp;quot;Saya mungkin selama ini memang lebih banyak diam tidak menanggapai rumor-rumor itu. Makanya, saya mau tanya kira-kira baiknya bagaimana ya menjalin komunikasi yang baik itu,&amp;quot; tanya Menkes yang disambut tawa hadirin.  </description><content:encoded>JAKARTA - Siapa yang menyangka Endang Rahayu Sedyaningsih, yang saat itu peneliti eselon II di Departemen Kesehatan bakal ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai menteri. Dia pun terkejut dengan penunjukkan dirinya.&amp;quot;Penunjukkan itu benar-benar kejutan. Tidak benar jika saya dibilang sudah tahu dan sudah dipersiapkan,&amp;quot; kata Menkes saat bersilahturahmi dengan jajaran pemimpin redaksi grup Media Nusantara Citra (MNC) yang langsung dipimpin oleh Group President &amp;amp; CEO MNC Hary Tanoesoedibjo di MNC Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (3/12/2009).Endang pun lantas melanjutkan, kenapa dirinya menerima penunjukkan itu? &amp;quot;Lah di Indonesia ini kan ada 220 juta penduduk, saya kok tiba-tiba dipanggil dan ditunjuk. Saya menerima, karena saya berpikiran bahwa ini ada sesuatu yang dipersiapkan oleh Tuhan,&amp;quot; kata Menkes.Dia pun sangat paham ketika media selalu mengait-ngaitkan dirinya dengan proyek Namru termasuk kabar bahwa dirinya sekolah S2 dan S3 dibiayai Namru. &amp;quot;Saya awalnya sampai nggak berani nonton televisi atau membaca. Kalau tidak banyak dimuat beritanya, saya ini kan juga paling banyak diomongin,&amp;quot; kata Endang sambil tersenyum.Dia menambahkan, &amp;quot;Sekolah saya juga dikabarkan dibiayai oleh Namru. Itu tidak benar sama sekali, karena saya ikut test lewat Bappenas,&amp;quot; tegasnya.Endang mengaku dirinya awalnya tidak tahu kalau ada Namru. Namun, karena ada kebijakan dari Depkes bahwa dalam setiap penelitian Namru harus didampingi orang Depkes, maka pada saat dirinya menjabat sebagai peneliti juga ikut dalam tim penelitian tersebut. &amp;quot;Jadi sebenarnya tidak hanya Endang saja yang ikut penelitian Namru,&amp;quot; ujarnya.Diakuinya selama ini dirinya tidak reaktif menanggapi berbagai rumor miring itu. &amp;quot;Saya mungkin selama ini memang lebih banyak diam tidak menanggapai rumor-rumor itu. Makanya, saya mau tanya kira-kira baiknya bagaimana ya menjalin komunikasi yang baik itu,&amp;quot; tanya Menkes yang disambut tawa hadirin.  </content:encoded></item></channel></rss>
